Perut Kok Kembung Terus?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

176

Apakah Anda pernah merasa perut sering kembung? Mungkin saat itu Anda berpikir bahwa perut Anda terasa penuh karena makan yang berlebihan, terlalu banyak gas yang ada dalam perut, atau mungkin terdapat suatu masalah kesehatan. Perut kembung dapat menjadi suatu gangguan pencernaan yang perlu diwaspadai. Gangguan ini tentunya tidak saja terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Nah, untuk itu kita perlu tahu dan paham mengenai gangguan perut kembung ini.

Apa sih perut kembung itu?

Pada kondisi ini perut terasa bengkak setelah makan dan biasanya disebabkan oleh produksi gas berlebihan atau gangguan dalam pergerakan otot-otot sistem pencernaan.

Apa penyebab perut kembung?

Gas adalah penyebab paling umum kembung, terutama setelah makan. Gas menumpuk di saluran pencernaan ketika makanan tidak dicerna menjadi rusak atau menelan udara. Semua orang menelan udara saat mereka makan atau minum. Tetapi beberapa orang dapat menelan lebih banyak daripada yang lain, terutama jika saat makan atau minum terlalu cepat, mengunyah permen karet, merokok, dan mengonsumsi minuman bersoda. Selain itu, gejala ini dapat juga disebabkan karena faktor medis seperti:

  1. Penyakit radang usus
  2. Intoleransi makanan
  3. Penambahan berat badan
  4. Fluktuasi hormonal (terutama untuk wanita)
  5. Gangguan makan seperti anorexia
  6. Faktor kesehatan mental seperti stres, kecemasan, depresi
  7. Kurangnya bakteri “baik” di dalam saluran pencernaan
  8. Sembelit

Apa saja sih gejala perut kembung?

  1. Sensasi penuh, sesak, atau terasa bengkak pada perut
  2. Rasa sakit yang muncul bisa menyebabkan kram perut.
  3. Frekuensi bersendawa menjadi lebih sering.
  4. Perut terasa bergejolak.
  5. Buang angin secara berlebihan.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Biasanya, perut kembung dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika gejala tidak membaik setelah perubahan pola makan dan kebiasaan makan maka harus segera konsultasi ke dokter. Berikut gejala-gejala yang perlu Anda periksakan ke dokter:

  1. Nyeri dada
  2. Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  3. Diare
  4. Sakit perut parah yang tidak segera hilang
  5. Perubahan warna atau frekuensi buang air besar
  6. Demam tinggi
  7. Muntah

Bagaimana cara untuk mencegah dan mengobati kondisi perut kembung?

Dalam banyak kasus, gejala perut kembung bisa berkurang atau bahkan dicegah dengan mengadopsi beberapa perubahan gaya hidup sederhana yaitu:

  1. Menurunkan berat badan, jika kelebihan berat badan
  2. Mengurangi banyaknya udara yang ditelan dengan cara:
  • Menghindari menguyah permen karet.
  • Membatasi asupan minuman bersoda
  • Menghindari minum dengan menggunakan sedotan
  • Hindari makanan yang menyebabkan gas, seperti makanan berlemak, makan pedas, junkfood, kopi, dan kacang-kacangan
  • Makanlah secara perlahan
  • Gunakan produk susu bebas laktosa
  • Konsumsi prebiotik
  1. Makanlah makanan yang dapat membantu mengatasi perut kembung seperti makanan tinggi serat. Serat dapat diperoleh dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan nasi merah.
  2. Konsumsilah bahan-bahan alami yang dapat mengobati perut kembung seperti papermint, jahe dan royal jeli.

Berkonsultasilah dengan dokter jika perubahan gaya hidup dan diet tidak meredakan perut kembung. Dokter akan merekomendasikan pengobatan seperti antibiotik, antispasmodik, atau antidepresan, tentu yang disesuaikan dengan kondisi Anda. Oleh sebab itu, cara baik untuk tidak mengalami perut kembung adalah menjaga pola makan dan melakukan kebiasaan makan yang menyehatkan. (LM/CM)

Referensi

  1. Abdominal bloating: Causes, Symptoms and Diagnosis. (2018). Retrieved from https://www.healthline.com/symptom/abdominal-bloating
  2. Proven Ways to Reduce or Eliminate Bloating. (2018). Retrieved from https://www.healthline.com/nutrition/11-proven-ways-to-reduce-bloating#section1

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store