Polusi Suara, Berbahayakah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

297

Pernahkah Anda mendengar suara dentuman musik yang menggelegar, atau suara mesin sebuah pabrik yang terasa sampai menggetarkan gendang telinga? Itu adalah salah satu contoh dari polusi suara. Polusi suara atau pencemaran suara adalah gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh bunyi atau suara yang mengakibatkan ketidaktentraman mahluk hidup di sekitarnya.

Sebagai conntoh beberapa bunyi/suara yang menimbulkan kebisingan yang kekuatannya diukur dengan dB atau decibel adalah :

  1. Orang rebut = 80 dB
  2. Suara kereta api = 95 dB
  3. Mesin motor 5 pk = 104 dB
  4. Suara petir = 120 dB
  5. Pesawat jet tinggal landas = 150 dB

Pencemaran bunyi dapat menyebabkan gangguan seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan komunikasi dan ketulian. Ada yang menggolongkan gangguannya berupa gangguan Non Auditory seperti gangguan komunikasi, ancaman bahaya kenderaan, keselamatan, menurunnya performa kerja, stress, dan kelelahan.

Pada umumnya, bising bernada tinggi sangat menganggu, apalagi bila terputus-putus atau yang datangnya tiba-tiba. Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, peningkatan nadi, konstriksi pembuluh darah perifer terutama pada tangan dan kaki, serta dapat menyebabkan pucat, dan gangguan sensoris. Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan pusing/sakit kepala. Hal ini disebabkan bising dapat merangsang situasi reseptor vestibular dalam telinga dalam yang akan menimbulkan efek pusing berputar/vertigo. Perasaan mual, susah tidur, dan sesak nafas disebabkan oleh rangsangan bising terhadap sistem saraf, keseimbangan organ, kelenjar endokrin, tekanan darah, sistem pencernaaan, dan keseimbangan elektrolit.

Gangguan psikologis akibat polusi suara dapat berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, dan cepat marah. Bla kebisingan diterima dalam waktu lama dapat menyebabkan penyakit psikosomatik berupa gastritis, jantung, stres, kelelahan dan lain-lain.

Gangguan lain yang dapat terjadi adalah gangguan komunikasi biasanya disebabkan masking effect (bunyi yang menutupi pendengaran yang kurang jelas) atau gangguan kejelasan suara. Komunikasi pembicaraan harus dilakukan dengan cara berteriak. Gangguan ini menyebabkan terganggunya pekerjaan, sampai pada kemungkinan terjadinya kesalahan karena tidak mendengar isyarat atau tanda bahaya. Gangguan komunikasi ini secara tidak langsung membahayakan keselamatan seseorang.

Pengaruh utama dari bising pada kesehatan adalah kerusakan pada indera pendengaran, yang menyebabkan tuli prograsif dan efek ini telah diketahui dan diterima secara umum dari zaman dulu. Mula-mula efek bising pada pendengaran adalah sementara dan pemulihan terjadi secara cepat sesudah pekerjaan di area bising dihentikan. Akan tetapi apabila bekerja terus-menerus di area bising maka akan terjadi tuli menetap dan tidak normal kembali, biasanya dimulai pada frekuensi 4000 Hz dan kemudian makin meluas ke frekuensi sekitarnya dan akhirnya mengenai frekuensi yang biasanya digunakan untuk percakapan.

Lantas bagaimanakan cara untuk mencegah dan menaggulangi pemcemaran suara?

Banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya dengan menggunakan alat/bahan peredam suara, bahan tersebut ditempatkan di sekitar sumber bising atau didinding ruang yang intensitas bisingnya mau dikurangi. (EDA)

Sumber:

  • Dewanti RA, Sudamadji., 2015. Analisis Dampak Intensitas Kebisingan Terhadap Gangguan Pendengaran Ptugas Laundry. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 8 No. 2
  • Rahayu S, Prihandono T, Handayani RD., Pengaruh Tingkat Kebisingan Lalulintas Terhadap Tingkat Kenyamanan Siswa Saat Pembelajaran di Sekolah Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember
  • Pencemaran Suara. https://pollutiononmyearth.weebly.com/pencemaran-suara.html

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store