Perlukah Obat Suntik Pada Nyeri Otot?

42

Apakah Anda pernah merasakan nyeri
otot?
Jawabannya tentu ya, karena nyeri otot merupakan umum dapat dirasakan siapa
saja. Nyeri otot atau bisa juga disebut myalgia merupakan keluhan rasa nyeri
yang dirasakan pada otot tubuh, nyeri dapat dirasa pada sebagian maupun
keseluruhan otot tubuh. Biasanya nyeri otot dapat timbul spontan saat
beraktivitas ataupun setelahnya. Terkadang nyeri otot dapat hilang dengan
sendirinya, namun tidak jarang juga nyeri otot bertahan hingga mengganggu
aktivitas. Umumnya nyeri otot dapat terjadi karena aktivitas fisik yang terlalu
lama ataupun berlebihan, trauma dan tegang otot. Namun tidak menutup
kemungkinan nyeri otot dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti infeksi,
peradangan, autoimun ataupun karena penggunaan obat-obatan tertentu.

Ketika nyeri otot menyerang, ada
beberapa hal yang dapat dilakukan, tergantung penyebabnya. Bila nyeri  otot dikarenakan aktivitas yang berlebihan
ataupun disebabkan keteganngan otot, Anda dapat melakukan terapi fisik dengan mengistirahatkan
bagian otot yang nyeri, selain itu dapat dibantu dengan kompres dingin untuk
mengurangi nyeri. Untuk nyeri otot yang disebabkan oleh penyakit lain tentunya
penyakit penyebab utamanya terdahulu yang harus diobati agar tidak menimbulkan
nyeri otot. Namun untuk nyeri otot yang parah atau menahun seringkali harus
ditangani dengan bantuan obat-obatan. Pilihan obat minum yang dapat digunakan
untuk nyeri otot yaitu analgesik
(anti nyeri), muscle relaxant (relaxan
otot) dan kortikostreoid. Obat analgesik minum yang bisa menjadi pilihan
seperti paracetamol dan ibuprofen. Obat muscle
relaxant
yang bisa menjadi pilihan salah satunya eperison. Untuk obat
kortikosteroid minum harus dengan
resep dokter dikarenakan efek sampingnya yang berbahaya dan pemakaian tidak
boleh dalam jangka waktu lama. Pilihan obat minum untuk anti nyeri lainnya
yaitu obat anti nyeri golongan opioid. Obat golongan opioid merupakan golongan
narkotik. Tentunya obat golongan ini juga harus didapatkan dengan resep dokter.

Terkadang nyeri otot juga ditangani
dengan obat luar atau topical . Obat luar bisa berupa obat oles dan obat transdermal (ditempelkan pada kulit).
Obat luar untuk nyeri otot biasanya berisi non
steroid anti inflamasi drug
(NSAID). Namun pada kasus nyeri otot tertentu
yang tidak membaik dengan terapi fisik, pengobatan luar ataupun obat minum
dapat diterapi dengan obat yang disuntikan lagsung pada bagian yang nyeri. Untuk
obat suntik biasanya berisi obat tunggal atau campuran. Obat tunggal bisa
berupa obat analgesik, obat anasthesi (penghilang sensasi) dan steroid. Obat campuran biasanya berisi
campuran dari obat tunggal, misalya analgesik
dengan steroid. Obat suntik memang memiliki
keuntungan yang yang paling cepat dapat dirasakan penderita, namun obat suntik
merupakan pilihan terakhir untuk menangani nyeri otot. Kadang kali penderita nyeri
otot karena rasa sakit yang tak tertahankan ingin langsung mendapatkan obat
suntik. Padahal hal ini dapat membahayakan penderita karena bila nyeri otot
terbiasa diberikan obat suntik tanpa memperhatikan indikasi tertentu dan
pengobatan yang sudah diberikan sebelumnya, hal ini akan membuat penderita resistant pada obat suntik yang
diberikan. Bila nantinya penderita merasakan nyeri otot yang lebih parah lalu
diberikan obat suntik tersebut, efek yang diberikan obat suntik tersebut akan
berkurang. Selain itu dikarenakan kandungan steroid
pada obat suntik, yang bila diberikan secara berlebihan dan dalam jangka waktu
panjang dapat berdampak serius pada tubuh penderita. Dampak yang dapat timbul
dari pemberian steroid diantaranya
rasa tidak nyaman pada perut, kenaikan berat badan, bengak pada wajah dan
perubahan mood. Maka pemberian obat
suntik pada nyeri otot harus berdasarkan indikasi yang tepat dan dibawah
pengawasan dokter serta harus diperhatikan kemunculan efek sampingnya. (LAM)

Refrensi

Staud,
R., Kizer, T., & Robinson, M. E. (2017). Muscle injections with lidocaine
improve resting fatigue and pain in patients with chronic fatigue
syndrome. Journal of pain research10, 1477-1486.
doi:10.2147/JPR.S139466

Hay K.
M. (1941). Novocain Injection in Myalgia. British Medical Journal2(4206),
247.

Mense
S. (2008). Muscle pain: mechanisms and clinical significance. Deutsches
Arzteblatt international
105(12), 214-9.

Vargas-Schaffer
G. (2010). Is the WHO analgesic ladder still valid? Twenty-four years of
experience. Canadian family physician Medecin de famille canadien56(6),
514-7, e202-5.

https://www.who.int/medicines/areas/quality_safety/Scoping_WHO_GLs_PersistPainAdults_webversion.pdf?ua=1
http://americanpainsociety.org/uploads/education/section_4.pdf
https://www.southwesthealthline.ca/healthlibrary_docs/B.5.3.WHOPainLadder.pdf
https://www.aafp.org/afp/2002/0215/p653.html
https://www.asra.com/page/46/treatment-options-for-chronic-pain
https://www.rxlist.com/pain_medications/drugs-condition.htmhttp://www.flexfreeclinic.com/detail-artikelx/179-Penggunaan-Obat-yang-Tepat-untuk-Nyeri-Otot-dan-Nyeri-Sendi