Seputar Kekurangan Yodium

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

69

Yodium adalah salah satu  unsur yang penting untuk tubuh. Yodium paling banyak ditemukan dalam garam beryodium. Kekurangan yodium masih menjadi masalah di Indonesia. Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) yang diadakan tahun 2007, Indonesia baru mencapai 62,7% konsumsi garam beryodium dari target 90%. Selain konsumsi yang rendah, sampel dari tiga puluh kabupaten dan kota di Indonesia menelurkan angka 24,5% rumah tangga yang menggunakan garam beryodium dengan kadar sesuai Standar Nasional Indonesia yaitu  30-80 ppm KIO3.

Kekurangan yodium merupakan suatu masalah kesehatan yang serius. Kekurangan yodium yang ditemukan pada ibu hamil dapat menyebabkan berbagai gangguan kehamilan yang berbahaya seperti kematian janin, kelahiran prematur, hingga aborsi spontan. Selain itu, yodim juga penting untuk perkembangan otak anak. Menurut sebuah penelitian yang diadakan di Inggris, ibu dengan kadar yodium yang lebih tinggi saat hamil memiliki anak yang lebih unggul saat dilakuka ujian mengeja, membaca, dan tata bahasa. Selain itu, pada penelitian lain juga mengaitkan antara kekurangan yodium dengan kecerdasan. Pada area yang kekurangan yodium, ditemukan anak-anak menderita penurunan IQ sebesar 6-12 poin jika dibandingkan dengan daerah yang mengkonsumsi yodium secara cukup.

Selain pada anak-anak konsumsi garam rendah yodium dapat juga menyebabkan masalah kesehatan pada dewasa. Hal ini dapat terjadi gejala “gondok” atau yang dalam bahasa medis disebut goiter. Gondok terjadi akibat pembesaran kelenjar tiroid akibat yodium, karena yodium dalam tubuh kurang kelenjar tiroid akan memperbesar diri sebagai mekanisme kompensasi. Jika berlanjut, kekurangan yodium pada dewasa dapat menyebabkan hypotiroidisme yang ditandai dengan kenaikan berat badan yang tidak jelas, kelelahan, dan kemampuan mengingat yang menurun.

Kekurangan konsumsi yodium dapat dikoreksi dengan mudah, yaitu mengkonsumsi garam beryodium secara cukup. Pastikan garam yang dikonsumsi mengandung yodium. Konsultasikan hal ini dengan ahli gizi terdekat mengingat pentingnya konsumsi garam beryodium di keluarga. Pemberian yodium terbukti dapat membantu meningkatkan kondisi tubuh pada pasien yang kekurangan yodium sebelumnya. Pada ibu hamil yang kekurangan yodium, pemberian suplementasi yodium dapat meningkatkan IQ anaknya sebesar 7,4 poin. Pada penelitian lain yang memberikan suplementasi yodium pada anak usia sekolah yang kekurangan yodium, memberikan hasil yang positif. Setelah 28 minggu  pemberian yodium, kelompok anak tersebut memberikan hasil tes y(Pearce, 2014)ang baik dalam beberapa bidang kognitif.

 

Kekurangan yodium masih menjadi masalah di Indonesia. Konsumsi garam beryodium masih rendah dan belum mencapai target, lebih lagi konsumsi garam beryodium yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Kekurangan yodium dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, paling buruk dapat menyebabkan penurunan IQ pada anak. Kekurangan yodium dapat diatasi dengan mengkonsumsi garam beryodium, untuk mengetahui garam yang baik untuk keluarga dapat melakukan konsultasi dengan ahli gizi terdekat. (RPG)

Sumber

KEMENKES. 2012. Kementerian Kesehatan RI. [online]. [Accessed 15 Desember 2018]. Available from World Wide Web: <http://www.depkes.go.id/article/print/2147/kemenkes-imbau-masyarakat-untuk-selalu-mengkonsumsi-garam-beriodium.html>

Pearce, E. N. (2014) ‘Iodine Deficiency in Children’, 26, pp. 130–138. doi: 10.1159/000363160.


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store