Siap Menghadapi Menopause (1)

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

222

Menurut WHO (2005), menopause berarti berhentinya siklus menstruasi untuk selamanya bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi setiap bulan. Menopause disebabkan oleh menurunnya kadar hormone estrogen dalam tubuh, dimana seperti yang telah diketahui bahwa sel-sel telur dalam ovarium (indung telur) wanita jumlahnya terbatas, dan suatu saat akan habis, saat inilah mulai terjadi menopause. Kini wanita Indonesia rata-rata memasuki masa menopause pada usia 50 tahun. Tetapi sebagian ada yang mengalami pada usia lebih awal atau lebih lanjut. Umur waktu terjadinya menopause dipengaruhi oleh keturunan, kesehatan umum, dan pola kehidupan.

Berhentinya haid dapat didahului oleh siklus haid yang lebih panjang, dengan perdarahan yang berkurang. Faktor fisik dan psikis mempengaruhi kapan terjadinya menopause. Demikian juga dengan adanya penyakit tertentu, operasi indung telur, stres, obat-obatan, dan gaya hidup merupakan contoh faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya terjadi menopause. Kebanyakan wanita takut dan khawatir menghadapi masa menopause. Hal ini karena gejala yang dirasakan pada saat memasuki masa menopause. Gejala dan tanda pada wanita menopause tersebut adalah:

  1. Gejolak panas (hot flush)

Keluhan yang muncul berupa panas yang muncul tiba-tiba disertaidengan keringat yang banyak. Keluhan tersebut pertama kali muncul pada malam hari atau menjelang pagi.

  1. Keluhan psikis

Kurangnya aliran darah ke otak menyebabkan sulit berkonsentrasi dan mudah lupa. Akibat kekurangan hormon estrogen pada wanita timbul lah keluhan seperti mudah tersinggung, cepat marah dan merasa tertekan.

  1. Gangguan tidur

Paling banyak dikeluhkan pada wanita postmenopause. Kurang nyenyak tidur pada malam hari menurunkan kualitas hidup wanita tersebut.

  1. Gangguan pada urogenitalia

Alat genital wanita dan saluran kemih bagian bawah sangat dipengaruhi oleh estrogen. Kekurangan estrogen dapat menimbulkan berbagai jenis keluhan, misalnya sering berkemih, tidak dapat menahan kencing, nyeri berkemih, sering kencing malam, dan inkontinensia. Pada vulva terjadi atropi sel, epitel vulva menipis., vagina menjadi kering, mudah terjadi iritasi dan infeksi.

  1. Gangguan pada kulit

Kulit menjadi hilang elastisitasnya, atopik, tipis, kering dan berlipat-lipat.

  1. Gangguan pada mulut

Mulut terasa kering, dan mudah terkena gingivitis.

  1. Osteoporosis

Kekurangan hormon estrogen akan dapat menyebabkan hilangnya masa tulang. Akibatnya dapat terjadi osteoporosis yang akhirnya akan membuat tulang mudah patah.

  1. Kelainan kardiovaskular

Kelainan kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian dan kesakitan pada wanita menopause. Penyebab lain berturut-turut adalah patah tulang, kanker payudara dan kanker endometrium.

Menopause sesungguhnya adalah bagian dari kehidupan yang alami sehingga dapat dikatakan bahwa keadaan ini tidak harus selalu memerlukan “pengobatan”. Berdiskusi dengan dokter merupakan hal yang penting dalam menentukan tindakan terbaik yang harus dilakukan. (EDA/CM)

Sumber :

  1. Kantrowitz B, Wingert P. 2009. The Menopause Book. USA : Workman publishing company INC
  2. Wulandari IY, Djannah SN, Utami KI. 2009. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Dukungan Sosial Suami Saat Istri Menghadapi Menopause Di Desa Somagede Kecamatan Somagede Banyumas. Jurnal Kesmas FKM Univ. Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store