Radioterapi Sebagai Terapi Kanker

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

137

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyebutkan bahwa prevalensi tumor atau kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 330.000 orang.

Sebanyak 30 persen kanker dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan juga melalui vaksin pencegahan infeksi penyebab kanker, sedangkan bagi yang sudah terdapat tanda/gejala tumor maka harus segera dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui jenis kanker dan stadiumnya sehingga bisa dilakukan pengobatan yang tepat. Semakin dini kanker terdeteksi, semakin cepat penanganannya, angka kesembuhan pun semakin tinggi. Salah satu pengobatan yang dilakukan adalah radioterapi atau terapi radiasi dengan memanfaatkan sinar sebagai energi intensif membunuh sel kanker.

Terapi radiasi pada umumnya menggunakan kekuatan x-ray, namun bisa juga memanfaatkan kekuatan proton atau jenis energi lain. Terapi radiasi berfungsi merusak sel kanker dengan menghancurkan materi genetika sel yang mengontrol pertumbuhan dan pembelahan diri sel kanker.

Sebagian besar penderita kanker akan menerima terapi radiasi sebagai bagian dari pengobatan. Radioterapi dimanfaatkan oleh para dokter untuk membantu pengobatan hampir semua jenis kanker. Terapi radiasi ini juga berguna dalam mengobati beberapa jenis tumor jinak. Berikut adalah beberapa alasan mengapa radioterapi dilakukan:

  • Sebagai satu-satunya jenis pengobatan untuk kanker.
  • Kombinasi dengan jenis pengobatan lain seperti kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker.
  • Menghentikan pertumbuhan sel kanker yang masih ada setelah operasi.
  • Memperkecil ukuran kanker sebelum operasi.
  • Pada kanker stadium lanjut, guna meringankan gejala yang disebabkan oleh kanker.

Efek samping radioterapi tergantung kepada bagian tubuh mana yang terkena radiasi dan seberapa banyak intensitas yang digunakan. Mungkin saja seseorang tidak mengalami efek samping, sementara yang lain mengalami beberapa efek samping secara sekaligus. Sebagian besar efek samping bersifat sementara, mampu dikendalikan, dan yang terpenting akan segera hilang setelah terapi selesai.

Selain itu ada juga risiko yang umum dikeluhkan setelah terapi radiasi, antara lain kerontokan pada rambut, iritasi kulit di lokasi terapi, dan rasa lelah. Efek tersebut biasanya akan berkurang beberapa hari atau minggu setelah pengobatan selesai. Meski jarang terjadi, radioterapi juga memiliki kemungkinan dampak jangka panjang. Misalnya pengobatan pada bagian kelamin atau panggul berisiko menyebabkan kemandulan yang permanen.

Sekitar empat dari sepuluh kasus kanker berhasil disembuhkan dengan menggunakan radioterapi sebagai bagian dari pengobatan. Namun hasil dari radioterapi tergantung dari jenis dan tahap kanker serta pengobatan lain yang Anda terima.

Pengobatan kanker dengan tepat sangat penting dilakukan oleh ahli medis yang terpercaya. Iringi juga dengan menerapkan pola hidup sehat, berpikiran positif dan upayakan tetap aktif bergerak selama proses penyembuhan kanker. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store