SKOLIOSIS, BAWAAN LAHIR ATAU SALAH POSISI DUDUK?

21

Sebelum
memulai artikel ini, saya ingin bertanya, apakah Anda tahu tentang skoliosis? Ya. Tulang belakang yang
bengkok. Apakah Anda penderita skoliosis?
Atau mungkin kerabat dan teman Anda adalah satu penderitanya? Apakah skoliosis adalah bawaan sejak lahir atau
bisa karena penyebab lain? Apakah skoliosis
ini bisa diterapi dan seperti tulang manusia normal? Artikel ini akan menjawab
pertanyaan Anda!

Skoliosis,
Bukan Sekedar Bengkok Biasa

Skoliosis
adalah bengkoknya tulang belakang ke arah samping yang paling sering terjadi
selama masa pertumbuhan tepat sebelum pubertas. Sebagian besar kasus skoliosis terhitung ringan, tetapi
beberapa anak mengalami kelainan bentuk tulang belakang yang terus bertambah
parah selama mereka tumbuh, yang lebih parah adalah skoliosis berat bisa menyebabkan kelumpuhan. Bengkoknya tulang
belakang yang sangat parah dapat mengurangi besar ruang dada, bahayanya adalah
paru-paru sulit untuk berfungsi dengan baik.

Penting
untuk dicatat bahwa anak-anak yang menderita skoliosis ringan harus dimonitor secara ketat, biasanya dengan
sinar-X, untuk melihat apakah bengkok semakin memburuk. Walaupun sebagian besar
kasus, penderita skoliosis tidak perlu
perawatan, namun beberapa anak perlu memakai penyangga untuk menjaga agar
bengkok di tulang belakang tidak semakin memburuk. Pada beberapa kasus lain penderita
skoliosis mungkin membutuhkan
pembedahan untuk memperbaiki kondisi tulang belakang.

Apa Gejala dan Tanda yang Bisa Saya
Perhatikan?

  1. Bahu
    tidak rata
  2. Satu
    pundak yang tampak lebih menonjol dari yang lain
  3. Pinggang
    tidak rata
  4. Satu
    pinggul lebih tinggi dari yang lain
  5. Tulang
    belakang yang tampak melengkung condong ke satu sisi
  6. Tulang
    rusuk mencuat di satu sisi
  7. Pakaian
    tidak pas

Beberapa
orang dengan skoliosis juga mungkin
menderita sakit punggung, lebih umum pada orang dewasa. Jika kelengkungan skoliosis semakin memburuk, tulang
belakang dapat berputar, hal ini menyebabkan tulang rusuk di satu sisi tubuh
menonjol lebih jauh daripada di sisi lain.

Apakah Skoliosis Karena Salah Posisi Duduk?

Skoliosis
dapat disebabkan oleh penyakit bawaan seperti cerebral palsy dan distrofi
otot, namun justru sebagian besar penyebab skoliosis
tidak diketahui. Menurut data, 8 dari 10 kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya, oleh karenanya disebut skoliosis idiopatik.

Skoliosis
idiopatik tidak dapat dicegah dan
tidak dianggap berkaitan dengan hal-hal seperti postur tubuh yang buruk, posisi
duduk yang salah, olahraga atau diet. Genetik sangat berperan, bisa saja Anda
membawa gen yang membuat Anda lebih mudah mengalami skoliosis, untuk itu coba perhatikan keluarga Anda sendiri. Apakah
ada penderita skoliosis diantara
kerabat Anda?

Beberapa
penyebab lain dari skoliosis adalah
sebagai berikut:

  1. Tulang-tulang
    di tulang belakang tidak terbentuk dengan baik di dalam rahim disebut skoliosis bawaan dan muncul sejak lahir
  2. Kondisi
    saraf atau otot bawaan, seperti cerebral
    palsy
    atau distrofi otot disebut scoliosis neuromuskuler
  3. Keausan
    tulang belakang seiring bertambahnya usia disebut skoliosis degeneratif, yang menyerang orang dewasa yang lebih tua.

Kapan Harus Ke Dokter?

Pertimbangkan
untuk segera datang ke dokter jika Anda melihat tanda-tanda atau gejala skoliosis pada anak Anda. Bengkok ringan
dapat berkembang tanpa disadari oleh orangtua maupun anak Anda sendiri, karena skoliosis muncul secara bertahap dan
biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Kadang-kadang, guru, teman, dan rekan
tim olahraga adalah orang pertama yang memperhatikan skoliosis anak.

Dokter akan
memeriksa punggung melakukan pemeriksaan tambahan untuk menegakkan diagnosis skoliosis. Pemeriksaan tersebut adalah X-ray
punggung untuk memeriksa apakah tulang belakang Anda atau anak Anda melengkung
dan seberapa parah kelengkungan itu. Jika Anda atau anak Anda didiagnosis
menderita skoliosis, Anda harus
mengunjungi spesialis untuk membahas pilihan perawatan yang dapat dilakukan.

Apakah Harus Operasi?

Perawatan
untuk skoliosis tergantung pada usia
Anda, seberapa parah kelengkungannya, dan kemungkinan perburukan seiring dengan
waktu. Banyak penderita skoliosis
tidak memerlukan perawatan apa pun dan hanya sejumlah kecil yang perlu
menjalani operasi pada tulang belakang mereka.

Bayi dan
balita mungkin tidak memerlukan perawatan karena kelengkungan dapat membaik
seiring waktu. Gips plaster atau plastik dapat dipasang di punggung bayi atau
balita tersebut untuk menghentikan kelengkungan semakin buruk saat mereka
tumbuh. Anak-anak yang lebih besar dapat memakai penyangga tulang belakang
untuk menghentikan kelengkungan yang memburuk sampai mereka berhenti tumbuh.
Terkadang pembedahan mungkin diperlukan untuk mengontrol pertumbuhan tulang
belakang atau operasi untuk meluruskan tulang belakang dapat dilakukan ketika anak
telah berhenti tumbuh.

Orang
dewasa mungkin memerlukan perawatan untuk menghilangkan rasa nyeri, seperti
obat penghilang rasa sakit, suntikan tulang belakang dan operasi. Hingga saat
ini, tidak jelas apakah latihan punggung dapat membantu memperbaiki kondisi skoliosis, tetapi olahraga secara umum
baik untuk kesehatan dan tidak perlu dihindari kecuali disarankan oleh dokter
Anda. (TYA)

DAFTAR
PUSTAKA

  1. Mayo Clinic. 2017.
    Scoliosis, dapat diakses melalui https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716
  2. NHS. 2017. Scoliosis,
    dapat diakses melalui https://www.nhs.uk/conditions/scoliosis/