Pertolongan Pertama Kejang Demam Pada Anak

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

164

Pernakah Anda mendapati si kecil kejang saat demam? Menghadapi buah hati yang kejang demam seringkali menimbulkan kepanikan tersendiri bagi orang tua. Apa yang pertama kali Moms lakukan saat menghadapi si kecil kejang?

Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat celsius atau lebih yang disebabkan proses di luar otak. Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas kejang demam adalah demamnya mendahului kejang, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali.

Sebagian besar kasus kejang demam tidak memiliki dampak jangka panjang. Kejang demam sederhana tidak akan menyebabkan kerusakan otak, kesulitan belajar, ataupun gangguan mental. Selain itu, kejang demam juga bukan gejala dari penyakit epilepsi pada anak; kejang berulang akibat sinyal elektrik tidak normal dalam otak.

Perlu dicatat, tidak semua anak demam tinggi selalu disertai kejang. Tidak diketahui secara pasti mengapa demam dapat menyebabkan kejang pada satu anak dan tidak pada anak lainnya, namun diduga ada faktor genetik yang berperan. Umumnya kejang demam akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Gejala kejang demam berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahannya. Dalam tingkatan yang masih tergolong ringan hingga menengah, gejala yang muncul biasanya berupa mata yang tampak terbuka lebar (terbelalak). Sedangkan pada tingkat keparahan yang lebih tinggi, gejala bisa berupa tubuh yang mengejang atau otot-otot menegang.

Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal-hal berikut:

  1. Tetap tenang dan tidak panik
  2. Letakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah.
  3. Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak.
  4. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Memasukkan sendok, kayu, jari orangtua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka
  5. Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang.
  6. Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat.
  7. Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orangtua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di atas, obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Tidak semua kejang yang disertai demam adalah kejang demam. Apabila kejang terjadi di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun, atau setelah kejang anak tetap tidak sadar, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan penyebab lain kejang seperti meningitis, ensefalitis, atau epilepsi.

Untuk itu, kepada orang tua harus lebih memperha­ti­kan si anak terutama jika si anak pernah mengalami ke­jang demam. Seringlah me­meriksakan keadaan si anak ke dokter agar tidak mempe­ngaruhi perkembangan otak si anak sehingga, si anak da­pat tumbuh dengan baik dan normal. (RH)

DAFTAR PUSTAKA

Soebadi A. 2014. Kejang Demam Tidak Seseram Yang Dibayangkan. Available at https://idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kejang-demam-tidak-seseram-yang-dibayangkan

Baumann R.J. 2017. Pediatric Febrile Seizures. Available at https://emedicine.medscape.com/article/1176205-overview


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store