Presbiopia: Penyakit Rabun Tua

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

443

Lensa mata manusia bersifat fleksibel, bisa mengubah bentuknya untuk memfokuskan cahaya. Namun seiring bertambahnya usia, lensa mata mengeras dan kehilangan fleksibilitasnya. Lensa yang kaku dan mengeras ini menyebabkan lensa tidak bisa fleksibel berubah bentuk untuk memfokuskan cahaya dari benda yang berjarak dekat ke retina mata, sehingga benda terlihat tidak fokus. Kondisi inilah yang disebut presbiopi atau rabun tua. Beberapa faktor yang memperbesar risiko seseorang mengidap presbiopi, yaitu:

  1. Hampir semua orang akan merasakan gejala presbiopi setelah berusia 40 tahun ke atas.
  2. Obat-obatan.Beberapa obat, termasuk antihistamin, antidepresan, diuretik, dihubungkan dengan terjadinya gejala presbiopi prematur atau dini.
  3. Kondisi medis lainnya,seperti menderita diabetes, multiple sclerosis, atau penyakit kardiovaskular.

Presbiopi berkembang secara bertahap, sehingga seseorang bisa saja baru menyadari gejalanya setelah usianya melewati 40 tahun. Biasanya penderita akan mengeluhkan kecenderungan untuk memegang bacaan lebih jauh karena penglihatan kabur ketika membaca dengan jarak normal, membutuhkan lampu terang saat membaca, kesulitan membaca cetakan yang ukuran hurufnya terlalu kecil, serta mengeluh sakit kepala dan sekitar mata setelah membaca dengan durasi yang agak panjang. Tidak jarang kita juga melihat penderita menyipitkan matanya untuk meningkatkan fokus lensa matanya.

Presbiopi dapat diatasi dengan beberapa cara, yang paling umum adalah menggunakan kacamata, namun masih ada modalitas lainnya di bawah ini yang mungkin belum pernah Anda dengar.

  1. Kacamata

Penggunaan kacamata adalah cara mudah untuk menangani kasus presbiopi, namun seiring dengan bertambahnya usia, maka rabun yang di derita juga semakin berat. Akibatnya, resep kaca mata harus ditinjau kembali apakah masih cocok atau sudah harus ganti dengan yang lebih kuat karena presbiopi memberat.

  1. Lensa kontak.

Alat ini bisa digunakan bagi pasien yang tidak ingin mengenakan kacamata. Namun, lensa kontak mungkin tidak bisa digunakan jika penderita juga mengidap kondisi tidak normal pada kelopak mata, saluran air mata, dan permukaan mata.

3. Bedah :

  1. Keratoplasty konduktif (CK) menggunakan energi frekuensi radio untuk mengubah kelengkungan kornea. Meskipun efektif, koreksi yang dihasilkan bisa saja berubah dari waktu ke waktu.
  2. Operasi LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis) dapat digunakan untuk tujuan monovision atau penyesuaian yang dilakukan hanya untuk satu mata, misalnya satu mata untuk penglihatan dekat dan mata lainnya untuk penglihatan jarak jauh.
  3. Implan lensa intraokuler atau penggantian lensa mata

Kenalilah gejalanya dan segera mengobatinya. Salam sehat Pakdok! (SA/CM)

Daftar Pustaka

Sidarta, Ilyas. 2013. Ilmu Penyakit Mata. Edisi keempat. Cetakan ke 3. Jakarta : FKUI


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store