Rutin Berolahraga, Lawan Osteoporosis

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

70

Pengeroposan tulang atau yang disebut osteoporosis adalah kondisi yang memperlemah tulang, membuatnya mudah patah atau rusak meskipun hanya dengan cedera yang ringan. Kondisi ini muncul seiring dengan waktu, sebagai salah satu dampak dari proses penuaan. Lokasi patah yang sering terjadi yaitu pada tulang pergelangan tangan, tulang panggul, atau tulang belakang. Patah tulang pada orang tua merupakan tanda utama dari osteoporosis, selain itu bisa juga ditandai dengan postur bungkuk di mana kerusakan terjadi pada tulang belakang sehingga membuatnya sulit untuk menyokong berat tubuh.

Tulang terus bertambah ketebalannya sampai usia 20 tahun, dan mulai mengalami penipisan pada umur 35 tahun. Wanita lebih cenderung mengalami osteoporosis dibanding pria karena perubahan hormon estrogen yang terjadi saat menopause menyebabkan penurunan densitas tulang. Wanita yang mengalami menopause dini (< 45 tahun) atau melakukan operasi pengangkatan ovarium sebelum usia 45 tahun mempunyai resiko yang lebih besar untuk mengalami osteoporosis. Resiko osteoporosis juga bertambah pada penggunaan jangka lama kortikosteroid dosis-tinggi, riwayat keluarga dengan osteoporosis, orang dengan indeks massa tubuh (IMT) yang rendah, dan pada perokok atau peminum alkohol berat.

Pengobatan pada osteoporosis tidak dapat mengembalikan tulang yang telah rusak, tetapi ditujukan pada perawatan pada tulang yang patah, dan mencegah terjadinya patah tulang lebih lanjut atau dengan menghambat progresifitas pengeroposan tulang. Konsumsi obat-obatan mungkin tidak diperlukan, tetapi konsumsi harian kalsium, vitamin D, dan protein harus dipastikan cukup. Kalsium berguna untuk mempertahankan kekuatan tulang dan gigi. Orang dewasa memerlukan 700mg kalsium per hari melalui makanan yang terdapat pada: sayuran hijau, susu dengan fortifikasi kalsium, tahu, atau yoghurt. Vitamin D membantu penyerapan kalsium oleh tubuh. Orang dewasa memerlukan sedikitnya 10 mcg vitamin D per hari melalui konsumsi: ikan berminyak seperti salmon, sarden, makerel, haring; daging merah, hati, kuning telur, atau melalui suplemen.

Selain itu, rutin berolahraga juga dapat mengurangi resiko untuk jatuh pada orang tua, yang dapat menjadi trauma yang cukup untuk menyebabkan patah tulang. Orang dewasa berumur 19-64 tahun perlu melakukan aktivitas aerobik intensitas-sedang seperti bersepeda atau berjalan cepat minimal 150 menit setiap minggu. Olahraga yang memperkuat otot kaki, panggul, punggung, perut, dada, lengan dan bahu misalnya berlari, menari, skipping untuk usia <60 tahun atau dengan bermain tenis atau mengikuti kelas gym pada orang berusia 60 tahun ke atas perlu dilakukan minimal 2 hari setiap minggu. Pada orang yang sudah didiganosis osteoporosis sebaiknya konsultasikan pada dokter mengenai program olahraga apa yang sesuai untuk dilakukan. (BEL)

Sumber:

  1. National Health Service. 2016. Overview Osteoporosis. Available at: https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/
  2. National Health Service. 2016. Causes Osteoporosis. Available at: https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/causes/
  3. National Health Service. 2016. Prevention Osteoporosis. Available at: https://www.nhs.uk/conditions/osteoporosis/prevention/
  4. National Health Service. 2018. Physical Activity Guidelines for Adults. Available at: https://www.nhs.uk/live-well/exercise/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store