Sekilas Mengenai Laringitis Akut

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

248

Perubahan suara menjadi serak secara tiba-tiba seringkali terjadi sehari-hari. Suara serak atau suara parau dapat sangat mengganggu karena dapat menghalangi komunikasi sehari-hari. Suara serak sering dialami baik anak-anak maupun dewasa. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa setiap tahunnya 1% dari anak-anak di Amerika Serikat memiliki keluhan suara serak. Sementara pada penelitian yang lain disebutkan bahwa 53,5% dewasa muda memiliki keluhan serupa. Lalu, apakah yang menyebabkan suara menjadi serak?

Suara serak dapat terjadi apabila terjadi proses peradangan pada pita suara. Pita suara terletak pada tenggorokan bagian atas yang disebut laring. Dalam bahasa kedokteran proses peradangan ini dikenal sebagai laringitis. Laringitis dibagi menjadi dua yaitu laringitis akut apabila penyakit muncul mendadak atau gejala kurang dari 3 minggu, sementara disebut laringitis kronis apabila gejala telah muncul selama lebih dari 3 minggu.

Laringitis akut dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti penyalahgunaan suara (terlalu sering berteriak atau bernyanyi terlalu keras) atau adanya infeksi yang kemudian dapat menjadi infeksi saluran pernapasan atas. Infeksi pada laring kebanyakan disebabkan oleh virus, namun terkadang dapat pula disebabkan oleh bakteri.

Gejala dari laringitis akut tidak hanya berupa suara serak, akan tetapi juga dapat disertai oleh gejala lainnya. Penderita laringitis akut pun seringkali mengeluh terasa nyeri saat berbicara, terasa nyeri saat menelan, kesulitan untuk menelan, sesak, keluar ingus, nyeri pada tenggorokan, serta badan terasa lemah, namun, tidak selalu seluruh gejala tersebut muncul pada seseorang. Sementara itu, melalui pemeriksaan fisik oleh seorang dokter dengan menggunakan laringoskopi indirekta maupun laringoskopi direk dapat ditemukan adanya kemerahan serta bengkak pada pita suara.

Infeksi virus merupakan penyebab tersering terjadinya infeksi pada laring, meskipun begitu, infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya dengan didukung oleh ketahanan tubuh yang kuat. Sementara pada kasus infeksi akibat bakteri maka dibutuhkan terapi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter.

Beberapa perubahan perilaku juga dapat membantu memulihkan suara yang serak seperti menghindari berbicara atau bernyanyi terlalu lama atau terlalu keras, meminum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi pada tubuh, tidak merokok, serta menghindari berbicara dengan berbisik dikarenakan berbisik memberikan tekanan lebih kuat pada pita suara dibandingkan dengan suara normal.

Meskipun pada beberapa kasus suara serak dapat sembuh dengan sendirinya, namun suara serak merupakan gejala yang tidak bisa dianggap remeh. Suara serak yang terjadi lebih dari 3 minggu dapat merupakan suatu gejala yang mengarah pada kemungkinan adanya benjolan jinak bahkan kanker pada pita suara, sehingga apabila didapatkan suara serak tidak kunjung membaik dalam kurun waktu 3 minggu maka perlu untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter terdekat. (IFT/CM)

Referensi:

  1. Shah RK. 2017. Acute Laryngitis. Medscape.
  2. Whited CW, Dailey SH. 2018. Laryngitis. BMJ Best Practice.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store