POST-HERPETIC NEURALGIA, APAKAH ITU?

84

Herpes zoster adalah infeksi virus varicella zoster yang terjadi pada orang yang sebelumnya telah terkena cacar air. Virus memasuki sistem saraf sensorik, dan kemudian tinggal dalam saraf dan tetap tidak aktif selama bertahun-tahun. Dengan bertambahnya usia atau keadaan sistem imun yang lemah, virus tersebut kemudian aktif kembali. Bahkan setelah ruam mereda, rasa nyeri dapat bertahan atau muncul kembali di bagian tubuh yang sebelumnya terkena herpes zoster. Kondisi ini dikenal sebagai post-herpetic neuralgia.

Diperkirakan 1 dari 5 penderita herpes zoster akan mengalami post-herpetic neuralgia. Sebagian besar orang dengan post-herpetic neuralgia akan sembuh sempurna dalam 1 tahun, tetapi ada juga beberapa kasus yang menetap hingga beberapa tahun bahkan menjadi permanen. Beberapa faktor juga berperan dalam meningkatkan resiko terkena post-herpetic neuralgia, seperti usia >50 tahun, keparahan penyakit herpes zoster yang sebelumnya diderita, orang yang mempunyai penyakit kronis seperti diabetes, lokasi ruam herpes di wajah atau dada, dan pengobatan antivirus yang terlambat (> 3 hari setelah ruam muncul).

Gejala utama post-herpetic neuralgia adalah nyeri yang hilang timbul atau terus menerus pada area yang sebelumnya terkena herpes zoster. Rasa sakit digambarkan seperti terbakar, tertusuk-tusuk, ngilu, berdenyut atau seperti kejutan listrik. Daerah yang terkena juga dapat terasa sangat gatal, lebih sensitif terhadap rasa nyeri dari biasanya, dan sesuatu yang pada umumnya tidak menimbulkan nyeri jika terkena kulit (seperti sentuhan ringan atau angin sejuk) akan terasa nyeri.

Beberapa komplikasi dapat timbul akibat post-herpetic neuralgia tergantung dari seberapa lama dan seberapa nyeri itu dirasakan. Komplikasi tersebut dapat berupa kesulitan tidur, kesulitan berkonsentrasi, kelelahan, nafsu makan menurun, dan depresi. Pencegahan terjadinya post-herpetic neuralgia yang direkomendasi oleh The Centers for Disease Control and Prevention (CDC)  berupa pemberian vaksin Shingrix pada orang berusia >50 tahun, tetapi sayangnya vaksin ini tidak tersedia di semua negara. Pencegahan yang paling mudah dilakukan adalah menemui dokter sedini mungkin ketika ruam herpes zoster timbul. Resiko untuk mengalami post-herpetic neuralgia akan berkurang jika mendapatkan pengobatan antivirus kurang dari 72 jam (3 hari) setelah ruam timbul.

Pengobatan post-herpetic neuralgia biasanya merupakan gabungan dari beberapa obat untuk meredakan nyeri. Obat penghilang nyeri yang tersedia secara luas dan biasa digunakan, seperti parasetamol dan ibuprofen biasanya tidak bisa membantu. Obat yang sering digunakan untuk post-herpetic neuralgia terdiri dari obat topikal (digunakan di kulit) seperti Lidocaine atau Capsaicin skin patch, dan obat minum golongan antidepresan, antikonvulsan, steroid, dan opioid. Jika nyeri tidak juga mereda dengan obat-obatan, maka pembedahan pada saraf mungkin diperlukan. (BEL)

Sumber:

  1. McElveen, WA. & Sinclair D. 2018. Postherpetic Neuralgia. Available at: https://emedicine.medscape.com/article/1143066-overview
  2. Sampathkumar, P., Drage, L. A., & Martin, D. P. 2009. Herpes zoster (shingles) and postherpetic neuralgia. Mayo Clinic proceedings84(3), 274–280. doi:10.1016/S0025-6196(11)61146-4. Available at: https://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2664599/
  3. National Health Service. 2017. Post-herpetic Neuralgia. Available at: https://nhs.uk/conditions/post-herpetic-neuralgia/
  4. Mayo Clinic Staff. 2018. Postherpetic Neuralgia. Available at: https://mayoclinic.org/diseases-conditions/postherpetic-neuralgia/diagnosis-treatment/drc-20376593

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store