Sakit Amandel, Apakah Berujung Pada Operasi?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

252

Sakit amandel memang terasa mengganggu, terutama jika amandel yang membesar sudah hampir menutupi seluruh jalan napas. Akibat dari pembesaran amandel ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau adanya dengkuran yang keras saat tidur. Untuk menghilangkan keluhan ini, salah satu caranya adalah dengan operasi atau membuang amandel yang membesar tersebut. Lalu, apakah semua sakit amandel harus dioperasi?

Penyakit kanak-kanak

Sakit amandel atau yang disebut sebagai tonsilitis merupakan suatu peradangan pada jaringan tonsil. Tonsil adalah salah satu organ limfatik yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Organ ini sangat aktif pada masa kanak-kanak, tetapi fungsinya menurun atau tidak lagi banyak berperan dalam sistem pertahanan tubuh orang dewasa karena pada usia 10-11 tahun amandel normal akan menyusut dan hampir tidak ditemukan lagi saat dewasa. Sehingga, tonsilitis lebih sering diderita oleh anak-anak dibanding orang dewasa.

Akut dan Kronis

Tonsilitis dibedakan menjadi tonsilitis akut dan tonsilitis kronik, berdasarkan lama penyakit. Tonsilitis akut merupakan tonsilitis yang berlangsung dalam waktu singkat biasanya sekitar 3-4 hari namun dapat juga menetap hingga 2 minggu, lalu kemudian sembuh. Tonsilitis akut sering disebabkan oleh bakteri Streptococcus β-haemoliticus grup A (S. Pyogenus), Stapylocuccus, Pneumocuccus, H. Influenzae, E. Coli atau virus. Pada anak umumnya disebabkan oleh virus, sedangkan pada dewasa disebabkan oleh bakteri.

Tonsilitis akut memberikan gejala berupa tenggorokan terasa panas, kering, nyeri telan, demam, sakit kepala, mual, muntah, dan biasanya anak akan menolak untuk makan. Pada pemeriksaan dapat ditemukan suara penderita seperti mulut penuh dengan makanan, mulut berbau busuk, air liur menumpuk dalam rongga mulut, dan tonsil yang membengkak, kemerahan, dengan atau tanpa disertai bintik-bintik putih di atasnya.

Sedangkan tonsilitis kronik merupakan kelanjutan dari tonsilititis akut yang terjadi berulang/kambuhan atau karena tidak sembuh dengan sempurna. Faktor yang mendukung terjadinya penyakit ini adalah rangsangan kronik seperti rokok, bisa juga karena cuaca, pengobatan radang akut yang tidak tuntas, dan kebersihan mulut yang kurang terjaga. Gejala hampir sama dengan tonsilitis akut, tetapi dengan nyeri telan yang lebih ringan atau jika disertai dengan pembesaran adenoid yang akan menyebabkan buntu hidung, ngorok, dan gangguan pendengaran.

Apakah berbahaya?

Tonsilitis yang tidak diobati dengan tuntas dapat menyebabkan komplikasi berupa abses peritonsil atau abses parafaring (terkumpulnya nanah pada jaringan di sekitar tonsil atau faring). Selain itu, kuman juga dapat menyebar ke seluruh tubuh mengenai organ lain seperti ginjal dan jantung. Bila disertai dengan pembesaran adenoid menyebabkan Obstructive Sleep Apnea dengan gejala dengkuran keras, terengah-engah atau berhenti bernapas saat tidur.

Perlukah dioperasi?

Tonsilitis dapat diatasi dengan medikamentosa (obat-obatan) atau operatif. Tonsilitis akut yang disebabkan oleh virus seringkali tidak diperlukan karena bersifat sembuh sendiri (self-limiting disease) terutama pada penderita dengan daya tahan tubuh yang baik. Antibiotik diberikan pada tonsilitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Operasi tonsilektomi (pengangkatan tonsil) biasanya diperuntukkan pada tonsilitis kronik terutama jika pembesaran tonsil menyebabkan kesulitan bernapas, atau pada tonsilitis akut yang sering berulang, atau pada abses peritonsil yang tidak sembuh dengan antibiotik. Sehingga tidak semua tonsilitis perlu dioperasi, konsultasikan pada dokter jika terdapat gejala tonsilitis terutama pada anak. (BEL/CM)

Sumber:

  1. Yusuf, M., Wiyadi, HMS., Kentjono, WA., Herawati, S., Pawarti, DR. 2016. Tonsilitis Akut. Buku Pedoman Diagnostik dan Terapi Departemen Ilmu Kesehatan THT-KL RSUD Dr. Soetomo. pp 214-217.
  2. 2018. Memahami Tonsilitis Kronik dan Penanganannya. Available at: https://www.alodokter.com/memahami-tonsilitis-kronik-dan-penanganannya

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store