Rokok Elektronik Aman Untuk Kesehatan, Benarkah?

104

Saat ini, rokok elektronik atau rokok elektrik sedang menjadi fenomena baru di tengah masyarakat Indonesia. Banyak yang beralih ke rokok elektrik karena dianggap lebih aman dan trendi, tentu saja tanpa mengurangi kenikmatan merokok. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah rokok elektrik ini memang aman untuk digunakan?

Para peneliti di University of South California menemukan bahwa rokok elektrik mengandung beberapa logam beracun yang justru lebih tinggi ketimbang rokok biasa. Sebagian instansi internasional dan nasional pun turut memberikan tanggapan mengenai tingkat keamanan dan peredaran rokok elektrik ini.

WHO kemudian mengeluarkan sebuah laporan berisi anjuran untuk tidak menggunakan rokok elektrik di dalam ruangan karena produk ini dapat mengeluarkan racun yang sama seperti rokok biasa. Meski tidak mengeluarkan asap, uap rokok elektrik ini ternyata juga mengandung berbagai zat kimia berbahaya.

Begitu pula di Indonesia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) telah memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektrik yang beredar di pasaran adalah produk ilegal dan belum terbukti keamanannya.

Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair, bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan, maka akan menghasilkan senyawa nitrosamine, yang merupakan salah satu pemicu utama terjadinya kanker.

Sumber: polahidupsehat