RISIKO OPERASI PENURUNAN BERAT BADAN

13

Ketika semua cara menurunkan berat badan sudah dilakukan dan tidak ada yang berhasil, kebanyakan orang akan mudah tergiur untuk mencoba operasi penurunan berat badan baik sedot lemak, maupun operasi bariatrik. Operasi bariatrik adalah jenis operasi yang dilakukan dengan mengubah bentuk organ pencernaan, mulai dari mengikat lambung, bypass lambung, hingga mengangkat beberapa bagian organ pencernaan (sleeve gastrectomy).

Meskipun manfaatnya menggiurkan, jangan terburu-buru memutuskan untuk operasi tanpa pertimbangan yang matang. Sama seperti jenis operasi lainnya, operasi penurunan berat badan juga menyimpan efek samping dan risiko komplikasi yang harus diperhatikan. Berbagai risiko komplikasi setelah operasi penurunan berat badan yang dapat terjadi, diantaranya:

  • Kurang gizi dan anemia

Tidak dapat dipungkiri bahwa operasi penurunan berat badan bisa memperbaiki citra diri seseorang, sehingga bisa tampil percaya diri dengan tubuh yang langsing. Hal ini terkadang memicu pasien yang melakukan operasi penurunan berat badan, untuk mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit dan lebih memilih-milih makanan karena khawatir jika berat badan akan naik lagi.

Kekhawatiran inilah yang menyebabkan beberapa orang rentan mengalami kelelahan, mual, hingga pusing. Kurangnya asupan nutrisi juga membuat pasien rentan mengalami kurang gizi setelah operasi penurunan berat badan. Anemia juga menjadi salah satu komplikasi setelah operasi yang paling sering terjadi. Operasi yang melibatkan perubahan ukuran usus menyebabkan penyerapan nutrisi jadi tidak maksimal, sehingga zat besi yang diserap terlalu sedikit dan mengalami anemia.

  • Timbul jaringan parut

Seorang peneliti dari University of Oslo di Norway, mengungkapkan bahwa komplikasi setelah operasi yang cukup sering terjadi adalah timbulnya jaringan parut pada saluran pencernaan. Alih-alih membuat badan jadi lebih sehat dan langsing, pasien justru membutuhkan perawatan lebih lanjut karena pencernaannya bermasalah.

  • Hernia

Dari sekian banyak komplikasi setelah operasi penurunan berat badan, Anda harus mewaspadai dengan kemungkinan terjadinya hernia. Hernia adalah kondisi ketika sebagian atau keseluruhan organ atau jaringan (misalnya usus) menonjol pada area otot tubuh yang melemah. Semua jenis operasi yang dilakukan di perut dapat melemahkan dinding otot yang menutupi perut. Hal ini menyebabkan organ-organ pencernaan terdorong dan menonjol di lokasi sayatan operasi.

  • Batu empedu

Setelah berminggu-minggu pasca operasi, pasien biasanya masih belum bisa makan banyak. Pada akhirnya, mereka cenderung makan sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan dengan ukuran perut yang baru. Berat badan yang turun dengan cepat, ditambah dengan asupan makanan yang sedikit, akan meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.

  • Lambung atau usus bocor

Setelah operasi penurunan berat badan, jahitan pada luka bekas sayatan bisa saja mengalami kebocoran, bahkan berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah operasi. Kondisi ini menyebabkan isi lambung atau usus meresap ke dalam rongga perut dan memicu infeksi serius. Komplikasi ini merupakan suatu kondisi darurat yang perlu penanganan segera. Dokter biasanya akan melakukan operasi lanjutan untuk memperbaiki dan menutup kebocoran tersebut. (RD/PAY)

Referensi:

  1. Whiteman H. Weight loss surgery: ‘not everyone lives happily ever after’. Medical News Today. 2014
  2. Whitlock J. Common Complications of Weight Loss Surgery. Verywell Fit. 2019