RADIASI PONSEL DAN RESIKO KANKER

30

Saat ini setiap orang sudah sangat familiar dengan ponsel. Bahkan banyak diantaranya yang tidak bisa lepas dari ponselnya. Padahal, kemungkinan bahwa ponsel dapat meningkatkan resiko kanker masih menjadi kekhawatiran banyak orang. Ada tiga alasan utama mengapa orang khawatir bahwa ponsel bisa menyebabkan kanker atau masalah kesehatan lainnya, yaitu:

  1. Ponsel memancarkan energi radiofrekuensi yang merupakan bentuk radiasi non-pengion, dan jaringan tubuh terdekat bisa menyerap energi ini.
  2. Jumlah pengguna ponsel meningkat dengan sangat cepat.
  3. Jangka waktu setiap telepon dan jumlah frekuensi orang menggunakan ponsel semakin meningkat.

Hingga saat ini, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kaitan antara ponsel dan kanker. Energi radiofrekuensi dari ponsel tidak menyebabkan kerusakan DNA yang bisa berakibat pada kanker. 

National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) menjalankan penelitian berskala besar pada hewan pengerat yang terpapar energi radiofrekuensi. Penelitian ini dijalankan di laboratorium khusus yang dapat menentukan dan mengendalikan sumber radiasi dan menilai pengaruhnya. Yang dipelajari oleh para peneliti mengenai kaitan ponsel dan kanker, yaitu:

  • Diikuti lebih dari 420.000 pengguna ponsel, para peneliti tidak menemukan bukti kaitan antara ponsel dengan tumor otak.
  • Ada sebuah penelitian menemukan kaitan antara ponsel dengan kanker kelenjar ludah, tetapi hanya sejumlah kecil partisipan yang mengalaminya.

Setelah menilai beberapa penelitian dengan fokus kemungkinan kaitan antara radiasi ponsel dengan beberapa kanker saraf seperti glioma dan neuroma, International Agency for Research on Cancer menyatakan bahwa hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa radiasi ponsel merupakan agen penyebab kanker (karsinogenik). Namun, serangkaian penelitan yang sudah dilakukan ini tidak bisa jadi satu-satunya acuan. Diperlukan penelitian lebih lanjut antara radiasi penggunaan ponsel dan faktor penyebab kanker serta mengobservasi tingkat perkembangan kanker.

Untuk saat ini, dimungkinkan bahwa jarak waktu yang ada masih terlalu singkat untuk mendeteksi peningkatan tingkat kanker yang berkaitan langsung dengan penggunaan ponsel. Ada banyak yang mempertanyakan apakah anak-anak lebih beresiko menyerap radiofrekuensi dibandingkan orang dewasa atau tidak. Saat ini, jawabannya masih belum jelas. Namun, para ilmuwan masih menganjurkan anak-anak untuk menghindari penggunaan ponsel.

Tidak ada yang tahu apakah radiasi ponsel mampu menyebabkan kanker atau tidak. Meskipun penelitian jangka panjang sedang dilakukan, hingga sekarang belum ada bukti bahwa penggunaan ponsel dapat meningkatkan resiko kanker. Jadi bagaimana menurut Anda? Jika Anda khawatir mengenai kemungkinan kaitan antara radiasi ponsel dengan kanker, Anda dapat pertimbangkan untuk membatasi penggunaan ponsel dalam sehari. (RD/STE)

Sumber:

  1. Cell Phones and Cancer Risk. Available at https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/radiation/cell-phones-fact-sheet
  2. Cell Phones and Cancer. Available at https://medlineplus.gov/ency/article/007151.htm