SERING SESAK NAPAS? WASPADA ASMA!

24

Definisi

Asma merupakan penyakit peradangan kronik pada saluran napas yang ditandai adanya mengi (napas berbunyi), batuk, dan sesak napas yang hilang timbul disebabkan oleh penyumbatan saluran napas. Di Indonesia, jumlah pasien asma mencapai 4,5 persen dari total jumlah penduduk. Asma bisa menyerang siapa pun dan tidak bisa disembuhkan. Namun penanganan yang tepat dapat mengontrol serangan dan penderita bisa menikmati hidup berkualitas.

Gejala Asma

  • Sesak napas yang khas disertai suara mengi (suara ngik-ngik)
  • Batuk
  • Nyeri dada
  • Pernapasan yang cepat
  • Sulit berbicara

Penyebab Asma

Ada dua faktor yang menjadi pencetus asma:

  1. Faktor Genetik

Asma paling banyak terjadi akibat faktor genetik atau faktor keturunan, dimana orang tua yang memiliki alergi atau riwayat asma sebelumnya dapat menurunkan asma pada anaknya. Selain karena keturunan, faktor genetik yang dapat memicu terjadinya asma adalah hiperaktivitas dari sel-sel imun atau sistem pertahanan tubuh yang merespon secara berlebihan. Jenis kelamin, ras, dan juga riwayat alergi pada anak semasa kecil juga disebut – sebut sebagai faktor genetik lain yang dapat menyebabkan munculnya asma saat dewasa.

  • Faktor Lingkungan

Meski memiliki faktor genetik asma, serangan asma tidak akan muncul tanpa adanya pemicu dari luar atau adanya faktor lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya asma adalah:

  1. Alergen (tungau, debu rumah, bulu binatang, jamur, asap rokok, udara dingin, dan polusi udara)
    1. Makanan (bahan penyedap, pengawet, pewarna makanan, seafood, susu sapi, telur, dll)
    1. Obat-obatan tertentu (misalnya golongan aspirin, NSAID, dll)
    1. Bahan yang mengiritasi (misalnya pafum dan household spray)
    1. Emosi yang berlebihan
    1. Olahraga yang berlebihan

Diagnosis Asma

Diagnosis asma didasari oleh gejala yang bersifat episodik, gejala berupa batuk, sesak napas, mengi, rasa berat di dada dan variabiliti yang berkaitan dengan cuaca. Untuk memastikan diagnosis asma, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Dimulai dari wawancara pasien dengan mengajukan pertanyaan seputar gejala yang dirasakan, seperti kapan gejala tersebut muncul beserta frekuensinya, apakah sesak napas disertai nyeri dada, serta riwayat kesehatan keluarga. Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium atau penunjang seperti tes spirometri dan foto rontgen dada, untuk membantu menegakkan diagnosis.

Pengobatan Asma

  1. Menghindari faktor pemicu asma
  2. Obat. Obat asma terdiri dari obat pelega dan pengontrol. Obat pelega diberikan saat serangan asma, sedangkan obat pengontrol ditujukan untuk pencegahan serangan asma dan diberikan dalam jangka panjang. Sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk rencana penanganan asma. (PP/STE)

Referensi:

  1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2003. Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan Asma Di Indonesia.
  2. Kementerian Kesehatan RI (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 
  3. WebMD. (2018). Diagnosing Asthma.