PROLAPS UTERUS

41

Prolaps uterus terjadi ketika otot-otot dasar panggul dan ligamen meregang dan melemah dan tidak lagi memberikan dukungan yang cukup untuk rahim. Akibatnya, rahim masuk ke dalam atau menjulur keluar dari vagina. Prolaps uterus dapat terjadi pada wanita dari segala usia. Tapi lebih sering mempengaruhi wanita pascamenopause yang pernah mengalami satu atau lebih persalinan pervaginam.

Prolaps uterus ringan biasanya tidak memerlukan perawatan. Tetapi jika prolaps uterus membuat tidak nyaman atau mengganggu kehidupan normal, maka perlu mendapat perawatan.

Gejala

Prolaps uterus ringan umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala. Tanda dan gejala prolaps uterus sedang hingga berat meliputi:

  1. Sensasi berat atau tarikan di panggul
  2. Jaringan yang menonjol dari vagina
  3. Masalah kemih, seperti kebocoran urin atau tidak bisa mengeluarkan urin
  4. Kesulitan buang air besar
  5. Merasa seperti sedang duduk di atas bola kecil atau seolah-olah ada sesuatu yang jatuh dari vagina
  6. Kekhawatiran seksual, seperti sensasi kelonggaran dalam jaringan vagina

Seringkali, gejalanya tidak terlalu mengganggu di pagi hari dan memburuk seiring berjalannya hari.

Penyebab

Prolaps uterus disebabkan oleh melemahnya otot panggul dan jaringan pendukung. Penyebab melemahnya otot dan jaringan panggul meliputi:

  1. Kehamilan
  2. Persalinan dan kelahiran sulit atau trauma selama persalinan
  3. Melahirkan bayi besar
  4. Kelebihan berat badan atau obesitas
  5. Menurunkan kadar estrogen setelah menopause
  6. Sembelit kronis atau mengejan dengan gerakan usus
  7. Batuk kronis atau bronkitis
  8. Pengangkatan berat yang berulang

Komplikasi

Prolaps uterus sering dikaitkan dengan prolaps organ panggul lainnya.

  1. Prolaps anterior. Kelemahan jaringan ikat yang memisahkan kandung kemih dan vagina dapat menyebabkan kandung kemih membengkak ke dalam vagina. Prolaps anterior juga disebut prolaps kandung kemih.
  2. Prolaps vagina posterior. Kelemahan jaringan ikat yang memisahkan rektum dan vagina dapat menyebabkan rektum membengkak ke dalam vagina. Anda mungkin mengalami kesulitan buang air besar.
  3. Prolaps uterus yang parah dapat menggantikan lapisan vagina, menyebabkannya menonjol ke luar tubuh. Jaringan vagina yang bergesekan dengan pakaian dapat menyebabkan luka pada vagina (bisul). Jarang, luka tersebut dapat terinfeksi.

Pencegahan

Untuk mengurangi risiko prolaps uterus, cobalah untuk:

  1. Lakukan latihan Kegel secara teratur. Latihan-latihan ini dapat memperkuat otot-otot dasar panggul Anda – terutama penting setelah memiliki bayi.
  2. Obati dan cegah sembelit. Minum banyak cairan dan makan makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan sereal gandum.
  3. Hindari angkat berat dan angkat dengan benar. Saat mengangkat, gunakan kaki Anda, bukan pinggang atau punggung Anda.
  4. Kendalikan batuk. Dapatkan perawatan untuk batuk kronis atau bronkitis, dan jangan merokok.
  5. Hindari penambahan berat badan. Bicaralah dengan dokter Anda untuk menentukan berat badan ideal dan dapatkan saran tentang strategi penurunan berat badan, jika Anda membutuhkannya. (LM)

Referensi

Uterine prolapse – Symptoms and causes. (2019). Retrieved from https://mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-prolapse/symptoms-causes/syc-20353458