Sedang Mengalami Serangan Panik Atau Stress Berat???

261

Apakah Anda sering mengatakan bahwa Anda mengalami serangan panik? Akan tetapi, apakah Anda benar-benar mengalami serangan panik? Mungkin tidak. Namun, untuk memastikannya, Anda harus terlebih dahulu mempelajari apa sebenarnya serangan panik, apa saja gejalanya, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

Serangan panik merupakan episode singkat dari rasa takut yang intens, yang dapat berlangsung selama 5-20 menit. Serangan panik biasanya terjadi melalui 3 tahapan. Tahap pertama adalah saat serangan panik terjadi akibat adanya suatu pemicu dari luar, misalnya karena pasangan Anda tidak juga mengabari Anda atau karena Anda terjebak di tempat kecil (misalnya di dalam lift atau mobil) dan merasa takut tidak bisa keluar dari tempat tersebut. Hal ini akan membuat Anda merasa panik

Tahap berikutnya adalah timbulnya gejala fisik saat Anda mengalami serangan panik, misalnya sesak napas, peningkatan denyut jantung, keringat dingin, gemetar, dada terasa seperti ditekan, mual, perut terasa tidak nyaman, kesemutan, kepala terasa ringan, pusing, atau mulut kering.

 

Tahap terakhir adalah saat di mana tubuh Anda mengartikan berbagai gejala fisik di atas sebagai “bencana” besar, yang membuat Anda merasa bahwa sesuatu hal yang buruk akan segera terjadi. Hal ini akan membuat penderita merasa bahwa saat ia mengalami peningkatan denyut jantung, maka ia akan mengalami serangan jantung. Bila hal ini terus berlanjut, maka serangan panik ringan ini dapat berubah menjadi serangan panik berat.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan saat Anda merasa bahwa Anda sedang mengalami serangan panik? Hal paling penting yang perlu Anda lakukan adalah menarik napas dalam-dalam secara perlahan. Proses ini akan membuat perhatian Anda teralihkan, yang akan membuat Anda merasa lebih tenang.

Setelah Anda cukup tenang dan dapat berpikir dengan jernih, minumlah air putih, sambil tetap mengatur pernapasan Anda, dan ingatkan diri Anda bahwa Anda hanya mengalami serangan panik, bukan sesuatu hal yang berbahaya.

Intinya adalah jangan bereaksi berlebihan terhadap berbagai gejala fisik atau situasi yang Anda alami, karena pikiran negatif yang berlebihan ini dapat memicu terjadinya serangan panik. Hal terakhir yang perlu Anda lakukan adalah mengingatkan diri Anda sendiri bahwa berbagai gejala fisik yang Anda alami tidaklah permanen dan akan segera menghilang serta tidak berbahaya.

 

Sumber: womenshealthmag