POLYCYSTIC OVARIAN SYNDROME & GANGGUAN HORMONAL

6

PCOS (polycystic ovarian syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Kondisi ini menyebabkan hormon wanita menjadi tidak seimbang karena hal-hal yang tidak diketahui.

Tanda awal PCOS adalah masa subur yang tidak beraturan, meningkatnya kadar hormon pria dalam tubuh wanita, dan munculnya banyak kista (kantong berisi cairan) pada ovarium. Biasanya gejala PCOS akan semakin terlihat ketika wanita memasuki usia 16 sampai 24 tahun. Beberapa gejala-gejala umum PCOS adalah:

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan, biasanya di punggung, bokong, wajah, atau dada
  • Kulit berminyak atau berjerawat
  • Depresi
  • Kesulitan untuk hamil
  • Rambut kepala rontok atau menipis
  • Berat badan bertambah
  • Menstruasi tidak teratur

Sampai saat ini penyebab pasti PCOS masih belum diketahui, tapi diduga ada hubungannya dengan kadar hormon yang tidak normal. Beberapa faktor yang mungkin bisa mendorong terjadinya PCOS, yaitu:

  • Resistensi terhadap insulin
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Faktor keturunan

Jika tidak segera ditangani, wanita yang menderita PCOS berisiko terkena beberapa penyakit seperti:

  • Diabetes mellitus tipe 2
  • Sindrom metabolik
  • Tekanan darah tinggi
  • Perlemakan hati non-alkoholik
  • Meningkatnya kadar kolesterol darah
  • Infertilitas
  • Sleep apnea
  • Kadar lemak darah tidak normal
  • Gangguan menstruasi berupa perdarahan abnormal dari rahim

Untuk mendiagnosis PCOS pada seorang wanita, dokter akan melakukan berbagai rangkaian pemeriksaan yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan mencatat beberapa informasi penting tentang tubuh penderita seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, keadaan kulit, menghitung indeks massa tubuh, memeriksa payudara, perut, dan kelenjar tiroid. Dokter juga akan memeriksa organ reproduksi wanita.

  • Tes darah

Penderita akan diminta untuk menjalani tes darah untuk mengukur kadar hormon, kadar gula darah dan tingkat kolesterol.

  • Tes ultrasound

Tes ini dilakukan untuk memperlihatkan jumlah kista dalam ovarium dan ketebalan dinding uterus.

PCOS tidak bisa disembuhkan, namun gejala-gejalanya dapat dikendalikan. Penanganan yang bisa ditempuh oleh penderita PCOS anra lain:

  • Mengubah gaya hidup

Penderita PCOS yang obesitas, bisa mulai untuk menurunkan berat badan. Lalu penderita PCOS yang merokok disarankan untuk berhenti, sebab wanita perokok punya kadar hormon androgen lebih tinggi dibanding wanita non-perokok.

  • Pembedahan

Pembedahan kecil yang disebut Laparoscopic Ovarian Drilling (LOD) dapat menjadi pilihan untuk menangani masalah kesuburan yang disebabkan PCOS.

  • Terapi hormon 

Terapi hormon bisa dilakukan bagi penderita PCOS yang tidak ingin merencanakan kehamilan. Terapi ini bisa menormalkan siklus menstruasi, mencegah kanker uterus, pertumbuhan rambut yang berlebihan, munculnya jerawat, dan rontoknya rambut kepala. (REG/CM)

Sumber:

  1. NHS Choices UK. Health A-Z. Polycystic Ovary Syndrome. 2016
    1. Mayo Clinic. Diseases and Conditions. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).  2017