SEMBELIT SAAT TRAVELING

26

Pada beberapa orang, traveling kerap dibarengi dengan masalah pencernaan seperti sembelit Entah kenapa, usus seperti jadi mampet begitu Anda menginjakkan kaki di tempat yang baru. Dan anehnya lagi, urusan pencernaan ini bakal kembali lancar begitu Anda pulang ke rumah.

Sembelit saat traveling memang bikin serba salah. Bagaimana bisa menikmati liburan dan kuliner enak kalau perut terasa begah dan kembung akibat sembelit, kan? Tapi, memangnya apa sih yang membuat kita kerap mengalami sembelit saat bepergian?

Penyebab sembelit saat traveling

  1. Stress

Sembelit dapat terjadi karena sejumlah alasan dan salah satunya adalah stres. Terdapat interaksi yang luar biasa antara sistem saraf pusat – otak, sumsum tulang belakang – dan apa yang disebut ‘otak kecil’ usus, yang disebut sistem saraf enteric.

Jika Anda stres dengan perjalanan – perencanaan, pengepakan, penerbangan – hal ini dapat mengganggu sistem saraf enteric Anda, hal ini tentu dapat mempengaruhi keteraturan pergerakan usus, serta menyebabkan gas, kembung, dan ketidaknyamanan perut.

Cara Mengatasi : Teknik relaksasi seperti yoga dan mindfulness dapat membantu – dan hei, ada banyak alasan lain mengapa Anda harus meluangkan waktu untuk yoga.

  • Makanan dan minuman yang berbeda

Sembelit juga  juga bisa terjadi karena makan dan minum secara berbeda saat traveling. Asupan serat penting untuk konsistensi tinja yang teratur dan baik, dan hal ini bisa berubah ketika seseorang bepergian. Kekurangan cairan dapat memengaruhi jadwal buang air besar. Dehidrasi bisa memengaruhi keteraturan gerakan usus.”

Cara Mengatasi : Jika Anda khawatir tentang sembelit, makan makanan yang kaya serat, banyak minum air putih, dan cobalah membatasi asupan alkohol dan kafein Anda.

  • Siklus tidur yang tidak baik

Tidur, atau kurang tidur, dapat memengaruhi sembelit. Tidur yang cukup, dapat membantu mengurangi banyak gejala dan keluhan saluran pencernaan. Ketika Anda bepergian, perubahan yang dihasilkan pada jam tidur tubuh yang dikenal sebagai ritme sirkadian dapat berfek dramatis pada kemampuan Anda untuk buang air besar sesuai jadwal.

Pastikan Anda mendapatkan jumlah tidur yang memadai sebelum bepergian – tidak hanya selama perjalanan. Saat Anda tiba di tujuan, cobalah menyinkronkan dengan waktu setempat secepat mungkin. Beberapa orang memilih untuk menggunakan melatonin atau alat bantu tidur lainnya, tetapi Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum membuat keputusan itu.

Cara Mengatasi : Orang lain mengkonsumsi pelunak tinja dan pencahar yang lembut dapat membantu, terutama dalam beberapa hari pertama ketika Anda menyesuaikan diri dengan lingkungan baru Anda.

Secara keseluruhan, Anda harus mencoba yang terbaik untuk mempertahankan “rutinitas gaya hidup umum Anda. Itu termasuk melakukan olahraga rutin. (LM/STE)

Referensi

Constipation When Travelling: Here’s Why You Can’t Poop And How To Fix It | Men’s Health Singapore. (2019). Retrieved from https://www.menshealth.com.sg/ health/constipation-when-travelling-cant-poop-cure/