Puber Kedua Menurut Kacamata Medis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

167

Apakah Definisi ‘Puber Kedua’?

Masyarakat seringkali digiring oleh artikel maupun kepercayaan umum bahwa seorang pria akan mengalami masa puber kedua pada usia 40-45 tahun, ada beberapa sumber lain bahkan mengatakan puber kedua dapat dialami oleh pria berusia 35 tahun. Apakah Anda salah satu yang mempercayai fenomena tersebut? Sebelum membahas lebih lanjut mengenai bahasan ini, apakah pubertas itu?

Pubertas secara umum didefinisikan sebagai periode saat karakteristik seksual dan fisik anak menjadi dewasa. Sejatinya, tidak ada usia pasti kapan pubertas dimulai, karena dapat terjadi pada waktu yang berbeda untuk tiap individu, namun pada laki-laki normalnya terjadi pada usia 9-14. Pada periode ini, terjadi perubahan pada beberapa ciri sekunder pria, selain fisik juga terjadi perubahan pada emosional dan psikologi.

Perubahan emosional terjadi akibat adanya perubahan dramatis pada kondisi fisik dan hormonal. Banyak remaja mulai tertarik pada penampilan dan lebih menyadari perihal seksualitas, hal ini jika tidak ditangani oleh keluarga dan tenaga kesehatan dapat berpotensi menimbulkan masalah, seperti harga diri yang rendah dan citra tubuh yang buruk. Pertanyaannya, apakah fase serupa dapat terjadi pada pria yang lebih dewasa? Notabene pria di usia 35-45 tahun seharusnya telah mengalami perubahan fisik dan hormonal serta telah mengalami kematangan emosional dan psikologis.

Secara medis, puber kedua tidak dapat terjadi pada seorang pria. Pubertas hanya terjadi satu kali dalam kehidupan dan tidak mungkin dapat terjadi kembali. Puber kedua yang banyak dibicarakan oleh awam adalah sebutan untuk memaknai midlife crisis yang banyak terjadi pada pria usia 35 – 45 tahun. Midlife crisis dikenal juga sebagai “i don’t know syndrome”? atau “sindrom pria sensitif”.

Apakah Puber Kedua (Midlife Crisis) Itu Wajar?

Midlife crisis adalah istilah yang sering digunakan laki-laki untuk pria usia 40 tahun-an, terkadang juga digunakan pada perempuan. Beberapa ciri midlife crisis adalah keinginan untuk mencari pasangan yang lebih muda, membeli sepeda motor atau mobil sport, tidak hadir dalam kegiatan keluarga atau bahkan bolos kerja. Psikolog menyebutkan bahwa midlife crisis ini banyak terjadi saat kehidupan seorang pria telah stabil dan menjadi terasa flat. Pria seringkali merasa perlu adanya ‘tantangan’ dan warna baru dalam hidup karena merasa bosan terhadap rutinitas yang ada.

 

Midlife crisis sering terjadi bersamaan dengan gejala Sindroma Penuaan Pria atau Aging Male Syndrome (AMS). Pada periode ini, pria banyak mengalami penurunan libido, energi dan perubahan suasana hati termasuk depresi yang diduga disebabkan oleh penurunan hormon laki-laki, yaitu testosteron. Sejatinya Aging Male Syndrome merupakan sebuah fenomena yang wajar terjadi, namun berbeda halnya dengan midlife crisis atau puber kedua, fenomena ini merupakan sebuah kejanggalan psikologis. Terlebih lagi, midlife crisis yang terjadi bersamaan dengan Aging Male Syndrome merupakan kombinasi yang perlu untuk diwaspadai karena dapat menganggu kondisi psikologis dan emosional serta kehidupan rumah tangga ataupun performa kerja.

Bagaimana Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Midlife Crisis atau Puber Kedua?

Memahami bahwa secara normal pria dapat mengalami penurunan kodisi hormonal yang dapat berpengaruh terhadap fungsi seksual dan bentuk fisik. Banyak diyakini bahwa seorang laki-laki dibesarkan untuk menjadi kuat, sehingga ketika mereka merasa tertekan oleh perubahan yang dirasakan dan yang tidak dapat dikendalikan (perubahan hormonal, contohnya), beberapa merasa perlu untuk membuktikan masa muda dan kejantanan pada orang-orang disekitar mereka. Namun, apakah hal tersebut diperlukan?

Dukungan dari pasangan dan keluarga terdekat merupakan sebuah komponen penting bagi seorang pria dalam melalui fase midlife crisis. Penting bagi seorang pria untuk dapat terbuka pada pasangan mengenai perubahan yang dirasakan.

Jadi, apakah puber kedua itu ada? Secara medis tidak terbukti. Namun, midlife crisis merupakan sebuah fenomena psikologis yang bisa saja terjadi. Apakah Anda siap menghadapinya? (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. NHS Choices (2012) Puberty. www.nhs.uk/conditions/Puberty/Pages/ Introduction.aspx
  2. Charlton, Rodger. 2004. Ageing male syndrome, andropause, androgen decline or mid-life crisis? The Journal of Men’s Health & Gender , Volume 1 , Issue 1 , 55 – 59

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store