Sakit Usus Buntu, Haruskah Dioperasi?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

114

Usus buntu adalah organ berbentuk kantung kecil dan tipis, berukuran 5 – 10 cm yang berada di antara usus halus dan usus besar. Usus buntu terhubung langsung dengan usus besar. Organ ini dapat mengalami peradangan yang disebut dengan penyakit usus buntu atau dalam medis dikenal dengan apendisitis. Penyakit usus buntu berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik, salah satunya yaitu usus dapat pecah. Bakteri dari usus kemudian dapat mencemari organ-organ di rongga perut dan mengakibatkan infeksi yang mengancam nyawa.

Mengingat usus buntu merupakan salah satu penyakit serius, sebaiknya Anda segera mengkonsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih awal. Nyeri perut merupakan gejala utama yang timbul apabila Anda mengalami usus buntu. Biasanya nyeri muncul pada bagian atas perut, kemudian berpindah menjalar ke seluruh bagian perut, dan berakhir hanya pada bagian kanan bawah perut.

Usus buntu dan rasa nyeri yang ditimbulkan tidak akan hilang begitu saja. Ketika Anda menghiraukan gejala yang ditimbulkan, bisa saja infeksi penyakit usus buntu justru semakin melebar dan malah bertambah parah. Beberapa obat antinyeri yang Anda konsumsi untuk meredakan gejala juga dapat mengaburkan gejala atau hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter nantinya, sehingga biasakan untuk menceritakan pada dokter Anda, obat apa saja yang telah Anda konsumsi untuk meredakan gejala nyeri yang Anda rasakan.

Sebagaian besar dokter menggunakan antibiotik untuk menangani usus buntu yang membengkak. Pada tahap ini, usus buntu belum dalam kondisi pecah sehingga operasi tidak perlu dilakukan secepatnya. Bisa juga, radang usus buntu telah menyebabkan perlekatan dengan jaringan sekitarnya, sehingga operasi tidak boleh dilakukan saat itu juga karena dapat menyebakan komplikasi yang lebih membahayakan.

Meski demikian, operasi usus buntu merupakan penanganan utama yang wajib dijalankan karena tidak ada yang tahu atau tidak ada yang dapat memprediksi kapan usus buntu bertahan hanya membengkak dan kapan akan pecah. Beberapa tahapan terjadinya radang usus buntu antara lain:

  • Usus buntuk mengalami peradangan
  • Pecahnya usus buntu atau perlekatan dengan jaringan sekitar
  • Peritonitis atau infeksi pada selaput rongga perut akibat kuman dari dalam usus berpindah keluar dari usus menuju rongga perut melalui usus yang pecah

Selain dikenal sebagai penyakit kegawatdaruratan di bidang bedah. Radang usus buntu juga salah satu penyakit yang sulit untuk didiagnosis dengan menggunakan pemeriksaan penunjang apapun. Beberapa pemeriksaan penunjang mungkin dilakukan untuk mendukung diagnosis, namun bisa juga pemeriksaan tersebut memberikan hasil pemeriksaan yang normal meski radang telah terjadi. Misalnya saja pada pemeriksaan laboratorium darah, sel darah putih bisa saja meningkat, namun juga bisa terlihat normal. Atau juga USG, beberapa hasil USG dapat menunjukkan adanya tanda radang pada usus buntu, namun ada juga yang hasilnya normal meski radang telah terjadi. Oleh sebab itu, jangan kaget dan jangan terlalu cemas apabila dokter menegakkan diagnosis radang usus buntu hanya dari anamnesis (wawancara) dan pemeriksaan fisik saja, karena melalui kedua proses ini, radang usus buntuk boleh ditegakkan diagnosisnya, segera mendapatkan penanganan pertama, serta persiapan operasi sebagai penanganan utama.

Jika Anda mengalami sakit di perut bagian kanan bawah, demam hingga 39 derajat celcius, tidak selera makan, mual dan muntah, perut membengkak, tidak bisa buang gas, susah dan sakit saat buang air kecil, kram perut, dan konstipasi atau diare, segera datangi unit gawat darurat di rumah sakit terdekat karena bisa jadi Anda terkena penyakit usus buntu. (EDA/STE)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store