PERBEDAAN BATUK ALERGI DENGAN BATUK LAINNYA

22

Pernahkah Anda saat batuk, Anda berpikir apakah batuk ini karena Anda flu, pilek, atau batuk karena alergi? Hmm, sulit untuk membedakan batuk alergi dengan batuk yang lainnya, karena kondisi tersebut memiliki tanda-tanda yang sama, yaitu bersin, hidung berair, atau batuk. Namun hal ini perlu diketahui juga, bahwa kondisi batuk alergi dengan batuk lainnya itu berbeda. Nah, untuk mengetahui penjelasan lengkapnya, simak artikel dibawah ini:

Alergi vs. Pilek atau Flu: Waktu

Jika batuk Anda berasal dari alergi, tidak seperti pilek atau flu, akan terlihat beberapa perbedaan dalam waktu gejala. Batuk terkait alergi mungkin mulai sebagai respons terhadap perubahan musim jika alergen hadir dalam beberapa kondisi cuaca tetapi tidak pada yang lain. Alergi ini disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan dalam memberikan perlawanan terhadap benda asing yang terkadang tidak berbahaya (contoh: debu, serbuk sari) sehingga tubuh mengeluarkan zat kimia histamin. Histamin ini menyebabkan saluran hidung bengkak dan menjadikan kita bersin atau batuk.

Mungkin Anda juga akan mengalami beberapa kondisi Misalnya, Anda merasa baik-baik saja di kantor, tetapi mulai batuk di malam hari. Ini kan alergen di rumah Anda seperti bulu binatang atau asap. Batuk yang berhubungan dengan alergi mungkin memengaruhi Anda selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, dan gejala Anda mungkin bervariasi dalam intensitas dari satu hari ke hari berikutnya. Berbeda dengan flu dan pilek, alergi tidak bersifat menular, meski sebagian orang memiliki kecenderungan secara genetik untuk mengalaminya.

Jika batuk Anda disebabkan oleh pilek atau flu, maka hal ini diakibatkan oleh virus dan bersifat menular, dan biasanya menunjukkan gejala tambahan yakni demam, sakit tenggorokan, serta rasa sakit di sekujur tubuh Anda. Gejala kemungkinan akan datang dengan sengit selama beberapa hari, kemudian secara bertahap berkurang seiring Anda menjadi lebih baik. Meskipun Anda mungkin melihat beberapa variasi dalam gejala waktu – seperti batuk lebih parah di malam hari daripada siang hari -Anda tidak akan mengalami fluktuasi yang sama dengan yang Anda lihat pada batuk alergi.

Alergi vs. Pilek atau Flu: Gejala Lain

Anda mungkin dapat membedakan batuk dengan melihat gejala-gejala lain yang timbul. Walaupun pilek, flu, dan alergi memiliki beberapa gejala umum seperti bersin dan hidung tersumbat, biasanya akan berbeda dengan cara lain. Alergi dapat memicu mata gatal, langit-langit mulut atau tenggorokan gatal dan lingkaran hitam di bawah mata. Lingkaran hitam ini juga dikenal sebagai pembersih alergi dan terkait dengan alergi kronis yang tidak diobati.

Jika batuk Anda berasal dari pilek atau flu, Anda mungkin merasa lelah atau sakit, demam atau (dalam kasus flu) sakit perut. Batuk mungkin berubah dari kering menjadi basah dan berisi lendir – atau sebaliknya – saat Anda akan mengalami atau sembuh dari flu.

Pemicu Batuk Alergi

Gejala batuk alergi biasanya akan langsung muncul begitu kita terpapar pemicu alergi yang disebut alergen. Alergen bisa berupa:

  1. Debu
  2. Serbuk sari tanaman
  3. Bulu hewan piaraan, seperti anjing, kucing, atau burung
  4. Spora dari jamur yang tumbuh di dalam rumah
  5. Kecoak

Batuk alergi biasanya akan disertai rasa menggelitik di tenggorokan. Biasanya kita akan terbatuk lebih sering saat kita berada di luar ruangan, terutama saat terpapar oleh alergen. Namun, batuk biasanya akan lebih memburuk pada malam hari. Hal ini disebabkan karena pada malam hari, posisi kita akan lebih sering berbaring atau tidur, menyebabkan dahak akan tergenang di paru dan naik hingga tenggorokan, sehingga muncul refleks batuk.

Batuk alergi ini juga dapat terjadi pada penderita asma. Saat terpapar alergen, saluran udara akan menyempit sehingga menyebabkan suara mengi.

Pengobatan Batuk Alergi

Pengobatan batuk alergi bisa dilakukan di rumah dengan cara seperti:

  1. Tetap minum. Hal ini membantu membran mukosa tetap lembap. Saat cuaca dingin, cara ini sangat membantu karena rumah cenderung kering sehingga dapat menyebabkan batuk.
  2. Cobalah konsumsi pereda batuk dan cairan hangat. Obat batuk yang mengandung mentol dapat membuat belakang tenggorokan mati rasa sehingga bermanfaat dalam menurunkan reflek batuk. Selain itu, minum cairan hangat dengan madu juga bisa melegakan tenggorokan.
  3. Mandi air hangat akan dapat membantu mengencerkan dahak baik di hidung maupun tenggorokan, sehingga dapat meredakan batuk.
  4. Gunakan alat semprot hidung dengan cairan Cairan ini membilas alergen dan dahak sehingga bisa meredakan gejala batuk. Anda bisa membeli alat ini di apotek.

Jika cara pengobatan diatas tetap tidak membantu, maka segera temui dokter untuk mengenali penyebab dan merekomendasikan pengobatan yang lebih efektif. Salah satu alternatif pengobatan batuk alergi adalah memakai suntikan alergi untuk mengurangi sensitivitas tubuh terhadap alergen tertentu. (LM)

Referensi

The Difference Between an Allergy Cough and a Cold or Flu Dry Cough. (2019). Retrieved from https://www.delsym.com/cough-learning-center/adult-cough/the-difference-between-an-allergy-cough-and-a-cold-or-flu-dry-cough/