Persalinan Dengan Metode Water Birth, Amankah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

279

Metode persalinan water birth dilakukan dengan jalan berendam dalam air hangat, metode ini telah banyak dipraktekkan di negara-negara maju seperti di Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan New Zealand. Di Indonesia, persalinan dengan metode ini masih baru. Namun demikian, water birth mulai memiliki peminat, salah satunya adalah Andien (public figure).

Mengapa mulai banyak calon ibu yang meliriknya? Ada beberapa keuntungan dari metode ini baik bagi ibu maupun bagi bayinya,  antara lain :

  1. Mengurangi nyeri

Air hangat dapat mengurangi nyeri dan mengurangi pelepasan hormon stress, sebagai gantinya hormon endorfin yang berfungsi sebagai penghambat rasa sakit dilepaskan lebih banyak.

  1. Pemendekan waktu persalinan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa water birth berpengaruh pada kondisi psikologis ibu dimana ibu merasa lebih rileks dan nyaman sehingga proses di Kala I (pembukaan 1 – 4) berlangsung lebih cepat.

  1. Mengurangi Tindakan Episiotomi

Perineum menjadi lebih lentur saat berada di air hangat, karena air hangat dapat meningkatkan aliran darah sehingga perineum bisa merenggang dengan lebih mudah. Hal ini dapat mengurangi terjadinya robekan pada jalan lahir dan tindakan episiotomi atau pengguntingan jalan lahir saat proses persalinan.

  1. Ekosistem yang Mirip dengan Rahim Ibu

Keuntungan selanjutnya adalah bayi dilahirkan dalam lingkungan yang kondisinya kurang lebih sama dengan kondisi dalam kandungan, sehingga mengurangi stres akibat adaptasi yang mendadak. Dengan berkurangnya resiko stress, komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi juga menurun.

Tapi, jangan mengambil kesimpulan terlalu cepat dahulu, metode water birth juga memiliki beberapa resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan bayi, yaitu :

  1. Infeksi

Apabila air yang digunakan tidak steril atau tercampur dengan kotoran yang dikeluarkan ibu saat mengejan, maka resiko infeksi ini dapat terjadi. Infeksi yang paling banyak terjadi disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa, yang terdapat pada air keran.

  1. Pendarahan Pasca Persalinan

Kemungkinannya lebih sering terjadi pada ibu yang melahirkan anak pertama.

  1. Aspirasi Air

Karena dilahirkan di dalam air, tentu saja ada resiko masuknya air ke dalam saluran pernafasan bayi. Risiko ini dapat dihindari dengan mengangkat bayi sesegera mungkin ke permukaan air.

  1. Hiponatremia

Apabila bayi menghirup sejumlah air, maka perbandingan kadar natrium di dalam cairan tubuhnya akan menurun. Beberapa ahli menyarankan, agar kolam air tempat water birth ditambahkan garam agar suasana air menjadi isotonik, sehingga dapat mencegah terjadinya hiponatremia.

Jadi, silahkan bunda pertimbangkan dengan matang kelebihan dan kekurangan metode water birth ini sebelum memilihnya. . Persalinan ini tentunya akan aman jika dilakukan oleh tenaga ahli yang terlatih dan sesuai dengan prosedur standart yang berlaku. Be wise and stay healthy,moms!

Daftar Pustaka

  1. I Nyoman Satria Pratama, I Nyoman Gede Budiana. Persalinan Dengan Menggunakan Metode Water Birth. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/5818/4380. Di akses : April 2018
  2. Wattis L. In waterbirth–Myths and reality. 2005 . Available at: https:// birthjourney.com/pdfs/waterbirth_realitiees.pdf. Di akses : April 2018

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store