Sabun Cair dan Sabun Batangan, Pilih Yang Mana?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

109

Sabun sudah mejadi salah satu barang wajib yang menjadi list belanjaan untuk selalu dipastikan ada. Jika dahulu orang mandi dengan sabun seadanya, kini jenis sabun mandi sudah beragam mulai dari sabun batang, sabun cair, hingga shower oil. Jenis sabun yang umum dipilih adalah sabun batang dan sabun cair. Diantara sabun batang dan cair ini, manakah yang harus kita pilih? Berikut penjelasannya ditinjau dari berbagai indikator

Transfer Bakteri

Bagi sabun cair, sangat sulit untuk bakteri dan jamur menemukan jalan dalam botol. Sabun batang lebih rentan terpapar bakteri. Sebuah studi tahun 1988 yang dilakukan oleh Dial Corporation mengamati apakah bakteri sabun batang bekas di transfer ke kulit. Sabun tersebut diinokulasi dengan Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Enam belas responden mencuci tangannya dengan sabun tersebut dan hasilnya tidak ada bakteri yang terdeteksi di tangan mereka. Para peneliti menyimpulkan bahwa sabun batang aman dan tidak menyebabkan penyebaran penyakit.

Kenyamanan

Sabun cair biasanya diletakkan pada pompa atau dispenser yang membuat nyaman dan bebas digunakan namun terkadang jumlah yang dikeluarkan melebihi yang dibutuhkan. Sedangkan sabun batang dengan konsistensinya yang licin rawan tergelincir. Ketika sabun jatuh dan terkena kotoran, perlu waktu untuk membersihkannya apalagi kotoran yang menancap di permukaan sabunnya.

Harga

Harga sabun cair cenderung lebih mahal daripada sabun batang. Hal ini juga ditunjang oleh sabun batang yang lebih awet jika dibandingkan sabun cair yang rawan digunakan melebihi kebutuhan.

Tingkat pH sabun

Sabun batang memiliki tingkat pH yang lebih tinggi sehingga untuk kulit sensitif dapat menyebabkan kering. Namun saat ini sudah lumayan banyak sabun batang yang memiliki pH lebih rendah dan mengandung gliserin yang membantu melembabkan kulit kering.

Pewangi

Tidak semua orang menyukai adanya pewangi dalam produk mereka. Adapula sebagian orang yang alergi dengan wewangian tertentu. Sabun cair jarang yang tidak memiliki pewangi namun sabun batang menawarkan banyak pilihan bagi mereka yang tidak menginginkan adanya pewangi.

Limbah sabun

Kemudahan dan kenyamanan menggunakan pompa dispenser sabun cair memuat seringnya kita mengeluarkan jumlah yang lebih banyak dari yang diperlukan. Hal ini membuat limbah sabun cair meningkat namun di sisi lain, pada potongan sabun batang yang sudah kecil terlalu sulit digunakan akhirnya harus dibuang dan ganti dengan sabun yang baru. Hal ini juga menambah limbah penggunaan sabun batang.

Pelembab

Beberapa sabun batang saat ini mulai diperkaya dengan pelembab namun sabun cair lebih banyak mengandung banyak pelembab dan lebih ramah pada kulit yang sensitif.

Pengelupasan kulit

Sabun batang memiliki scrub yang lebih intens dalam merangsang sirkulasi di kulit sedangkan sabun cair harus menggunakan spons untuk mencapai efek yang sama.

Pertimbangan ekologi

Sebuah studi tahun 2009 oleh Institut Teknik Lingkungan menyimpulkan bahwa sabun cair meninggalkan jejak karbon 25% lebih besar dari sabun batang. Hal ini dikarenakan bahan baku kimia dan pemrosesan 7 kali lebih banyak penggunaan energi dan emisi karbon.

Jadi, sabun cair atau sabun batang mana yang lebih baik? Jawabnya tergantung pada indikator apa yang Anda pilih. (ITA)

Sumber:

Forester, 2018. Does bar soap work better than liquid soap? https://health.howstuffworks.com/skin-care/cleansing/products/bar-soap-liquid-soap.htm [22 Desember 2018]

Gio. 2017. Liquid Soap vs Bar Soap, Which one is better? https://beautifulwithbrains.com/liquid-soap-vs-bar-soap/ [22 Desember 2018]

Patterson, S. 2017. Bar Soap vs Liquid Soap- Which is Best? https://naturallivingideas.com/bar-soap-vs-liquid-soap/ [22 Desember 2018]


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store