SKOLIOSIS, BAWAAN LAHIR ATAU SALAH POSISI DUDUK?

153

Sebelum memulai artikel ini, saya ingin bertanya, apakah Anda tahu tentang skoliosis? Ya. Tulang belakang yang bengkok. Apakah Anda penderita skoliosis? Atau mungkin kerabat dan teman Anda adalah satu penderitanya? Apakah skoliosis adalah bawaan sejak lahir atau bisa karena penyebab lain? Apakah skoliosis ini bisa diterapi dan seperti tulang manusia normal? Artikel ini akan menjawab pertanyaan Anda!

Skoliosis, Bukan Sekedar Bengkok Biasa

Skoliosis adalah bengkoknya tulang belakang ke arah samping yang paling sering terjadi selama masa pertumbuhan tepat sebelum pubertas. Sebagian besar kasus skoliosis terhitung ringan, tetapi beberapa anak mengalami kelainan bentuk tulang belakang yang terus bertambah parah selama mereka tumbuh, yang lebih parah adalah skoliosis berat bisa menyebabkan kelumpuhan. Bengkoknya tulang belakang yang sangat parah dapat mengurangi besar ruang dada, bahayanya adalah paru-paru sulit untuk berfungsi dengan baik.

Penting untuk dicatat bahwa anak-anak yang menderita skoliosis ringan harus dimonitor secara ketat, biasanya dengan sinar-X, untuk melihat apakah bengkok semakin memburuk. Walaupun sebagian besar kasus, penderita skoliosis tidak perlu perawatan, namun beberapa anak perlu memakai penyangga untuk menjaga agar bengkok di tulang belakang tidak semakin memburuk. Pada beberapa kasus lain penderita skoliosis mungkin membutuhkan pembedahan untuk memperbaiki kondisi tulang belakang.

Apa Gejala dan Tanda yang Bisa Saya Perhatikan?

  1. Bahu tidak rata
  2. Satu pundak yang tampak lebih menonjol dari yang lain
  3. Pinggang tidak rata
  4. Satu pinggul lebih tinggi dari yang lain
  5. Tulang belakang yang tampak melengkung condong ke satu sisi
  6. Tulang rusuk mencuat di satu sisi
  7. Pakaian tidak pas

Beberapa orang dengan skoliosis juga mungkin menderita sakit punggung, lebih umum pada orang dewasa. Jika kelengkungan skoliosis semakin memburuk, tulang belakang dapat berputar, hal ini menyebabkan tulang rusuk di satu sisi tubuh menonjol lebih jauh daripada di sisi lain.

Apakah Skoliosis Karena Salah Posisi Duduk?

Skoliosis dapat disebabkan oleh penyakit bawaan seperti cerebral palsy dan distrofi otot, namun justru sebagian besar penyebab skoliosis tidak diketahui. Menurut data, 8 dari 10 kasus skoliosis tidak diketahui penyebabnya, oleh karenanya disebut skoliosis idiopatik.

Skoliosis idiopatik tidak dapat dicegah dan tidak dianggap berkaitan dengan hal-hal seperti postur tubuh yang buruk, posisi duduk yang salah, olahraga atau diet. Genetik sangat berperan, bisa saja Anda membawa gen yang membuat Anda lebih mudah mengalami skoliosis, untuk itu coba perhatikan keluarga Anda sendiri. Apakah ada penderita skoliosis diantara kerabat Anda?

Beberapa penyebab lain dari skoliosis adalah sebagai berikut:

  1. Tulang-tulang di tulang belakang tidak terbentuk dengan baik di dalam rahim disebut skoliosis bawaan dan muncul sejak lahir
  2. Kondisi saraf atau otot bawaan, seperti cerebral palsy atau distrofi otot disebut scoliosis neuromuskuler
  3. Keausan tulang belakang seiring bertambahnya usia disebut skoliosis degeneratif, yang menyerang orang dewasa yang lebih tua.

Kapan Harus Ke Dokter?

Pertimbangkan untuk segera datang ke dokter jika Anda melihat tanda-tanda atau gejala skoliosis pada anak Anda. Bengkok ringan dapat berkembang tanpa disadari oleh orangtua maupun anak Anda sendiri, karena skoliosis muncul secara bertahap dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Kadang-kadang, guru, teman, dan rekan tim olahraga adalah orang pertama yang memperhatikan skoliosis anak.

Dokter akan memeriksa punggung melakukan pemeriksaan tambahan untuk menegakkan diagnosis skoliosis. Pemeriksaan tersebut adalah X-ray punggung untuk memeriksa apakah tulang belakang Anda atau anak Anda melengkung dan seberapa parah kelengkungan itu. Jika Anda atau anak Anda didiagnosis menderita skoliosis, Anda harus mengunjungi spesialis untuk membahas pilihan perawatan yang dapat dilakukan.

Apakah Harus Operasi?

Perawatan untuk skoliosis tergantung pada usia Anda, seberapa parah kelengkungannya, dan kemungkinan perburukan seiring dengan waktu. Banyak penderita skoliosis tidak memerlukan perawatan apa pun dan hanya sejumlah kecil yang perlu menjalani operasi pada tulang belakang mereka.

Bayi dan balita mungkin tidak memerlukan perawatan karena kelengkungan dapat membaik seiring waktu. Gips plaster atau plastik dapat dipasang di punggung bayi atau balita tersebut untuk menghentikan kelengkungan semakin buruk saat mereka tumbuh. Anak-anak yang lebih besar dapat memakai penyangga tulang belakang untuk menghentikan kelengkungan yang memburuk sampai mereka berhenti tumbuh. Terkadang pembedahan mungkin diperlukan untuk mengontrol pertumbuhan tulang belakang atau operasi untuk meluruskan tulang belakang dapat dilakukan ketika anak telah berhenti tumbuh.

Orang dewasa mungkin memerlukan perawatan untuk menghilangkan rasa nyeri, seperti obat penghilang rasa sakit, suntikan tulang belakang dan operasi. Hingga saat ini, tidak jelas apakah latihan punggung dapat membantu memperbaiki kondisi skoliosis, tetapi olahraga secara umum baik untuk kesehatan dan tidak perlu dihindari kecuali disarankan oleh dokter Anda. (TYA)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Mayo Clinic. 2017. Scoliosis, dapat diakses melalui https://mayoclinic.org/diseases-conditions/scoliosis/symptoms-causes/syc-20350716
  2. 2017. Scoliosis, dapat diakses melalui https://nhs.uk/conditions/scoliosis/

Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store