Sekilas Info Mengenai Mata Merah (Konjungtivitis)

350

Mata merah atau konjungtivitis merupakan peradangan dan kemerahan dari membran jernih yang melapisi bagian putih mata dan membran pada kelopak mata bagian dalam. Konjungtivitis paling sering terjadi akibat infeksi virus atau bakteri. Selain itu; alergi, bahan kimia, dan suatu penyakit juga dapat menyebabkan terjadinya konjungtivitis.

 

Apakah Konjungtivitis Menular?

Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri sangat mudah menular. Infeksi dapat disebarkan dengan mudah melalui tidak mencuci tangan dengan baik atau dengan menggunakan benda yang sama dengan penderita. Selain itu, konjungtivitis juga dapat ditularkan melalui batuk dan bersin penderita.

Anak-anak yang didiagnosa menderita konjungtivitis harus beristirahat di rumah selama sejangka waktu agar tidak menularkan infeksi pada anak-anak yang lain.

Sementara itu, konjungtivitis yang disebabkan oleh alergi dan zat kimia biasanya tidak menular.

 

Berbagai Gejala Konjungtivitis yang Biasa Ditemukan

Mata Merah

Mata merah merupakan gejala klasik dari konjungtivitis. Konjungtivitis merupakan gangguan mata yang sering terjadi dan biasanya tidak berat serta tidak menyebabkan gangguan mata jangka panjang atau ketajaman penglihatan jika diobati dengan benar.

 

Kelopak Mata Membengkak dan Merah

Gejala infeksi konjuntivitis biasanya dimulai dari satu mata dan akan menginfeksi mata lainnya dalam waktu beberapa hari. Bila konjungtivitis disebabkan oleh alergi, maka gejala biasanya mengenai kedua mata. Pembengkakan pada kelopak mata lebih sering terjadi pada konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri dan alergi.

 

Mata Berair

Konjuntivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan alergi biasanya menyebabkan mata lebih berair daripada biasanya.

 

Mata Terasa Gatal Atau Seperti Terbakar

Gejala yang satu ini seringkali dialami oleh para penderita konjungtivitis.

 

Belekan

Bila cairan yang keluar dari dalam mata berwarna jernih dan encer, maka kemungkinan besar Anda menderita konjungtivitis virus atau alergik. Akan tetapi, bila cairan yang keluar berwarna kuning-kehijauan dan banyak, maka kemungkinan besar konjungtivitis yang Anda alami adalah konjungtivitis bakterial.

 

Mata Tidak Dapat Membuka

Jika Anda terbangun dan sulit membuka mata Anda, maka kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh belekan yang menumpuk saat tidur.

 

Mata Menjadi Lebih Sensitif Terhadap Cahaya

Konjungtivitis dapat membuat mata Anda menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Jika Anda mengalami gejala yang lebih berat seperti perubahan ketajaman penglihatan, perubahan sensitivitas terhadap cahaya yang berat, atau nyeri berat; maka hal ini menandakan bahwa infeksi telah menyebar lebih dalam dari sekedar konjungtiva, yang berarti Anda harus segera pergi ke dokter.

 

Terasa Seperti Ada Benda Asing di Dalam Mata (Mengganjal)

Selain berbagai gejala di atas, konjungtivitis juga dapat membuat penderitanya merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam matanya.

 

Kapan Mata Merah Berarti Bahaya?

Mata merah atau konjungtivitis yang berlangsung dalam waktu yang lama dapat merupakan tanda adanya alergi atau infeksi yang membutuhkan pengobatan. Selain itu, mata merah juga dapat merupakan gejala dari infeksi kelopak mata (blefaritis) atau iritasi kornea (mata kering).

Lebih jarang lagi, konjungtivitis juga dapat merupakan gejala dari gangguan sistemik seperti artritis reumatoid, lupus, atau inflammatory bowel disease seperti kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Selain itu, konjungtivitis juga dapat ditemui pada orang yang menderita  penyakit Kawasaki, suatu penyakit langka yang biasanya menyebabkan terjadinya demam pada bayi dan anak-anak.

 

 

 

Pengobatan Konjungtivitis

Konjungtivitis bakterial biasanya diobati dengan pemberian tetes mata, salep, atau pil antibiotika. Sementara itu, sebagian besar konjungtivitis virus tidak membutuhkan pengobatan apapun, gangguan biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-7 hari.

Gejala konjungtivitis alergika biasanya akan membaik setelah alergen dihindari atau disingkirkan. Konjungtivitis karena zat kimia biasanya membutuhkan terapi cuci mata selama 5 menit dan pengobatan dokter segera.

Untuk mengurangi rasa nyeri dan membersihkan cairan atau belekan yang keluar dari dalam mata, gunakanlah kompres dingin atau hangat. Pastikan Anda menggunakan kain yang berbeda untuk membersihkan setiap mata untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi. Ingatlah untuk selalu menggunakan kain bersih setiap kali membersihkan mata. Bersihkanlah belek dari bagian dalam ke bagian luar mata.

 

Berapa Lama Konjungtivitis Dapat Menular?

Konjungtivitis bakterial biasanya menular hingga 24 jam setelah penggunaan antibiotika dimulai. Sementara itu, untuk konjungtivitis viral, Anda dapat menularkan infeksi pada orang lain selama gejala masih berlangsung.

 

Bagaimana Cara Mencegah Penularan?

Jika Anda atau anak Anda menderita konjungtivitis, jangan menyentuh area mata dan cucilah tangan lebih sering, terutama setelah Anda mengoleskan obat pada area mata yang terkena. Jangan pernah gunakan handuk atau sapu tangan yang sama dengan orang lain, dan pastikan Anda selalu membuang tisu yang telah Anda gunakan. Gantilah sarung bantal dan handuk Anda setiap hari, serta bersihkan semua area rumah yang telah Anda sentuh seperti bak mandi dan kenop pintu. Buanglah semua riasan yang Anda gunakan selama sakit.

 

Sumber: webmd