Sering Sakit Kepala, Berbahayakah?

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

81

Sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai hal. Dokter bisa menentukan penyebab serta perawatan yang tepat berdasarkan pemeriksaan yang lengkap. Secara umum, sakit kepala bisa dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala yang tidak terkait dengan penyakit lain atau disebut dengan sakit kepala primer dan sakit kepala yang diakibatkan oleh penyakit lain atau disebut juga sakit kepala sekunder. Berikut ini adalah penjelasannya.

Sakit kepala adalah kondisi kesehatan yang umum. Biasanya, kondisi ini merupakan gejala dari salah satu penyakit tertentu. Namun selain kemungkinan adanya penyakit tertentu, sakit kepala ternyata juga bisa disebabkan karena hal-hal sepele yang tak terduga. Berikut beberapa penyebab sakit kepala yang sering Anda tidak sadari:

1. Postur tubuh

Jangan salah, postur tubuh yang buruk bisa jadi penyebab. Membungkuk terlalu lama atau posisi duduk tertentu yang menyebabkan ketegangan di punggung bagian atas, leher, dan bahu, bisa jadi penyebab sakit kepala yang Anda alami.

2. Makanan

Makanan yang diasapi, diasamkan, dikeringkan, atau dipanaskan beberapa kali, cenderung mengandung zat sulfit yang dapat melebarkan pembuluh darah Anda. Ini bisa menjadi penyebab sakit kepala Anda, terutama yang muncul tepat setelah makan. Keju juga mengandung sulfit yang bisa jadi penyebab sakit kepala pada beberapa orang.

3. Jadwal tidur yang tidak teratur

Banyak orang yang “membalas” waktu begadang selama hari kerja dengan bangun siang selama akhir pekan. Diam-diam, ini bisa menyebabkan sakit kepala Anda sering kumat. Jadwal bangun dan pergi tidur yang tidak teratur bisa mengacaukan ritme sirkadian tubuh yang kemudian memicu sakit kepala tiba-tiba.

Sebaiknya tetap bangun di waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ini cara terbaik untuk menjaga ritme sikardian Anda tetap konsisten. Jika Anda ingin lebih banyak tidur, tambahkan tidur siang di akhir pekan Anda.

4. Ada masalah yang sedang dipikirkan

Bertengkar dengan pasangan, masalah pekerjaan di kantor, atau memikirkan orangtua yang sedang sakit lama-lama bisa membuat Anda cemas dan stres. Ketika Anda stres, Anda cenderung bernapas lebih dangkal dan cepat-cepat. Semakin sedikit oksigen yang diterima oleh otak, semakin banyak pembuluh darah yang menyempit. Inilah yang dapat menyebabkan sakit kepala tiba-tiba kambuh. Stres juga bisa menyebabkan ketegangan otot di belakang kepala, menyebabkan sakit kepala tegang.

5. Menatap layar gadget

Menatap layar komputer sepanjang hari dapat memberikan tekanan berlebih pada mata Anda. Begitu pula dengan layar ponsel pintar Anda. Variasi dalam cahaya dan kecerahan layar akan mengaktifkan retina dan saraf di belakang mata. Nah, hal tersebutlah yang dapat menjadi penyebab sakit kepala Anda.

6. Peka terhadap bau tertentu

Beberapa orang lebih peka terhadap bau tertentu, terutama yang beraroma menyengat seperti bensin, rokok, dan parfum. Tanpa disadari, menghirup bebauan ini dapat menjadi penyebab sakit kepala.

7. Mengikat rambut terlalu kencang

Penyebab sering sakit kepala lainnya ini mungkin sering tak disadari oleh wanita. Ya, beberapa wanita juga bisa megalami sakit kepala karena mengikat rambut terlalu kencang atau menata rambut sedemikian rupa sehingga membuat kulit kepala tertarik dan menyebabkan ketegangan.

8. Cahaya terang matahari

Cahaya silau sinar matahari atau bahkan melihat pantulan matahari saja pun dapat menjadi penyebab sakit kepala. Pantulan cahaya langsung ke mata dapat merangsang kerja talamus, bagian otak yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke tubuh Anda untuk menyebabkan rasa sakit.

10. Memendam amarah

Ketika Anda marah, otot-otot di belakang leher dan kulit kepala akan menegang. Hal itu akan menyebabkan sensasi seperti memakai ikatan kepala yang sangat ketat. Ini adalah tanda sakit kepala saat otot menegang.

11. Mengunyah permen karet

Gerakan mengunyah yang berulang dapat menyebabkan sakit kepala. Namun, yang lebih mengejutkan, bahan utama permen karet, seperti aspartam, dapat menyebabkan sakit kepala mendadak.

Pemanis buatan ini banyak ditemukan dalam permen karet populer yang bebas gula. Bahan ini juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam memilih permen karet.

12.  Berhubungan seksual

Banyak pria dan wanita mengalami sakit kepala saat berada pada puncak gairah. Dokter berpikir bahwa sakit kepala seksual disebabkan oleh adanya tekanan pada kepala dan otot leher. Sakit kepala seksual dapat terjadi selama foreplay atau sesaat dan sebelum orgasme. Hal tersebut dapat berlangsung selama beberpa menit hingga 1 jam.

13. Berolahraga tanpa pemanasan

Pemanasan sebelum berolahraga tidak hanya membantu melindungi otot Anda, namun juga memberikan kesempatan pada otak untuk menyesuaikan diri terhadap meningkatnya adrenalin. Menghindari sakit kepala dengan meregangkan tubuh selama 5-10 menit dapat menjadi solusi yang tepat.

14. Terkena cuaca buruk

Jika Anda rentan untuk mendapatkan sakit kepala, maka kelembapan tinggi, peningkatan suhu, dan hujan deras serta badai juga dapat menyebabkan Anda sakit kepala. Perubahan tekanan yang menyebabkan perubahan cuaca diduga memicu perubahan senyawa kimia dan senyawa elektrik di dalam otak, dan dapat mengganggu saraf yang mengarah ke sakit kepala.

15. Berbicara di telepon dengan cara yang salah

Menahan telepon di antara telinga dan bahu untuk percakapan yang berlangsung lama dapat memberikan ketegangan pada leher Anda yang mengakibatkan sakit kepala. Gunakan headset atau earphone bila memungkinkan.

16. Memiliki berat badan berlebih

Para peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine menemukan bahwa seseorang yang memiliki obesitas mengalami sakit kepala 2 kali lebih banyak dari orang yang memiliki berat badan yang sehat.

17. Makan es krim

Siapa sangka makan es krim ternyata  juga bisa jadi penyebab sakit kepala yang Anda alami, lho. Jika Anda pernah merasakan rasa sakit yang menusuk pada dahi Anda ketika memakan es krim, maka Anda sensitif terhadap makanan dingin.

Sakit kepala dapat terjadi karena bahan dingin yang bergerak di langit-langit mulut dan belakang tenggorokan Anda. Selain es krim, makanan dan minuman dingin lainnya dapat menyebabkan efek yang sama.

18. Pakai tas yang terlalu berat

Jika berat tas yang Anda pikul melebihi 4 kg, ini dapat meningkatkan ketegangan pada leher dan menyebabkan sakit kepala. Meringankan beban dalam tas atau membagi dua beban akan menjadi solusi yang efektif. (EDA)

Sumber:


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store