Scabies

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

468

Scabies atau yang lebih sering disebut gudig atau kudis adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh adanya infestasi parasit di tubuh manusia. Scabies merupakan penyakit infestasi dan bukan infeksi, yakni parasit hanya hidup di permukaan tubuh manusia. Akibat dari infestasi parasit ini, ditemukan rasa gatal pada kulit yang teramat sangat dan memburuk pada malam hari. Penyakit ini menular dengan mudah, sehingga perlu perhatian khusus untuk membasmi penyakit ini. Mari kita simak lebih dalam mengenai penyakit ini.

Scabies disebabkan oleh salah satu tungau dengan nama Sarcoptes scabiei. Ketika kulit manusia pertama terkena tungau, gejalanya tidak langsung muncul. Tungau ini membutuhkan 1-2 bulan untuk memunculkan gejala. Pada orang yang pernah menderita scabies sebelumnya, gejala bisa muncul lebih cepat, yakni dalam 1-4 hari. Pada masa ini, manusia yang terinfestasi dapat menularkan scabies walaupun gejalanya belum terlihat.

Gatal yang ditimbulkan sebenarnya merupakan proses alergi terhadap kotoran yang dihasilkan oleh tungau. Gatal ini biasanya dirasa memberat saat malam hari dan terlihat seperti jerawat. Bagian-bagian tubuh yang sering dituju oleh tungau ini adalah sela dan lipatan jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, alat kelamin, puting susu, pinggang, dan pantat. Pada bayi dan anak-anak, rasa gatal lebih sering muncul pada kepala, leher, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

Tungau ini membuat terowongan pada kulit untuk meletakkan telur-telurnya. Terowongan ini biasanya sama dengan warna kulit atau juga bisa keabu-abuan. Akan tetapi, terowongan ini bisa saja tidak muncul karena pada tubuh manusia biasa ditemukan dalam jumlah sedikit, sekitar 10 sampai 15 tungau. Pada tubuh manusia, tungau ini bisa bertahan hidup 1 sampai 2 bulan. Di luar tubuh manusia, tungau ini mati dalam 48–72 jam. Pemanasan dalam suhu 50°C dapat membunuh tungau dalam 10 menit.

Scabies ditularkan secara kontak kulit dengan kulit. Kontak kulit ini harus berlangsung lama seperti tidur dalam satu ruangan yang sama atau menggunakan handuk bersama. Jabat tangan atau berpelukan tidak dapat menularkan scabies. Penularan juga jarang terjadi pada orang yang menggunakan kolam renang yang sama dengan penderita scabies. Pencegahan penularan scabies perlu dilakukan pada orang yang tinggal dalam satu rumah, yakni dengan menghindari kontak kulit dan tidak menggunakan alat-alat pribadi yang sama dengan penderita.

Obat-obatan yang dapat menyembuhkan scabies disebut scabicides. Scabicides biasanya berupa krim atau lotion yang dioleskan ke seluruh area tubuh dan dibiarkan selama waktu yang telah tertera pada masing-masing obat. Setelah itu, tubuh dibasuh dengan mandi. Apabila gatal-gatal masih terasa selama 2-4 minggu atau ditemukan terowongan lagi pada kulit, pengobatan perlu diulang kembali. Perlu diperhatikan bahwa scabicides hewan tidak sama dengan manusia sehingga scabies pada manusia tidak bisa disembuhkan dengan scabicides hewan. Hal ini karena hewan tidak dapat menularkan scabies pada manusia. Scabies pada hewan disebabkan oleh jenis tungau yang lain.

Untuk ketepatan diagnosis dan pengobatan, segera konsultasikan ke dokter agar tata laksana dari penyakit ini dapat tuntas membasmi scabies pada manusia. (SBD)

DAFTAR PUSTAKA

Centers for Disease Control and Prevention. 2018. Scabies. Tersedia di: <https://cdc.gov/parasites/scabies/index.html> [Diakses 29 Desember 2018]


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store