PERTOLONGAN PERTAMA LUKA GIGITAN ANJING

1

Anjing adalah salah satu hewan yang umum dipelihara banyak orang. Kepandaian dan kesetiaannya membuat orang menyukai hewan berbulu ini. Apalagi banyak pilihan jenis dan ukuran anjing untuk dipelihara. Namun harus diingat bahwa anjing juga memiliki naluri pemangsa. Mereka keturunan predator yang dilengkapi kemampuan untuk menyerang. Maka bisa saja peliharaan lucu Anda itu tiba-tiba menggigit.

Penting untuk mengetahui pola gigitan anjing. Gigi anjing bagian depan biasanya digunakan untuk menangkap korban, sedangkan gigi lainnya menarik kulit di sekitarnya saat mereka mulai menggigit. Hasil dari gigitannya bisa menjadi lubang pada kulit seperti luka tusukan, yang dibuat oleh gigi depan anjing, dan adanya luka di bagian kulit yang tergores.

Perlu diketahui bahwa luka karena gigitan anjing dapat berpotensi menyebabkan rabies. Rabies merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf. Di Indonesia, 98% kasus rabies disebabkan oleh gigitan anjing dan 2% sisanya oleh kera. Gejala yang dialami penderita rabies terlihat ringan pada awalnya yaitu demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, mudah lelah, gelisah, mudah marah, muntah, sulit tidur. Pada kasus yang lebih parah, penderita akan mengamuk tanpa sebab atau mengalami kelumpuhan otot.

Biasanya, area tubuh seperti bibir, pipi, dan leher adalah yang paling umum terkena gigitan anjing jika korban adalah anak-anak. Sementara untuk orang dewasa, area yang menjadi sasaran adalah lengan, kaki, dan tangan.

Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena langkah berikut ini bisa kamu lakukan sebagai pertolongan pertama jika digigit anjing yang dicurigai menderita rabies:

  1. Cuci luka gigitan memakai sabun/deterjen dengan air mengalir selama 10-15 menit
  2. Beri anti septik pada luka gigitan (povidoneiodine)
  3. Segera bawa ke pusat kesehatan atau rabies center untuk pemberian vaksin anti rabies (VAR).
  4. Lanjutkan pengobatan dengan melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan
  5. Hindari memberikan bahan yang menyebabkan iritasi pada luka seperti bubuk cabe, air perasan tanaman, asam atau alkali serta jangan menutup luka dengan kain pembalut atau perban

Selain pengobatan pada korban gigitan anjing Sebaiknya juga memeriksa keadaan binatang yang menggigit, terutama melakukan analisis otak dari binatang tersebut atau bisa juga dengan menangkap binatang hidup-hidup dan tunggu hingga 14 hari. Jika binatang tersebut mati maka sudah pasti binatang tersebut mengandung virus rabies. Binatang rabies bisa dideteksi dengan perilaku yang agresif, mata merah, menggigit apa saja dan banyak mengeluarkan lendir dari mulutnya.

Jika Anda memiliki hewan peliharaan, tidak ada salahnya untuk melakukan vaksin rabies terhadap binatang tersebut. Dan segera melakukan pemeriksaan jika tergigit oleh binatang pembawa virus rabies yaitu anjing, kucing dan monyet.(RH)

Daftar Pustaka

  1. Purnamasari, et al. (2017). Pengendalian dan Manajemen Rabies pada Manusia di Area Endemik. Cermin Dunia Kedokteran, 44(1), pp.66-69
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2014). Pusat data Dan Informasi. Situasi dan Analisis Rabies