Sayangi Otak Anda Dengan Tidak Makan Junk Food, Ini Alasannya….

244

Anda ingin memiliki memori yang kuat? Bila jawabannya iya adalah dengan menghindari makanan yang sangat tidak sehat yaitu junk food. Makanan yang stu ini memang menjadi favorit banyak orang, karena rasanya yang enak, mudah untuk didapatkan dan biasanya memiliki harga yang terjangkau.

Namun bila Anda sering mengkonsumsi junk food maka Anda harus siap-siap bila Anda akan kehilangan fungsi otak Anda.

Menurut studi yang juga sudah dipublikasikan dalam jurnal internasional BMC Medicine pada September 2015, makanan junk food berbahaya bagi otak karena dapat mengganggu kesehatan mental seperti menimbulkan depresi, perasaan cemas dan memperbesar risiko demensia (pikun)

Hal ini dikarenakan makanan ini memberikan efek negatif bagi otak, yaitu memperkecil hipokampus.

Penelitian bahaya junk food

Penelitian yang dilakukan di Deakin University School of Medicine, Australia. Dimana para peneliti menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk melihat citra otak dan mengukur volume hipokampus otak pada sekitar 250 orang dewasa yang berusia 60 sampai 64 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering mengonsumsi makanan manis atau tinggi gula, tinggi kandungan garam, tinggi lemak, dan makanan-makanan serba instan ternyata memiliki ukuran hipokampus yang lebih kecil.

Sedangkan kelompok lain yang memiliki ukuran hipokampus lebih besar memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan, ternyata memiliki ukuran hippocampus yang lebih besar.

Volume hipokampus yang mengecil dapat mengakibatkan kemampuan fungsi kognitif dan kondisi mental terganggu.

Sebenarnya dengan pertambahan usia, ukuran hipokampus akan mengecil, oleh karena itu dengan pertambahan usia biasanya fungsi dan kemampuan otak akan menurun. Namun, selain karena usia, beberapa faktor lain seperti gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi junk food akan mempercepat penurunan fungsi otak sebesar 60%.

Akibat makanan junk food pada otak

Makanan junk food umumnya tinggi kalori, mengandung lemak, gula, dan garam dalam kadar yang tinggi. Kandungan zat-zat aditif seperti bumbu penyedap, pengawet, pewarna dan perasa yang juga sangat tinggi.

Kurangnya nutrisi atau bahkan adanya zat-zat berbahaya dalam junk food dapat menimbulkan reaksi kimia tertentu yang mengarah pada peradangan pada bagian hipokampus otak.

Selain itu makanan yang tinggi gula dan lemak juga dapat menekan aktivitas peptida otak yang disebut BDNF (brain-derived neurotrophic factor) yang membantu dalam proses pembentukan memori dan kemampuan belajar.

Terlalu banyak konsumsi makanan tinggi lemak dan gula seperti yang banyak terdapat dalam junk food secara substansial dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Tingginya kadar insulin membuat otak berhenti merespons hormon insulin dan kemudian menjadi resisten terhadap insulin. Hal ini dapat membatasi kemampuan otak untuk berpikir, mengingat atau menyimpan memori, sehingga meningkatkan risiko demensia.

Terlalu sering konsumsi junk food membuat Anda kehilangan nutrisi penting seperti omega 3 dan 6.  Kekurangan omega 3 dan 6 dapat memicu terjadinya demensia, menurunnya kemampuan belajar otak, dan gangguan dalam berkonsentrasi. Sementara kekurangan triptofan dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Makanan junk food memang makanan yang mudah untuk disukai banyak orang, namun melihat banyaknya risiko yang ditimbulkan Anda masih rela untuk memakannya???