Pertolongan Pertama Untuk Cedera Olahraga

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

254

Olahraga adalah salah satu elemen penting untuk optimalisasi kesehatan Anda. Hampir semua olahraga melibatkan kekuatan otot, mulai dari otot belakang leher hingga otot kaki. Apabila kurang hati-hati, alih-alih menjaga kebugaran tubuh, olahraga malah membuat cedera dan menyebabkan tubuh sulit untuk digerakkan. Akhirnya hal ini malah berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari Anda.

Cedera ketika berolahraga biasanya terjadi karena otot-otot pada tubuh belum siap untuk digunakan. Jika otot tubuh kita masih dalam keadaan kaku dan tiba-tiba dipaksakan untuk bekerja, rentan mengalami kerusakan atau robekan pada daerah otot maupun ligament. Robekan ini yang memberikan efek bengkak dan nyeri. Sebelum berolahraga, sebaiknya melakukan tahap pemanasan, sehingga otot-otot siap melakukan gerakan-gerakan olahraga.

Selain mengetahui kemungkinan penyebab cedera, sebaiknya Anda juga mengetahui pertolongan pertama apa yang dapat dilakukan untuk meminimalisir komplikasi akibat cedera olahraga. Pertoongan pertama ini biasa disebut R-I-C-E, yang terdiri dari Rest, Ice, Compress, dan Elevation. Berikut penjelasannya.

  1. Rest (Istirahat)

Saat timbul cedera, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah menghentikan aktivitas olahraga sesegera mungkin. Dengan mengistirahatkan bagian yang mengalami cedera, anda dapat membantu proses pemulihan dan meminimalisir cedera. Waktu istirahat ditentukan oleh tingkat keparahan cedera.

  1. Ice (Kompres Dingin)

Kompres bagian yang cedera menggunakan es. Kompers dingin ini dapat diulang setiap 4-5 jam sekali selama 20-30 menit. Cara ini dapat mengurangi nyeri dan bengkak akibat cedera.

  1. Compress (Balut)

Balut bagian tubuh yang mengalami cedera dengan perban elastis. Pembalutan harus dilakukan dengan baik dan tidak terlalu ketat. Tindakan ini bertujuan untuk menurunkan tingkat keparahan cedera dan meminimalisir pergerakan.

  1. Elevation (Tinggikan bagian yang cedera)

Naikkan bagian yang cedera lebih tinggi dari jantung. Hindari menumpu beban pada anggota tubuh yang cedera. Posisi ini dapat mengurangi nyeri dan mengurangi aliran darah ke bagian tersebut yang menambah parah peradangan yang terjadi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hindari mengurut bagian tubuh yang mengalami cedera karena ini dapat berpotensi untuk menambah tingkat keparahannya, belum lagi jika dioles dengan sesuatu yang bersifat panas. Jika cedera yang dialami tidak membaik setelah beberapa hari dengan melakukan cara di atas, sebaiknya anda segera mengkonsultasikannya dengan dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lanjutan.

Cedera olahraga sebenarnya dapat dihindari apabila Anda memahami bagaimana cara dan gerakan berolahraga yang baik. Siapkan pakaian dan sepatu olahraga yang cocok karena tidak semua sepatu cocok untuk semua jenis olahraga. Kemudian yang paling penting adalah memilih jenis olahraga yang sesuai dengan umur dan kondisi kesehatan Anda. (RH/CM)

Daftar Pustaka:

  1. Taylor, M. Paul, DKK. 2002. Mencegah & Mengatasi Cedera Olahraga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
  2. American Academy of Family Physicians. Ankle sprains: healing and preventing injury. FamilyDoctor.org, December 2010. Available at
  3. http://familydoctor.org/familydoctor/en/prevention-wellness/staying-heal./

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store