Pikun

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

175

Pikun sangat identik dengan kondisi orang tua. Ternyata, hal ini tidak hanya terjadi secara alami, melainkan bisa juga karena disebabkan penyakit berbahaya!

Pikun yang Perlu Diwaspadai

Dalam dunia kedokteran, ada suatu gejala penyakit yang dikenal sebagai demensia. Berbeda dengan pikun yang terjadi secara alami, gejala gangguan memori pada demensia terjadi lebih cepat (progresif). Ada dua kondisi yang menjadi biang keladi demensia, yaitu penyakit Alzheimer dan gangguan pembuluh darah.

Gejala demensia tingkat ringan adalah lupa meletakkan barang-barang yang digunakan sehari-hari. Kemudian, gejala bertambah berat dan berubah menjadi gangguan memori singkat (lupa kejadian yang baru terjadi). Jika tidak ditangani, kondisi ini akan semakin buruk. Bahkan hingga menyebabkan kehilangan memori jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain memengaruhi memori, demensia juga menyebabkan gangguan bahasa dan komunikasi, kemampuan untuk fokus, kemampuan menganalisa sebab-akibat, kemampuan membuat keputusan, serta persepsi visual. Tak hanya itu, penyakit demensia juga menuntun penderitanya untuk mengalami perubahan kepribadian dan mood, seiring dengan perburukan gangguan memori yang terjadi.

Jika orang terdekat Anda mengalami gejala pikun yang semakin memberat disertai gangguan komunikasi atau berpikir dan perubahan kepribadian, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter. Jangan sampai terlambat, karena demensia dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya secara menyeluruh.

Beberapa hal yang meningkatkan risiko Anda terkena penyakit pikun adalah:

Penyakit pikun tidak memerlukan pengobatan. Pasalnya beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu Anda mengatasi pikun. Latihan otak, menemukan hobi atau minat baru, dan terlibat dalam banyak aktivitas akan membantu berpikir cepat. Membatasi alkohol juga akan mencegah kerusakan otak.

Pasien juga dapat menggunakan metode obat pikun lainnya, seperti:

  • Membuat rencana dan daftar aktivitas.
  • Menggunakan catatan, kalender, dan benda yang membantu mengingat lainnya.
  • Keluarga dan teman dapat membantu orang mengingat rutinitas harian, aktivitas, dan kontak sosial.
  • Stres, kecemasan, atau depresi dapat membuat orang pelupa. Jika terus berlangsung, pengobatan dapat termasuk konseling, pengobatan, atau keduanya yang lebih sering.
  • Pada pasien Alzheimer di tahap awal dan menengah, obat-obatan mungkin mencegah memburuknya gejala.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi pikun?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi pikun:

  • Kunjungi dokter secara teratur.
  • Latihan otak dengan mengembangkan hobi dan minat baru.
  • Membuat daftar aktivitas, gunakan catatan, kalender, dan pengingat yang membantu ingatan lainnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda. (EDA)

Sumber :


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store