Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

346

Semua orang pasti pernah merasakan kesemutan atau sensasi rasa tertusuk-tusuk, terbakar, dan mati rasa dibagian tubuh tertentu. Kesemutan atau parestesia adalah salah satu respon tubuh yang terjadi karena adanya hambatan suplai darah ke saraf tertentu ataupun karena adanya penekanan pada saraf tertentu ditubuh. Bagian tubuh yang sering merasakan kesemutan biasanya adalah telapak tangan dan kaki. Hal ini umum terjadi ketika anda duduk bersila atau menekuk kaki terlalu lama, bisa juga karena tertidur dengan posisi tangan tertindih kepala. Akibatnya aliran darah ke saraf terganggu.

Pada umumnya kesemutan akan mereda jika bagian tubuh yang mengalaminya mulai digerakkan. Namun anda juga wajib waspada jika kesemutan berlangsung lama, karena hal tersebut bisa menjadi indikasi beberapa penyakit serius.

Berikut beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala kesemutan :

  1. Diabetes melitus (DM)

Pada pasien DM kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah, akibatnya darah yang mengalir diujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat dan mengkonsumsi vitamin untuk saraf

  1. Tanda stroke ringan

Kesemutan biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah diotak mengakibatkan kerusakan pada saraf setempat. Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi ketika tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.

  1. Rematik

Gejala kesemutan pada penyakit rematik  lebih disebabkan karena adanya peradangan pada sendi kaki atau tangan. Kesemutan biasanya sering disertai dengan nyeri dan bengkak pada sendi.

  1. Saraf terjepit

Saraf terjepit bisa terjadi di tulang belakang, tangan maupun kaki. Hal ini cenderung dihubungkan dengan beberapa aktivitas yang dilakukan dengan posisi yang salah dan berulang-ulang

  1. Tumor otak

Penekanan saraf tertentu akibat pertumbuhan diotak bisa memberikan gejala seperti kesemutan, mati rasa bahkan kelumpuhan anggota gerak

  1. Penggunaan obat-obatan tertentu

Obat-obatan untuk kemoterapi untuk penyakit kanker juga bisa memicu kesemutan

  1. Kekurangan asupan vitamin B

Vitamin B merupakan salah satu sumber nutrisi untuk sistem saraf kita, kekurangan vitamin B dalam tubuh dapat menimbulkan gejala kesemutan, kebas, ataupun rasa seperti ditusuk-tusuk.

Berolahragalah secara rutin, batasi konsumsi alkohol, berhenti merokok, menjaga pola makan yang sehat, serta mengobati dan mengontrol penyakit yang mendasarinya seperti diabetes atau penyakit lainnya akan membantu sensasi ini muncul berulang kali dalam keseharian Anda. Apabila anda mulai merasakan kesemutan yang makin lama makin memberat, dan sering-sering muncul tanpa faktor pencetus yang jelas, sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari kesemutan yang anda alami. (RH/CM)

Daftar pustaka:

  1. Quann D. Diabetic Neuropathy. [Updated : 2017]. https://emedicine.medscape.com/article/1170337-overview
  2. Gin  H,  Perlemoine C,  Rigalleau    How  to  better  systematize  the diagnosis  of neuropathy?  Diabetes & Metabolism  32(4):367-372, 2006.
  3. Ang CD  et al.  Vitamin  B for  treating peripheral neuropathy. Cochrane  Database  Syst Rev;(3):CD004573, 2008

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store