Perawatan Tali Pusat

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

197

Bagi seorang ibu yang baru melahirkan si buah hati, akan banyak hal baru yang dipelajari. Salah satunya perawatan tali pusat pada bayi baru lahir. Tali pusat akan puput atau lepas umumnya dalam satu minggu kehidupan, namun pada beberapa kasus dapat lebih lambat hingga 10-14 hari setelah bayi lahir. Tali pusat akan mengering dengan sendirinya dan terlepas dari tubuh bayi. Orangtua tidak perlu memaksakan untuk melepas tali pusat bayi karena akan menyebabkan perdarahan dan adanya risiko terinfeksi.

Aturan mengenai perawatan tali pusat beberapa kali mengalami perubahan, maka penting bagi Ibu untuk terus mencari dan menggali informasi terbaru agar tidak salah kaprah dalam mempraktikannya. Jika dulu perawatan tali pusat dilakukan dengan cara dibersihkan dengan menggunakan alkohol kemudian ditutup kain kassa, maka saat ini aturan tersebut sudah berubah. Berikut adalah hal-hal penting yang wajib diketahui oleh Ibu dan Ayah ketika merawat tali pusat si kecil yang baru lahir:

  1. Selama tali pusat belum terlepas dari perut bayi, maka sangat disarankan agar bayi baru lahir tidak dimandikan, namun cukup hanya dilap dengan washlap. Umumnya, tali pusat akan puput atau terlepas dalam jangka waktu 7 hingga 14 hari. Jadi hindari memasukkan seluruh tubuh bayi ke dalam air.
  2. Ketika mengelap tubuh bayi baru lahir, hindari membasahi area tali pusat. Biarkan area tali pusat tetap kering, karena kondisi yang lembap dapat memicu timbulnya infeksi.
  3. Tali pusat tidak perlu lagi diberi alkohol, obat antiseptik ataupun bedak. Pemberian alkohol, obat antiseptik, ataupun bedak dapat menyebabkan iritasi pada kulit tali pusat. Akibatnya, kulit akan lebih lama mengering dan tali pusat tidak kunjung kering atau lepas. Bayi pun akan merasa tidak nyaman karena alkohol dan obat antiseptik dapat menyebabkan nyeri.
  4. Tali pusat jangan ditutup dengan kain kassa atau apapun juga dan jangan tertutup popok. Jika tertutup popok maka kemungkinan tali pusat terkena urin atau feses akan lebih besar. Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka agar kulit tali pusat dapat terlihat. Kulit yang kemerahan atau keluar nanah merupakan tanda terjadinya infeksi pada tali pusat yang harus Anda.
  5. Jika tali pusat terkena kotoran saat si kecil BAK atau BAB, segera bersihkan dengan washlap basah atau kain kassa basah dengan cara ditepuk-tepuk, bukan diusap. Setelah itu baru dikeringkan dengan cara ditepuk-tepuk juga. Pastikan tangan Ibu atau Ayah bersih ketika akan membersihkan area tali pusat yang terkena kotoran. Hindari menggunakan tissue karena tissue yang basah berisiko terlepas dan lengket pada tali pusat. Tissue basah pun mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi. Kedua kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi pada tali pusat.
  6. Ibu dan Ayah harus jeli melihat jika ada tanda-tanda tali pusat terkena infeksi. Apa saja tanda-tandanya? Akan timbul nanah (umumnya di pangkal tali pusat), tercium bau atau aroma tidak sedap, terlihat berwarna kemerahan, bayi akan rewel bila ditekan di sekitar tali pusat, dan bayi juga menjadi demam.

Jika perawatan ini dilakukan dengan benar, maka jarang sekali menyebabkan infeksi. Namun Ibu dan Ayah harus tetap waspada dan melihat jika terjadi tanda-tanda tali pusat terinfeksi, seperti:

  1. Si kecil tampak lesu, rewel, dan demam.
  2. Terlihat tanda-tanda peradangan seperti merah, bengkak disekitar pusar.
  3. Si kecil menangis jika tali pusar tersentuh.
  4. Tali pusar mengeluarkan cairan kekuningan dan mengeluarkan bau busuk.
  5. Si kecil sering menangis tanpa sebab.

Jika menemukan tanda-tanda infeksi pada tali pusat si kecil, maka Ibu dan Ayah harus segera membawa si kecil ke dokter. (EM/STE)

Sumber:

https://idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-tali-pusat-bayi-baru-lahir

https://parentingclub.co.id/smart-stories/aturan-terbaru-perawatan-tali-pusat-pada-bayi-baru-lahir


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store