POSISI SUNGSANG: LAHIRAN NORMAL ATAU SESAR, YA DOK?

122

Anda pernah mendengar tentang posisi sungsang dalam kehamilan? Tahukah Anda bahwa posisi bayi yang normal adalah kepala berada di bawah, maka posisi lainnya dianggap tidak normal? Tahukah Anda bahwa posisi sungsang sejatinya bisa dilahirkan secara normal? Mari simak artikel berikut untuk bahas secara tuntas!

Seberapa Sering Posisi Sungsang Terjadi?

Anda perlu tahu bahwa posisi sungsang sering terjadi pada sekitar 15% kehamilan, tepatnya diusia kandungan 29 hingga 32 minggu. Sejatinya, posisi sungsang sering terjadi pada dua trimester pertama kehamilan, karena pada 6 bulan pertama ini bayi sering bergerak, namun posisi sungsang ini dianggap tidak normal bila terjadi di masa akhir kehamilan.

Secara teori, bayi sungsang masih punya kesempatan untuk berputar dan kembali ke posisi yang normal yaitu kepala di bawah. Proses berputar ini bisa terjadi pada saat persalinan dimulai, sayangnya, hal tersebut hanya terjadi pada sekitar 25% kehamilan saja, jadi masih lebih banyak jumlah ibu hamil yang mendapati anaknya tidak berputar posisi. Lantas, apakah harus operasi? Tidak juga.

Apa Pilihan Proses Persalinan yang Bisa Dilakukan?

Jika bayi sungsang tidak berputar secara alami, dokter akan mencoba memutar janin dengan cara memberikan tekanan pada perut ibu dan mencoba mengubah posisi bayi menjadi kepala-kepala. Prosedur ini berhasil pada sekitar 50% bayi sungsang. Jika prosedur ini tidak berhasil, maka dokter harus mempersiapkan kelahiran sungsang (secara normal). Namun, operasi caesar juga dapat dilakukan dan dianggap sebagai metode teraman untuk melahirkan bayi sungsang karena ada beberapa risiko yang terlibat dalam persalinan bayi sungsang secara normal.

Kriteria Persalinan Normal untuk Posisi Sungsang

Bila Anda meyakini untuk tetap melakukan persalinan normal di posisi bayi sungsang, Anda perlu tahu bahwa terdapat beberapa kondisi yang perlu diperhatikan yaitu,

  1. Bayi cukup bulan (minimal 37 minggu kehamilan)
  2. Bayi tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan saat detak jantungnya dipantau dengan ketat.
  3. Proses persalinan lancar dengan pelebaran mulut rahim yang sesuai dengan waktu dan kondisi saat bayi turun.
  4. Petugas kesehatan memperkirakan bahwa bayinya tidak terlalu besar atau panggul ibu tidak terlalu sempit untuk dilewati bayi secara aman melalui jalan lahir normal. Bayi dengan berat badan 2.500g dan 4000g dianggap sebagai normal.

Jika Anda memenuhi kriteria di atas, maka persalinan normal masih dapat dilakukan.

Kapan Operasi Pada Posisi Sungsang Dilakukan?

Operasi caesar adalah pilihan yang aman dalam kasus sungsang dengan dua kaki berada di bawah, panggul kecil atau sempit dan janin yang sangat besar. Keputusan mengenai cara persalinan bayi sungsang dibuat berdasarkan masing-masing individu. Pada beberapa wanita dengan posisi bayi sungsang yang masih dalam periode prematur, cara persalinan yang disarankan adalah secara sesar, namun karena hingga saat ini kasus kematian janin di dalam rahim atau risiko ibu yang tinggi akibat operasi caesar, maka juga dianjurkan persalinan normal dengan bantuan obat perangsang.  

Jadi, apa pilihan persalinan Anda jika bayi Anda dalam posisi sungsang? Jangan ragu untuk konsultasikan pada dokter atau bidan Anda. (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Susha Cheriyedath. 2018. Breeched Birth: Caesarean Section or Vaginal Delivery? News Medical Life Science, dapat diakses melalui https://news-medical.net/health/Breeched-Birth-Caesarean-Section-or-Vaginal-Delivery.aspx
  2. Genevieve Howland. 2018. Breech Birth: What Are Your Options for Delivery? Mama Natural, diakses melalui https://mamanatural.com/breech-birth/