Selalu Sakit Kepala Setelah Makan? Ini Dia Penyebabnya…

197

Mengalami sakit kepala setelah mengkonsumsi makanan tertentu dapat merupakan gejala dari suatu gangguan kesehatan. Sakit kepala ini seringkali juga disertai oleh berbagai gejala lain dapat dicegah dengan menghindari beberapa makanan tertentu.

Akan tetapi, pada beberapa kasus perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa sebenarnya penyebab sakit kepala dan pengobatan apa yang paling tepat untuk mengatasinya.

Sakit kepala dapat terjadi pada siapa saja, pada usia berapa pun, dan mungkin berhubungan dengan berbagai hal seperti gaya hidup tidak sehat, yang menyebabkan penderita kurang tidur, stress, dan menggunakan berbagai zat kimia.

Beberapa makanan dapat memicu terjadinya nyeri tumpul atau nyeri berdenyut pada kepala. Beberapa makanan yang dimaksud adalah makanan asin atau manis.

Selain makanan, beberapa gangguan kesehatan juga dapat menyebabkan terjadinya sakit kepala setelah makan. Jika Anda sering mengalami sakit kepala setelah makan, maka beberapa hal di bawah ini mungkin adalah penyebabnya. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk memastikannya.

 

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang sering menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala setelah mengkonsumsi makanan asin. Penderita hipertensi yang mengkonsumsi garam dalam jumlah banyak dapat mengalami sakit kepala.

Hal ini dikarenakan ginjal, yang pada keadaan normal berfungsi untuk mengendalikan jumlah garam yang masuk ke dalam aliran darah, mungkin tidak dapat mengatasi kelebihan garam ini dan menyebabkan terjadinya penarikan cairan ke dalam aliran darah. Hal ini akan menyebabkan peningkatan volume darah, yang akan memicu terjadinya peningkatan tekanan darah dan menyebabkan timbulnya sakit kepala setelah makan.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, dianjurkan agar Anda mengurangi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung banyak garam.

 

Diabetes

Penderita diabetes dapat mengalami sakit kepala setelah mengkonsumsi makanan manis. Hal ini dikarenakan mengkonsumsi makanan manis dapat meningkatkan kadar gula darah secara mendadak, yang akan memicu pelepasan hormon insulin.

Insulin akan meningkatkan penyerapan gula ke dalam sel, yang akan menyebabkan terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah rendah. Hal ini akan membuat otak tidak menerima cukup gula, yang akan menyebabkan peningkatan aliran darah ke dalam otak. Perubahan ini akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah di dalam otak dan memicu terjadinya sakit kepala.

Peningkatan aliran darah ke dalam otak juga dapat menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan melebar, yang akan meningkatkan tekanan darah, yang akan memicu terjadinya nyeri kepala berdenyut.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, dianjurkan untuk menghindari makanan manis, terutama bila Anda memiliki kadar gula darah tinggi atau menderita diabetes.

 

Migrain

Sakit kepala migrain ditandai dengan nyeri kepala berdenyut pada salah satu sisi kepala, yang dapat dipicu oleh makanan tertentu. Beberapa jenis makanan yang dapat memicu terjadinya serangan migrain adalah buttermilk, yogurt, keju biru, sour cream, dan berbagai jenis makanan lain yang mengandung tiramin seperti cokelat, daging asap, hati ayam, pisang, buah golongan sitrus, kecap asin, dan berbagai makanan yang mengandung zat pengawet.

Sakit kepala migrain dapat disertai oleh mual dan muntah, kepala terasa melayang, dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. Untuk mencegah terjadinya sakit kepala, dianjurkan agar Anda menghindari berbagai jenis makanan di atas.

 

 

Refluks Asam Lambung

Mengkonsumsi makanan pedas dan makanan yang digoreng dapat meningkatkan produksi asam di dalam lambung. Kadangkala asam lambung ini dapat naik hingga ke kerongkongan (esofagus) dan menyebabkan terjadinya refluks asam lambung. Kondisi ini seringkali disertai oleh sakit kepala setelah makan, dada terasa seperti terbakar, mual, nyeri dada, dada terasa tidak nyaman, dan batuk.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, hindarilah berbagai jenis makanan yang berlemak, pedas, asam, minuman beralkohol, dan minuman bersoda. Selain itu, berhentilah merokok karena rokok juga dapat memicu terjadinya refluks asam lambung.

 

Alergi Makanan

Sistem kekebalan tubuh manusia kadangkala dapat berespon terhadap makanan tertentu dan menganggap makanan tersebut sebagai sebuah ancaman terhadap tubuh dan mengaktivasi pelepasan sel mast dan histamin ke dalam darah.

Reaksi alergi ini dapat menimbulkan berbagai gejala seperti pembengkakan pada wajah, bentol-bentol, hidung meler, mengi, kram perut, kepala terasa ringan, dan sakit kepala.

Kadangkala alergi makanan dapat memicu terjadinya reaksi alergi berat yang dapat membahayakan jiwa. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menghindari berbagai jenis makanan yang dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami kesulitan bernapas atau menelan setelah mengkonsumsi suatu makanan.

 

Intoleransi Makanan

Beberapa orang tidak dapat mentoleransi beberapa jenis makanan yang mengandung laktosa (misalnya susu) atau gluten (misalnya gandum dan barley). Bila mereka mengkonsumsi berbagai makanan ini, maka para penderita ini dapat mengalami diare, muntah, dan sakit kepala.

Menghindari berbagai jenis makanan yang tidak dapat ditoleransi dapat mencegah terjadinya gejala, termasuk sakit kepala.

 

.

 

Sumber: md-health