Siap Menghadapi Menopause (2)

292

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas mengenai gejala menopause, kali ini kita akan membahas beberapa sudut pandang pemberian terapi dalam masa menopause. Menurut WHO (2005), menopause berarti berhentinya siklus menstruasi untuk selamanya bagi wanita yang sebelumnya mengalami menstruasi setiap bulan. Menopause disebabkan oleh menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Menopause sesungguhnya adalah bagian dari kehidupan yang alami sehingga dapat dikatakan bahwa keadaan ini tidak harus selalu memerlukan “obat”. Walaupun demikian, berdiskusi dengan dokter merupakan hal yang penting dalam menentukan tindakan terbaik yang harus dilakukan. Rencana pengobatan yang akan diberikan oleh dokter harus dipertimbangkan secara individual. Tujuan pengobatan menopause pada dasarnya adalah mengurangi gejala serta keluhan fisik dan psikologis pada masa menopause serta menurunkan resiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular (dan stroke). Tetapi, setiap terapi tentunya memiliki efek samping yang mungkin terjadi, di antaranya adalah:

  1. Wanita dengan riwayat penyakit keganasan payudara dan keganasan uterus atau mereka yang menderita gangguan pembekuan darah bukanlah calon yang baik untuk pemberian terapi hormonal pengganti.
  2. Wanita dengan faktor resiko penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular memerlukan pertimbangan yang sangat khusus dalam hal pilihan terapi .

Terapi dalam masa menopause tidak selalu terkait obat-obatan, perubahan gaya hidup adalah salah satu upaya yang direkomendasikan untuk mengurangi gejala pada masa ini.

  1. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih baik dengan menghindari kafein, minuman panas, coklat, makanan pedas atau panas dan alkohol. Olahraga teratur juga telah terbukti mengurangi hot flashes, depresi dan berat badan, semua tanda menopause dan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik.

  1. Obat-obatan

Terapi dari menopause bisa dilakukan dengan Terapi Sulih Hormon (Hormone replacement therapy). Ada beberapa kategori terapi hormonal:

  • Terapi menggunakan hormon yang diberikan untuk mengurangi efek kekurangan hormon.
  • Pemberian hormon (estrogen, progesteron atau keduanya) pada wanita postmenopause atau wanita yang ovariumnya telah diangkat, untuk menggantikan produksi estrogen oleh ovarium.
  • Terapi menggunakan estrogen atau estrogen dan atau progesteron yang diberikan pada wanita postmenopause atau wanita yang menjalani ovarektomi, untuk mencegah efek patologis dari penurunan produksi estrogen.
  1. Terapi alternatif dan komplementari

Pengobatan alternatif termasuk penggunaan terapi homeopati sebagai  penggantian hormon alami, tapi hanya setelah konsultasi dengan profesional medis yang berkualitas. Akupunktur juga digunakan sebagai terapi alternatif untuk mengobati efek menopause.

Jangan menunda konsultasi dengan dokter Anda, menopause memang adalah proses alami tetapi selalu ada cara untuk melaluinya tanpa rasa tidak nyaman yang berlebihan. (EDA/CM) 

Sumber :

  1. Kantrowitz B, Wingert P. 2009. The Menopause Book. USA : Workman publishing company INC
  2. Wulandari IY, Djannah SN, Utami KI. 2009. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Dukungan Sosial Suami Saat Istri Menghadapi Menopause Di Desa Somagede Kecamatan Somagede Banyumas. Jurnal Kesmas FKM Univ. Ahmad Dahlan, Yogyakarta