PERSALINAN NORMAL SETELAH OPERASI CAESAR

43

Melahirkan adalah
masa yang dinanti-nanti. Jabang bayi yang sudah ditunggu sembilan bulan lamanya
akan segera keluar melihat dunia. Pemilihan metode melahirkan masih menjadi
tanda tanya di kalangan para ibu. Terutama bagi yang telah melahirkan secara
operasi caesar. Melahirkan secara ini
dapat menimbulkan trauma tersendiri, bisa karena faktor harus menjalani
pembiusan dan pembedahan, maupun penyembuhan luka operasi yang lebih lama.
Untuk ibu yang tidak ingin melahirkan secara operasi caesar lagi, ada opsi lain.

Persalinan normal
setelah sebelumnya menjalani operasi caesar
adalah hal yang mungkin. Istilah dalam bahasa inggrisnya adalh vaginal birth after caesarean section.
Beberapa ibu memilih metode ini karena ada manfaat yang didapat, beberapa
manfaat tersebut adalah:

  • Memiliki waktu
    penyembuhan luka yang lebih cepat, sehingga ibu bisa lebih cepat beraktivitas
    seperti semula.
  • Memiliki prosedur
    dan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan operasi caesar.
  • Keuntungan
    psikologis, bagi sebagian ibu penting untuk merasakan melahirkan secara normal
  • Jika ingin
    memiliki anak lagi, persalinan normal lebih menguntungkan karena tidak
    meninggalkan bekas luka pada rahim pasca operasi.
  • Persalinan normal
    memiliki risiko pendarahan dan infeksi yang minimal. Risiko ini juga minimal
    untuk komplikasi yang lain.

Namun tidak semua
ibu dapat melakukan persalinan normal setelah menjalani operasi caesar. Ibu dapat menjalani operasi caesar jika:

  • Hamil dengan satu
    bayi dan sebelumnya menjalani operasi caesar dengan incisi transversum rendah
    (tanyakan pada dokter spesialis kandungan jenis incise yang digunakan saat akan
    operasi)
  • Hamil dengan satu
    bayi dan sebelumnya menjalani operasi cesar dengan insisi tidak diketahui, dan
    tidak memiliki masalah yang mencegah kelahiran normal.

Ibu tidak bisa
menjalani persalinan normal setelah operasi caesar jika ada indikasi berikut
ini:

  • Ada kontraindikasi
    mutlak yang mengakibatkan ibu tidak bisa melahirkan secara normal, biasanya hal
    ini sudah dijelaskan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi saat
    melahirkan operasi caesar
  • Pernah memiliki
    riwayat ruptur uteri
  • Operasi caesar sebelumnya menggunakan insisi
    klasik (tanyakan pada dokter spesialis obstetric dan ginekologi
  • Pernah menjalani
    operasi di uterus seperti pengangkatan kista fibroid

Pengambilan
keputusan untuk metode persalinan tidak bisa dilakukan sendiri. Konsultasi
dengan dokter spesialis obstetric dan ginekologi adalah hal yang wajib. Bahkan
sebelum itu, konsultasi dengan dokter spesialis obstetric juga wajib dilakukan
sebelum merencanakan memiliki anak. Hal ini dikarenakan ada sebagian ibu yang
memiliki risiko tinggi jika hamil lagi. Risiko yang jika dibiarkan tanpa
penanganan medis yang cukup, dapat membahayakan nyawa ibu dan bayi.

Kehamilan dan melahirkan
adalah fase yang penting. Secara umum dua fase ini tidak menimbulkan risiko
yang berarti jika sebelumnya telah menjalani pemeriksaan yang menyeluruh di
fasilitas kesehatan. Penting untuk mengetahui rambu-rambu medis yang diperlukan
sebelum mengambil keputusan medis mengenai persalinan. (RPG)

Sumber

Bibliography

MAYO CLINIC. 2018. Mayo Clinic. [online].
[Accessed 4 March 2019]. Available from World Wide Web: <https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/vbac/about/pac-20395249>