PERSALINAN NORMAL SETELAH OPERASI CAESAR

60

Melahirkan adalah masa yang dinanti-nanti. Jabang bayi yang sudah ditunggu sembilan bulan lamanya akan segera keluar melihat dunia. Pemilihan metode melahirkan masih menjadi tanda tanya di kalangan para ibu. Terutama bagi yang telah melahirkan secara operasi caesar. Melahirkan secara ini dapat menimbulkan trauma tersendiri, bisa karena faktor harus menjalani pembiusan dan pembedahan, maupun penyembuhan luka operasi yang lebih lama. Untuk ibu yang tidak ingin melahirkan secara operasi caesar lagi, ada opsi lain.

Persalinan normal setelah sebelumnya menjalani operasi caesar adalah hal yang mungkin. Istilah dalam bahasa inggrisnya adalh vaginal birth after caesarean section. Beberapa ibu memilih metode ini karena ada manfaat yang didapat, beberapa manfaat tersebut adalah:

  • Memiliki waktu penyembuhan luka yang lebih cepat, sehingga ibu bisa lebih cepat beraktivitas seperti semula.
  • Memiliki prosedur dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan operasi caesar.
  • Keuntungan psikologis, bagi sebagian ibu penting untuk merasakan melahirkan secara normal
  • Jika ingin memiliki anak lagi, persalinan normal lebih menguntungkan karena tidak meninggalkan bekas luka pada rahim pasca operasi.
  • Persalinan normal memiliki risiko pendarahan dan infeksi yang minimal. Risiko ini juga minimal untuk komplikasi yang lain.

Namun tidak semua ibu dapat melakukan persalinan normal setelah menjalani operasi caesar. Ibu dapat menjalani operasi caesar jika:

  • Hamil dengan satu bayi dan sebelumnya menjalani operasi caesar dengan incisi transversum rendah (tanyakan pada dokter spesialis kandungan jenis incise yang digunakan saat akan operasi)
  • Hamil dengan satu bayi dan sebelumnya menjalani operasi cesar dengan insisi tidak diketahui, dan tidak memiliki masalah yang mencegah kelahiran normal.

Ibu tidak bisa menjalani persalinan normal setelah operasi caesar jika ada indikasi berikut ini:

  • Ada kontraindikasi mutlak yang mengakibatkan ibu tidak bisa melahirkan secara normal, biasanya hal ini sudah dijelaskan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi saat melahirkan operasi caesar
  • Pernah memiliki riwayat ruptur uteri
  • Operasi caesar sebelumnya menggunakan insisi klasik (tanyakan pada dokter spesialis obstetric dan ginekologi
  • Pernah menjalani operasi di uterus seperti pengangkatan kista fibroid

Pengambilan keputusan untuk metode persalinan tidak bisa dilakukan sendiri. Konsultasi dengan dokter spesialis obstetric dan ginekologi adalah hal yang wajib. Bahkan sebelum itu, konsultasi dengan dokter spesialis obstetric juga wajib dilakukan sebelum merencanakan memiliki anak. Hal ini dikarenakan ada sebagian ibu yang memiliki risiko tinggi jika hamil lagi. Risiko yang jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang cukup, dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi.

Kehamilan dan melahirkan adalah fase yang penting. Secara umum dua fase ini tidak menimbulkan risiko yang berarti jika sebelumnya telah menjalani pemeriksaan yang menyeluruh di fasilitas kesehatan. Penting untuk mengetahui rambu-rambu medis yang diperlukan sebelum mengambil keputusan medis mengenai persalinan. (RPG)

Sumber

Bibliography

MAYO CLINIC. 2018. Mayo Clinic. [online]. [Accessed 4 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://mayoclinic.org/tests-procedures/vbac/about/pac-20395249>