REHABILITASI MEDIK PADA PASIEN OSTEOARTRITIS

43

Osteoarthritis merupakan peradangan sendi dan tulang akibat proses pengapuran tulang. Gejala yang timbul biasanya berupa kesulitan untuk berjalan, cepat lelah, susah jongkok, dan gampang jatuh. Timbul juga nyeri yang menyebabkan keterbatasan gerak, ketergantungan kepada obat dan orang lain, bahkan depresi. 

Usia diatas 50 tahun merupakan usia tersering terjadinya osteoarthritis. Selain usia faktor lain yang bisa menyebabkan osteoarthritis antara lain obesitas dan jenis kelamin. Pada orang yang menderita obesitas atau kegemukan osteoarthritis terutama sering terjadi pada sendi lutut dan pergelangan sendi. Hal ini disebabkan karena sendi tersebut menopang berat badan yang berlebihan.

Berbagai macam terapi dilakukan untuk osteoarthritis. Terapi utamanya dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri agar penderitanya bisa bergerak. Terapi lainnya adalah terapi rehabilitasi medik. Rehabilitasi Medik merupakan upaya aktif untuk mengembalikan kemampuan pasien berdasarkan sisa kemampuan yang masih dimiliki. Dengan dilakukan terapi rehab medik, seseorang dapat memaksimalkan fungsi tubuhnya untuk kehidupan sehari-harinya. Sehingga, kualitas hidup seseorang dapat meningkat.

Dari aspek rehabilitasi medik, penyakit sendi degeneratif dapat menimbulkan kecacatan fisik. Sebagian besar manajemen pasien osteoarthritis bertujuan untuk mengurangi nyeri secara obat-obatan. Sedangkan, dengan rehabilitasi medik yang dimanajemen dengan efektif, terapi ini dapat mencegah kecacatan sekunder yang timbul karena penyakit sendi ini.

Rehabilitasi medik yang dilakukan pada penderita osteoarthritis akan disesuaikan dengan kemampuan awal gerak penderita. Terapi ini akan memberikan berbagai jenis terapi yang berusaha meningkatkan kemampuan gerak penderita.

Rehabilitasi medik yang dianjurkan untuk pasien osteoarthritis antara lain:

  1. Terapi panas: Short wave diathermy, micro wave diathermy, ultrasound diathermy.
  2. Terapi dingin.
  3. Terapi Listrik TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation): digunakan untuk mengurangi nyeri melalui kerjanya menaikkan ambang rangsang nyeri.
  4. Terapi Laser.
  5. Terapi Latihan. Program latihan pada pasien osteroartritis dilakukan sesuai keadaan pasien. Pada pasien dengan kekuatan otot yang signifikan dan berkurangnya gerakan sendi, tujuan awal dari latihan adalah mengurangi impairmen, memperbaiki fungsi dan persiapan untuk aktifitas fisik.  Latihan tidak hanya dilakukan pada pasien yang tidak menjalani tindakan bedah, tetapi juga dilakukan pada pasien yang akan dan sudah menjalani tindakan bedah, sehingga pasien dapat segera mandiri setelah pembedahan dan mengurangi komplikasi akibat pembedahan. 
  6. Ortosis atau alat bantu pada osteoarthritis diberikan untuk mengurangi beban sendi, menstabilkan sendi, mengurangi gerakan sendi, memelihara sendi pada fungsi maksimal dan mencegah deformitas. (PP/STE)

Referensi:

  • Reni HM. 2005. Rehabilitasi Nyeri Pada Sendi Degeneratif. SMF/Bagian Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSU dr.Soetomo/FK UNAIR. Surabaya
  • Kisner C, Cosby LA. 2007. Therapeutic Exerciese Foundation and Thecnique. Philadelphia
  • Australian Physiotherapy Association. Physiotherapy in Australia.