Rubella & Kehamilan: Penyebab Cacat Pada Janin

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

500

Anda pernah mendengar tentang Rubella? Atau mungkin campak Jerman? Mungkin sebagian dari kita sudah pernah membaca dan mendengar tentang penyakit ini. Namun, banyak dari kita belum memahami seluk beluk campak Jerman yang disebabkan oleh virus Rubella ini beserta bahayanya. Di Indonesia, kemungkinan untuk terpapar Rubella (campak Jerman) masih tinggi. Anda perlu tahu apakah Anda sudah kebal terhadap virus ini atau tidak jika sedang merencanakan kehamilan. Akan sangat berbahaya bagi janin jika Anda ternyata tidak kebal dan terjangkit penyakit ini selama awal kehamilan. Anda bisa mengalami keguguran atau nantinya melahirkan bayi yang mengalami berbagai cacat lahir serta masalah perkembangan. Campak Jerman (Rubella) tidak sama dengan jenis campak yang biasa. Meski Anda sudah kebal terhadap campak biasa, bukan berarti Anda juga akan kebal terhadap campak Jerman.

Rubella merupakan penyakit akut akibat virus, tapi gejalanya kadang tidak spesifik sehingga sulit untuk membedakannya dengan penyakit lain. Hampir setengah dari jumlah kasus gejalanya tidak terlihat sehingga membuat kita tidak sadar jika telah terinfeksi. Gejala biasanya muncul pada hari ke 12-23 setelah terpapar virus. Anda kemungkinan akan mengalami demam, sakit kepala, sakit dan bengkak pada persendian, mata merah, dan hidung mampet atau berair pada hari ke 1 hingga 5 sebelum ruam muncul. Infeksi Rubella bisa menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, lahir mati, serta berbagai cacat lahir, tapi semua ini tergantung berapa lama Anda terkena virus. Resiko paling tinggi terjadi selama tahap awal perkembangan bayi dan mulai menurun ketika kehamilan bertambah besar.

Jika Anda terjangkit Rubella di awal kehamilan, Anda perlu bertemu spesialis kandungan untuk mengetahui resiko yang mungkin terjadi pada bayi, serta memutuskan untuk melanjutkan atau mengakhiri kehamilan. Tidak ada pengobatan yang efektif atau cara untuk mencegah infeksi jika Anda sudah terpapar penyakit ini.

Jika Anda memilih untuk melanjutkan kehamilan, dokter akan memberi suntikan kekebalan globulin sesegera mungkin setelah Anda terinfeksi Rubella untuk mengurangi resiko cacat pada bayi, tapi suntikan ini tidak bisa mencegah bayi untuk tidak terinfeksi.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Melakukan tindakan pencegahan berarti Anda peduli dengan masa depan janin Anda, karena itu pastikan bahwa:

  1. Anak Anda menerima semua vaksinasi yang direkomendasikan dokter, juga semua orang yang tinggal bersama Anda yang tidak kebal terhadap Rubella. Anda tidak akan terkena Rubella dari orang yang baru saja divaksinasi.
  2. Menghindari kontak dengan orang lain jika ada kasus Rubella di lingkungan Anda. Tetap berada di rumah selama wabah terjadi hingga bahaya infeksi mereda.
  3. Menunda perjalanan jauh ke daerah endemik Rubella. (BR/CM)

 DAFTAR PUSTAKA

  1. Banatvala JE, Brown D. Rubella. Lancet 2004;363:1127–37
  2. Robert S, Duszak O. Congenital rubella syndromedmajor review.j.optm.2008

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store