Presbikusis; Gangguan Pendengaran Pada Lansia

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

480

Apakah Anda memiliki orang tua yang mulai sulit mendengar? Tentu ini sangat mengganggu bagi orang tua dan juga menyulitkan dalam berkomunikasi. Gangguan ini disebut presbikusis. Presbikusis adalah gejala kurangnya pendengaran seiring dengan bertambahnya usia, akibat proses degenerasi (penuaan) organ pendengaran. Proses ini terjadi berangsur angsur, dan simetris ( terjadi pada kedua sisi telinga). Gejala ini bersifat semakin tua semakin berat sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya dan banyak dialami oleh orang lanjut usia (lansia).

Belum diketahui secara pasti, apa sebenarnya penyebab terjadinya gangguan pendengaran ini, namun diduga terjadinya perubahan fisiologis yang terjadi di dalam telinga karena proses menjadi tua, penuaan saraf di telinga yang berhubungan dengan otak, atau berkurangnya aliran darah ke telinga. Proses ini sebenarnya terjadi sepanjang waktu, namun dapat semakin memberat jika terpapar dengan suara keras, infeksi telinga kronis, perlukaan pada organ telinga, atau karena faktor keturunan/genetik. Paparan suara keras atau bising bisa terjadi kronis atau dalam jangka panjang sehingga dapat merusak saraf pendengaran.

Pengobatan presbikusis yang umum adalah penggunaan alat bantu dengar. Alat bantu dengar merupakan suatu alat akustik listrik yang dapat digunakan orang dengan gangguan fungsi pendengaran pada telinga. Biasanya alat ini dapat dipasang pada bagian dalam telinga ataupun pada bagian sekitar telinga. Namun kendalanya harga alat bantu dengar ini tidak bisa dibilang murah.

Cara paling mudah terhindar dari presikusis adalah deteksi dini dan mencegahnya. Tips untuk mencegah terjadinya presbikusis adalah :

  1. Melakukan pemeriksaan audiogram berkala, namun banyak kendala yang dialami untuk melakukan pemeriksaan ini, karena ketersedian alat hanya di pusat kesehatan tingkat lanjut atau Rumah Sakit.
  2. Proteksi dari suara keras/bising dengan memakai earplug, alat pelindung diri kalau memang bekerja atau tinggal di tempat berisiko.
  3. Hindari kebiasaan yang bisa merusak pendengaran, seperti kebiasaan mendengar suara musik dengan volume yang kencang.
  4. Periksa kesehatan teratur seperti cek tekanan darah, kadar gula dan kolesterol berkala.
  5. Perilaku sehat dengan tidak merokok atau minuman keras.
  6. Makan makanan dengan gizi seimbang, diet rendah lemak dan hindari risiko terjadinya gangguan kardiovaskular yang juga menjadi salah satu pemicu terjadinya presbikusis.
  7. Istirahat dan tidur cukup minimal 7-8 jam sehari.

Gangguan pendengaran dapat menurunkan kewaspadaan akan bahaya yang ada di lingkungan sekitar. Karena itu, jika Anda melihat ada kerabat Anda yang mulai sulit berkomunikasi atau fungsi pendengarannya menurun, maka sebaiknya periksakan ke dokter terdekat ya. (SA/CM)

Daftar Pustaka

Soetirto, I., Hendarmin, H., & Bashiruddin, J., 2012. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher Ed.7. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store