Sering Buang Air Kecil Saat Hamil, Normalkah ?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

468

Harus bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil memang merepotkan. Apalagi dengan kondisi tubuh yang sedang hamil. Tidak hanya itu, kencing juga terkadang keluar dengan sendirinya saat ibu hamil tertawa, bersin atau batuk. Muncul banyak pertanyaan apakah kondisi seperti ini saat hamil adalah suatu hal yang wajar? Sering buang air kecil merupakan efek dari kehamilan yang umum terjadi pada trimester pertama dan ketiga (umur kehamilan 1 – 12minggu dan 28 – 40 minggu). Tidak hanya itu kondisi ini juga bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan anda.

Penyebab sering buang air kecil saat hamil

Kondisi ini termasuk efek dari perubahan hormon yang terjadi selama hamil. Seiring berjalannya kehamilan, faktor hormonal akan memicu ginjal untuk memproduksi urin (kencing) lebih banyak guna membantu membuang zat-zat tidak penting dalam tubuh. Ketika hamil, sisa metabolisme dari janin di dalam kandungan juga ikut dikeluarkan melalui urineibu sehingga aliran darah dan produksi urine pada Ibu hamil ikut meningkat. Di akhir kehamilan tekanan pada kandung kemih akan meningkat karena posisi janin yang sudah berada dibawah. Hal ini yang membuat ibu hamil buang air kecil lebih sering meski kandung kemihnya belum penuh.

Kenyataannya, buang air kecil yang terus menerus selama hamil memang tidak bisa dihindari. Namun ibu tidak perlu khawatir karena berikut ada beberapa tips mudah untuk mengatasi kondisi ini :

  1. Hindari terlalu banyak minum sebelum tidur. Namun anda tetap wajib mengkonsumsi air putih setidaknya 8-12 gelas dalam sehari untuk mencegah dehidrasi.
  2. Hindari mengkonsumsi minuman berkafein seperti kopi atau minuman bersoda lainnya, karena ini dapat merangsang tubuh untuk sering buang air kecil
  3. Saat buang air kecil condongkan tubuh kebelakang untuk memastikan bahwa kandung kemih anda telah benar-benar kosong sepenuhnya.
  4. Lakukan senam kegel. Olahraga ini dapat membantu menguatkan otot panggul sehingga anda dapat mengendalikan buang air kecil yang terjadi dengan sendirinya akibat batuk, bersin-bersin, olahraga atau mengangkat beban berat.

Selain beberapa tips diatas, hal lain yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah jangan sering menahan buang air kecil karena hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Tanda mencolok dari infeksi saluran kemih adalah nyeri saat buang air kecil, nyeri perut bawah, demam dan warna kencing yang tampak keruh bahkan berwarna merah.

Pada dasarnya buang air kecil yang terus menerus akan menghilang segera setelah melahirkan. Apabila kondisi ini menetap setelah melahirkan atau timbul gejala-gejala infeksi saluran kemih saat sedang hamil, segera konsultasikan hal ini dengan dokter, agar anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat. (RH)

Daftar pustaka

  1. Giraldo PC, Araujo ED, Junior JE, do Amaral RL, Passos MR, Goncalves AK. The prevalence of urogenital infections in pregnant women experiencing preterm and full-term labor. Infect Dis Obstet Gynecol: 2012;241
  2. Ocviyanti D, Fernando D. Tatalaksana dan pencegahan infeksi saluran kemih pada kehamilan. J Indon Med Assoc. 2012;62:482-5.

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store