Pertolongan Pertama Saat Keseleo Atau Terkilir

93

Keseleo atau terkilir merupakan bentuk cedera yang paling umum terjadi, terutama pada olahragawan. Keseleo biasanya terjadi ketika telapak kaki menghadapa ke sisi dalam atau sisi luar saat berjalan, saat menyentuh lain ketika melompat, terjatuh. Keseleo atau terkilir juga biasa terjadi pada persendian lain selain kaki, seperti siku, pergelangan tangan. Keseleo terjadi ketika melakukan gerakan yang salah, mengangkat benda yang berat dengan cara yang tidak benar, gerakan yang berulang-ulang

Keseleo adalah istilah yang sering digunakan untuk luka pada bagian ligamen atau otot sendi. Otot sendi yang berfungsi menyokong sambungan kedua bagian tulang tubuh mengalami peregangan atau sobek.

Apakah penyebab keseleo ?

Penyebab keseleo adalah karena peregangan otot yang melebihi kapasitas normal dan dapat menyebabkan cedera ligament. Keseleo juga dapat terjadi jika bagian tubuh tertentu menerima beban berat dank eras sehingga tidak mampu meneriman beban tersebut.

Apa gejala-gejala keseleo ?

Gejala keseleo adalah sakit dan pembengkakan pada bagian sambungan tulang, apabila diraba terasa empuk dan warna kulit menghitam atau membiru pada sekitar luka. Rasa dingin atau mati rasa disaerah yang keseleo. Tidak dapat menanggung beban berat, atau jika pada kaki tidak dapat dipakai berjalan. Semakin parah keseleo terjadi,nyeri yang dirasakan akan semakin parah dan bengkak yang terjadi juga semakin besar. Jika keseleo terjadi pada anak-anak, kemungkinan disertai demam, terutama saat malam hari.

Apakah pertolongan pertama yang dapat diberikan pada penderita keseleo ?

Seringkali terjadi kita ingin memberikan pertolongan kepada orang lain tetapi tindakan yang kita berikan malah memperburuk gejala-gejala yang ada. Misalnya pada cedera ankle, kita sering melakukan gerakan menekuk kaki seperti orang terkena kram otot, padahal ini adalah tindakan yang salah.

Para dokter menyarankan untuk melakukan tindakan RICE dalam menangani keseleo. Apakah RICE itu ? RICE adalah singkatan dari :

  • Rest (istirahat)

Masa 24-48 jam pertama setelah cedera adalah masa kritis sehingga perlu membatasi aktivitas. Cobalah untuk tidak bergerak atau memberikan tekanan pada sendi yang terkena. Seringkali penggunaan selempang (sling), bebat atau kruk diperlukan untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang terkilir. Tujuannya untuk melindungi daerah yang keseleo agar tidak bertambah parah.

  • Ice (es)

Dalam 2 x 24 jam pertama setelah cedera, tempelkan kantung es pada bagian yang keseleo selama 20 menit setiap 3-4 jam sekali. Jangan menempelkan es selama lebih dari 20 menit pada satu waktu karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa sakit di bagian yang keseleo dan mengurangi peradangan yang menyebabkan bengkak.

  • Compression (kompresi)

Gunakan pembalut elastis untuk membungkus anggota tubuh yang keseleo. Balutan harus kuat namun jangan terlalu ketat sehingga tetap nyaman dan tidak memotong sirkulasi darah ke anggota tubuh tersebut. Jika anggota tubuh menjadi dingin, biru atau kesemutan maka perlu melepaskan pembalut dan lakukan pembalutan ulang dengan rapi. Tujuannya adalah untuk mengurangi pergerakan daerah yang keseleo dan juga mencegah terjadinya pembengkakan, hal ini dapat dilakukan selama 2 sampai 7 hari.

  • Elevate (tinggikan)

Angkatlah anggota tubuh yang keseleo dengan posisi lebih tinggi dari jantung, jika memungkinkan dapat melakukannya dengan berbaring dan menempatkan bantal di bawah lengan atau kaki yang cedera. Tujuannya untuk mengurangi pembengkakan pada bagian yang keseleo.

Metode RICE, sebaiknya diterapkan selama 48 hingga 42 jam pasca cedera. Sebaiknya menghidari pemijatan atau urut karena dapat memperparah cedera. Baru setelah menjalani metode ini (RICE), pasien boleh mendapat terapi lainnya seperti fisioterapi, terapi panas atau pemijatan. Selain keempat langkah di atas, dapat juga minum obat pereda nyeri. Bila keadaan belum membaik segera bawa ke dokter atau Rumah Sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Setelah gejala mereda, latihan ringan dapat dilakukan untuk mengembalikan kekuatan dan mobilitas. Untuk kasus keseleo berat, pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki ligamen atau otot yang robek.