Sindrom Aspirasi Mekonium

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

123

Selama masa kehamilan, cairan ketuban sangat berperan penting bagi janin, salah satunya untuk menjaga janin dari infeksi bakteri dan kuman yang datang dari luar. Nah, tanda bayi akan segera lahir biasanya ditandai dengan pecahnya cairan ketuban. Namun, apa jadinya jika cairan ketuban tertelan bayi?

Bayi yang menelan air ketuban pada saat proses melahirkan memiliki risiko tinggi terinfeksi paru-parunya, dan juga risiko gagal nafas karena infeksi tersebut. Air ketuban keruh yang tertelan oleh bayi dapat menyebabkan sindrom aspirasi mekonium. Pada sindrom aspirasi mekonium (MAS), bayi meminum air ketuban yang berwarna hijau. Derajat keparahan MAS berkaitan dengan derajat sesak napas (asfiksia) dan jumlah mekonium yang tertelan.

Mekonium sendiri adalah kotoran bayi pertama yang dikeluarkan dan dapat bercampur dengan air ketuban dan menimbulkan warna hijau pada air ketuban. Bila mekonium tersebut tertelan dapat menimbulkan sumbatan jalan nafas mendadak pada bayi baru lahir hingga akhirnya menyebabkan kematian. Selain itu, karena mekonium adalah kotoran, mekonium yang tertelan dapat menimbulkan reaksi radang akibat bahan beracun dan kuman yang terkandung di dalamnya.

Masuknya mekonium ke paru-paru bisa menyebabkan komplikasi kesehatan yang bersifat jangka pendek, seperti peradangan dan infeksi. Paru-parunya juga bisa mengembang secara berlebihan akibat tersumbat dan hal ini bisa membuat paru-parunya pecah. Kemudian disusul oleh terakumulasinya udara dari paru-paru pada rongga dada dan sekitar paru-paru, disebut dengan pneumothoraxPneumothorax adalah suatu kondisi yang membuat paru-paru sulit mengembang akibat adanya tekanan udara pada rongga dada dan sekitar paru.

Pada kebanyakan kasus, sindrom ini tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang pada bayi, namun jika kondisinya sangat parah dan tidak ditangani dengan benar, maka tetap bisa berakibat fatal. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami Sindrom Aspirasi Mekonium antara lain:

  • Bayi yang melewati tanggal lahir seharusnya.
  • Bayi yang mengalami kesulitan saat dilahirkan atau mengalami Gawat Janin.
  • Bayi yang mengalami masalah pada tali pusar maupun plasenta.
  • Bayi yang lebih kecil dari usia kehamilan.

Agar kondisi ini tidak terjadi pada bayi Anda, Kami sarankan ibu untuk rutin kontrol kehamilan secara langsung, baik ke bidan, dokter umum, ataupun Dokter Ahli Kandungan, untuk mendeteksi dini kemungkinan terjadinya sindrom aspirasi mekonium pada bayi. Selain itu, pastikan Anda melakukan persalinan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan, karena persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan memiliki potensi lebih besar untuk mendapat penanganan yang tepat bila komplikasi, seperti sindrom aspirasi mekonium ini, terjadi. (RH/STE)

Daftar Pustaka

Burke. D. Healthline (2018). Meconium Aspiration Syndrome.

Kosim M.S. Infeksi Neonatal Akibat Air Ketuban Keruh. Sari Pediatri. 2009; 11(3): 212-18


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store