Sering Lelah, Apakah Jantung Saya Lemah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

295

Apa anda sering merasa mudah lelah, nyeri dada, hingga sesak napas? Jika ya, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter, karena bisa saja anda mengalami peyakit kardiomiopati atau yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan “lemah jantung”. Jantung sendiri merupakan salah satu organ yang paling penting dalam tubuh kita. Secara garis besar jantung terdiri dari otot, katup, dan penghasil gelombang listrik. Setiap komponen jantung ini bekerja secara sinkron dan teratur satu sama lain, apabila ada salah satu komponen jantung yang mengalami gangguan, maka kerja jantung secara keseluruhan juga akan terganggu.

Lemah jantung atau yang dalam ilmu medis disebut kardiomiopati merupakan kondisi dimana otot jantung mulai melemah dan kesulitan untuk memompa darah ke semua organ dalam tubuh. Penyakit ini dapat dialami oleh semua orang, dan biasanya didapatkan pada orang-orang usia produktif yaitu sekitar 30-40 tahun. Pada tahap awal, kardiomiopati biasanya tidak memberikan gejala apapun, namun saat kondisi lanjut gejala dapat dikenali dengan:

  1. Sulit bernapas baik saat beraktivitas atau istrahat
  2. Pusing, mudah lelah
  3. Batuk saat berbaring
  4. Irama jantung tidak beraturan
  5. Bengkak pada kedua kaki
  6. Nyeri dada
  7. Sering terbangun dimalam hari karena merasa sesak

Penyebab pasti lemah jantung sampai saat ini masih idiopatik, artinya belum diketahui dengan pasti dan jelas. Beberapa menduga karena dipengaruhi oleh faktor genetik, penggunaan obat-obatan, kemoterapi dan radiasi, konsumsi alkohol berlebihan, infeksi virus, ataupun karena penyakit kronik yang mendasarinya. Pada beberapa kasus, kardiomiopati dapat terjadi pada wanita menjelang melahirkan ataupun setelah melahirkan yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Untuk itu pemeriksaan lengkap secara rutin tetap dianjurkan.

Apabila anda mengalami satu dari ketujuh gejala di atas, maka dokter akan menganjurkan anda untuk melakukan pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui apakah memang ada gangguan irama jantung, pemeriksaan Echocardiography untuk menilai adanya kelainan anatomis serta fungsi tiap elemen jantung, Pemeriksaan Treadmill Stress Test untuk menilai kapasitas maksimal jantung Anda, serta Pemeriksaan Rontgen untuk mengetahui adanya pembesaran jantung atau tidak.

Lakukan medical check up rutin jika Anda berusia 30 tahun ke atas atau aktif berolahraga dengan intensitas sedang-berat. Apabila Anda divonis menderita kardiomiopati atau lemah jantung, Dokter akan memberikan obat-yang diharapkan dapat mengurangi resiko komplikasi gagal jantung. Apabila pengobatan ini dinilai tidak efektif, maka dokter akan mempertimbangkan upaya transplantasi jantung.

Berolahraga teratur bukan berarti kita bebas dari penyakit ini, jangan lengah dan segera jumpai dokter jika Anda merasakan gejala penyakit ini! (RH/CM)

Daftar Pustaka:

  1. Mumtaz A, Setiawan A.A. 2017. Faktor Risiko Kardiomiopati Dilatasi di Rumah Sakit DR. Kariadi Semarang. JKD. 6(1): 20-27
  2. Wynne J, Braunwald E. Cardiomyopathy and Myocarditis. In: Harrison’s Cardiovascular Medicine. p. 241–4.
  3. Nguyen VQ. Dilated Cardiomyopathy [Internet]. Medscape. 2017 [cited 2018 May 18]. Available from: https://emedicine.medscape.com/article/152696-overview

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store