PERKEMBANGAN SEKSUALITAS PADA REMAJA

1

Pada masa perkembangan seorang anak sebelum menginjak pada tahap terbentuknya kedewasaan secara matang. Seorang anak akan mengalami satu tahapan yang terpenting dalam kehidupan yang mengarah pada pembentukan kepribadiannya. Masa itu disebut masa remaja atau juga dikenal dengan masa puber. Pada masa ini seorang remaja juga akan mengalami perkembangan seksualitasnya secara alami, ditandai dengan menstruasi pada remaja perempuan dan mimpi basah pada remaja laki-laki.

Pada masa remaja, seorang anak akan mengalami masa yang rentan terhadap perkembangan kerpibadiannya. Kenapa dikatakan rentan, karena banyak hal yang akan memengaruhi tumbuh kembang seorang anak pada masa ini. Bukan hanya pertumbuhan atau perkembangan secara fisik yang dipengaruhi oleh faktor biologis dalam dirinya, tapi juga perkembangan psikologis yang akan berpengaruh pada kepribadiannya.

Satu hal yang paling menonjol pada masa perkembangan seorang remaja adalah pada perkembangan perilaku seksualitasnya. Perilaku seksualitas pada remaja secara alami dipengaruhi oleh perkembangan hormon dalam dirinya.

Pada remaja pria akan terjadi perubahan pada suaranya menjadi lebih berat, sifat yang lebih agresive dan pertumbuhan fisik yang bertambah cepat. Pada masa ini remaja pria cenderung melakukan tindakan-tindakan yang beresiko, terutama yang berhubungan dengan perilaku seksual.

Pada remaja wanita selain pertumbuhan fisik yang semakin matang, perubahan pada perilaku juga sangat tampak pada periode ini. Dibandingkan pria, wanita lebih sering menunjukkan peerkembangan negative pada fase remaja. Yang awalnya tampak tenang, pendiam bahkan sangat patuh biasanya akan berubah menjadi lebih egois, tidak percaya diri dan pada beberapa tahap akan muncul eating disorder.

Padahal dalam masyarakat kita, masih banyak orangtua yang menganggap tabu ketika harus membicarakan tentang seks dengan anaknya. Kesadaran akan pentingnya memberikan pendidikan seksual pada anak masih sangat minim. Hal ini semakin diperparah dengan perhatian orangtua yang kurang pada perubahan perilaku anaknya yang telah menginjak usia remaja. Karena itu lah, penting bagi orangtua untuk memahami perilaku seksualitas yang mungkin dilakukan oleh seorang remaja. Sehingga pengawasan dan pendampingan pada perkembangan anaknya, yang ditunjukan dengan perubahan perilaku, bisa dilakukan dengan baik

Terdapat beberapa perubahan penting yang harus diwaspadai orang tua antara lain:

Keinginan untuk memamerkan kelebihan fisiknya.

Sudah menjadi naluri manusia untuk memamerkan sesuatu yang baru pada dirinya. Begitu juga pada remaja, remaja perempuan ingin terlihat menjadi yang paling cantik dan menarik, begitu juga remaja lelaki yang ingin terlihat menjadi paling tampan dan memiliki daya tarik untuk lawan jenisnya. Berdandan adalah perilaku yang wajar dilakukan oleh seorang remaja, namun akan menjadi tidak wajar jika dilakukan secara berlebihan.

Pada fase ini ketertarikan terhadap lawan jenis akan meningkat, berdandan adalah salah satu cara dalam menarik perhatian lawan jenis. Pada tahapan ini kontrol orangtua sangat berperan dalam mengendalikan obsesi seorang remaja, untuk tetap menjaga anaknya dalam batas kewajaran. Dengan begitu perilaku yang dilakukan seorang remaja tidak bertentangan dengan aturan dan norma yang berlaku di lingkungannya.

Keinginan untuk melakukan sentuhan fisik dengan lawan jenis.

Pada masa remaja, baik remaja perempuan maupun remaja laki-laki akan memiliki sebuah rasa ketertarikan dengan lawan jenisnya. Perasaan ini adalah sebuah dorongan yang dirasakan dari dalam dirinya ketika berinteraksi dengan lawan jenisnya. Perilaku ringan yang biasa dilakukan seorang remaja pada tahapan ini adalah memuji kelebihan yang dimiliki lawan jenisnya atau perilaku lain yang menunjukan perasaannya. Hal ini dilakukan dengan cara seperti membuat puisi, kata-kata romantis, menyanyikan lagu, mengajak jalan-jalan dan perilaku-perilaku lainnya.

Pada tahapan selanjutnya, ketika usaha untuk memiliki pasangan dari lawan jenisnya telah berhasil. Seorang remaja yang berpacaran akan mulai melakukan perilaku yang lebih intens. Perilaku yang dilakukan adalah sentuhan fisik dengan lawan jenisnya, hal ini dilakukan untuk memenuhi hasrat seksualnya. Seorang remaja yang berpacaran akan melakukan sentuhan tangan, berpelukan, cium dahi, cium pipi hingga ciuman bibir.

Perilaku seperti ini jika tidak diimbangi dengan perilaku baik seorang remaja dalam kesehariannya, seperti ketaatan pada agama, kepatuhan pada orangtua, serta pemahaman pada norma dan hukum yang berlaku. Maka seorang remaja akan dengan mudah untuk melakuakan penyimpangan pada perilaku seksualnya.

Keinginan untuk melakukan hubungan seksual

Corak pemikiran dan keinginan akan selalu didominasi oleh seksualitas pada remaja. Hal itulah yang mendorong para remaja untuk mencari tahu. Dalam proses inilah mereka sering terekspos dengan pornografi, dorongan dalam pemenuhan kebutuhan dan rentan terhadap kejahatan seksual.

Dalam berbagai study yang dilakukan remaja yang masih duduk di bangku sekolah dan menyatakan setuju terhadap hubungan seks karena alasan akan menikah adalah: laki-laki mencapai 72,5% dan perempuan sebanyak 27,9%. Mereka yang setuju karena alasan saling mencintai: laki-laki mencapai 72,5% dan perempuan 27,5%. Sedangkan yang setuju karena suka sama suka adalah: laki-laki sebanyak 71,5% dan perempuan 28,5%. (Syvonete Research, 2004). Sementara menurut Fact Sheet yang dikeluarkan oleh PKBI Pusat, BKKBN dan UNFPA, sebanyak 15% remaja Indonesia pernah melakukan hubungan seksual (2005) dan studi yang dilakukan oleh PSS PKBI DIY pada tahun 2004 menunjukkan bahwa 12,1% remaja SMA Yogyakarta pernah melakukan hubungan seksual.

Semakin dini para remaja terekspos dengan perilaku seksual yang tidak sehat, semakin banyak resiko yang mengikuti. Mulai dari penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan penyebaran HIV/AIDS.

Memahami hal ini harus dilakukan secara menyeluruh baik dalam aspek biologis, psikologis, sosial serta agama. Semakin kita memahami, semakin mudah kita menintervensi perilaku remaja yang menyimpang. (BR)

Source :

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4477452/
https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/growth-and-development/physical-growth-and-seksual-maturation-of-adolescents