Puasa Bagi Ibu Menyusui

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi, Tanpa Antri

356

Puasa memiliki banyak manfaat , termasuk untuk ibu menyusui. Biasanya, dokter menganjurkan bahwa ibu yang menyusui secara eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk tidak menjalankan puasa terlebih dahulu karena berpuasa dapat menyebabkan ibu mengalami dehidrasi.

Namun setelah bayi berusia 6 bulan dan menerima MPASI, tidak masalah jika ibu menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Menurut penelitian, puasa dalam waktu yang tidak berkepanjangan sebenarnya tidak mengurangi asupan nutrisi dan produksi ASI

  1. Apakah aman berpuasa saat ibu sedang menyusui?

Ya, aman untuk berpuasa saat menyusui. Tubuh akan menghasilkan susu yang baik untuk kesehatan bayi. Hal Ini terjadi karena tubuh mencari cara baru membakar kalori untuk memproduksi susu. Sebaliknya, tubuh mampu menghasilkan susu untuk bayi bahkan jika tidak makan apa-apa selama 24 jam. Berpuasa selama satu hari atau lebih tidak menghambat kualitas atau kuantitas ASI.

  1. Apa saja manfaat puasa bagi ibu menyusui?
  • Sebagai Detoksifikasi Alami

Puasa berarti kita membatasi asupan kalori maupun lemak yang masuk ke dalam tubuh kita, sehingga dapat menghasilkan enzim antioksidan alami yang dapat membersihkan zat yang bersifat beracun dalam tubuh.

  • Mengurangi Kalori

Setelah puasa kemudian dilanjutkan shalat Maghrib dan dilanjut Isya serta terawih, maka secara otomatis tubuh kita dapat membakar sekitar 200 kalori per harinya (jika dilakukan secara rutin).

  • Menjaga Kesehatan Jantung

Ketika seseorang berpuasa, secara alami tubuhnya akan melakukan peningkatan HDL (kolestrol baik) dan juga penurunan LDL (kolestrol buruk) dimana para ahli menyatakan bahwa hal tersebut baik bagi pembuluh darah dan kesehatan jantung seseorang. Ibu menyusui pun demikian, kesehatan jantungnya tetap terjaga.

  • Meningkatan Imunitas Tubuh

Saat berpuasa imunitas tubuh seseorang tidak akan melemah, malah justru meningkat. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menyimpulkan bahwa ketika seseorang berpuasa terjadilah peningkatan jumlah limfosit 10x lipat dari biasanya dimana akan memberikan pengaruh dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh. Begitu juga dengan ibu menyusui, sehingga tidak perlu khawatir akan kondisinya yang lemah.

  • Mencegah Nyeri

Dengan berpuasa secara teratur dapat meningkatkan sel penetral dalam tubuh ibu menyusui, dimana hal tersebut dapat membuat rasa nyeri yang terasa perlahan-lahan mulai menghilang.

  1. Bagaimana tips menjalankan puasa bagi ibu menyusui?
  • Perhatikan Asupan makan Saat Sahur

Makanan dan cairan yang dikonsumsi saat sahur merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan ibadah puasa. Buatlah hidangan makanan sahur yang dilengkapi dengan sayur dan buah untuk mencegah konstipasi saat berpuasa.

  • Cegah dehidrasi dengan banyak minum air

Puasa bagi ibu menyusui memang tidak berbahaya. Tapi, dehidrasi saat menyusui bisa berbahaya. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi, seperti merasa haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering dan lainnya, disarankan segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh.

  • Mencatat dan mengukur nutrisi makanan dan minuman yang dikonsumsi selama puasa

Mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi selama berpuasa, dapat membantu mengukur nutrisi dan cairan yang dikonsumsi. Studi menunjukkan bahwa selama berpuasa kandungan potasium, magnesium, dan zinc yang terkandung di dalam ASI dapat berkurang. Siasatilah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung ketiga nutrisi tersebut, atau bisa menambahkan suplemen.

  • Istirahat yang Cukup           

Untuk menjaga stamina dan produksi ASI selama ibu menyusui menjalankan ibadah puasa luangkan waktu untuk tidur siang. Karena salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kualitas ASI adalah dengan istirahat yang cukup. Ibu menyusui disarankan untuk tetap beraktivitas di pagi hari dan sore hari. Saat siang hari ibu menyusui sebaiknya beristirahat selama 60 menit dengan tidur.

  • Pompa dan susui semaksimal mungkin di malam hari

Kemungkinan produksi ASI akan berkurang di siang hari. Oleh karena itu manfaatkan malam hari untuk memompa ASI dan menyusui semaksimal mungkin. Stok ASI perah dapat digunakan di siang hari.

  • Berhentilah puasa bila ibu merasa perlu menghentikannya

Jangan memaksakan puasa bila ibu tidak sanggup, atau merasa khawatir dengan kesehatan diri sendiri maupun si bayi. Bagaimanapun, puasa bagi ibu menyusui dapat digantikan dengan fidyah ataupun puasa di hari-hari lainnya.(LM/CM)

Referensi

  1. Chakravarty, C. (2018). 5 Useful Tips To Make Fasting While Breastfeeding Easy. MomJunction. Retrieved 19 April 2018, from http://www.momjunction.com/articles/tips-to-make-fasting-easier-while-breastfeeding_00119775/#gref
  2. Fasting during Breastfeeding – Impact, Safety and Tips. (2018). FirstCry Parenting. Retrieved 19 April 2018, from http://parenting.firstcry.com/articles/fasting-during-breastfeeding-impact-safety-and-tips/
  3. Rashid, H. (2007). Ramadan Fasting And Breast Milk. Breastfeeding Medicine, 2(1), 59-60. http://dx.doi.org/10.1089/bfm.2006.0021

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store