Skoliosis, Tulang Belakang Yang Bengkok

#PribadiRahasia Konsultasi Dokter Lewat Aplikasi

221

Skoliosis adalah kondisi melengkungnya tulang belakang ke samping secara tidak normal. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak sebelum masa pubertas dengan kisaran usia 10 hingga 15 tahun. Anak laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama untuk mengidap skoliosis ringan, namun anak perempuan lebih rentan untuk mengalami perburukan gejala sehingga memerlukan penanganan yang memadai.

Meskipun kebanyakan kasus skoliosis yang menimpa anak-anak bersifat ringan dan tidak memerlukan perawatan, namun harus diawasi secara saksama dan disarankan untuk menjalani x-ray secara rutin untuk mengetahui perkembangannya dan menghindari komplikasi lanjutan.

Skoliosis pada anak

Skoliosis pada anak biasanya muncul pada usia antara 8-10 tahun. Ciri-ciri skoliosis pada anak bisa berbeda, bahkan beberapa anak dengan skoliosis mungkin tidak menunjukkan ciri-ciri apapun. Ciri-ciri ini bisa semakin jelas terlihat seiring dengan pertumbuhan anak. Berikut ini merupakan ciri-ciri anak dengan skoliosis:

  • Kedua bahu memiliki tinggi yang tidak sama
  • Satu pinggul anak terlihat lebih tinggi daripada lainnya
  • Kepalanya terlihat tidak berada di tengah tubuh
  • Tulang rusuk anak terdorong keluar
  • Saat anak berdiri, kedua lengannya tidak menggantung tepat di samping badannya
  • Saat anak membungkuk ke depan, kedua sisi punggungnya memiliki ketinggian yang berbeda

Skoliosis pada orang dewasa

Selain pada masa anak-anak, skoliosis juga bisa muncul pada masa remaja sampai dewasa. Seiring dengan bertambahnya usia, keausan dapat merusak tulang dan sendi di tulang belakang. Hal ini membuat piringan yang ada di antara tulang belakang mulai rusak. Piringan tulang kemudian kehilangan ketinggian dan mulai miring, sehingga menyebabkan tulang belakang Anda menjadi melengkung.

Ciri-ciri skoliosis pada orang dewasa adalah:

  • Salah satu bahu dan/atau pinggul lebih tinggi dari yang lain
  • Rasa nyeri, mati rasa, dan lemas di kaki
  • Adanya perubahan gaya berjalan karena pinggul tidak sejajar. Hal ini pun dapat menyebabkan otot-otot lebih cepat lelah.
  • Sulit berdiri tegak
  • Sesak napas, karena tulang yang melengkung bisa menekan ruang yang tersedia untuk paru-paru dan membuat napas menjadi lebih sulit
  • Nyeri dada, tulang yang melengkung juga bisa menekan jantung sehingga bisa menghambat kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh
  • Tinggi badan menurun, karena tulang melengkung dan tidak bisa tegak
  • Adanya tulang taji, di mana tulang bertemu satu sama lain di sendi tulang belakang karena kerusakan tulang dan sendi
  • Merasa cepat kenyang, akibat dari melengkungnya tulang belakang yang menekan perut

Penyebab skoliosis biasanya tidak diketahui, namun diduga faktor genetik berperan banyak. Skoliosis pada dewasa sebagian besar akibat keadaan bawaan seperti:

  • Kaki yang tidak seimbang atau tidak sama panjang
  • Kelainan tulang belakang kongenital
  • Kelainan saraf

Jika Anda memiliki riwayat keluarga menderita skoliosis, maka Anda berisiko tinggi untuk mengalami skoliosis. Selain riwayat keluarga, postur berjalan yang salah, nutrisi yang tidak seimbang, atau salah berolahraga dapat meningkatkan risiko scoliosis.

Apa saja pilihan pengobatan untuk skoliosis?

Tulang yang secara bertahap melengkung saat masa pertumbuhan tidak menyebabkan nyeri dan tidak membutuhkan terapi. Lengkungan yang menyebabkan rasa nyeri dan kelainan postur tubuh harus segera di terapi. Mengapa? Karena kelainan postur tersebut dapat mengganggu volume paru, sehingga napas seseorang tidak bisa optimal.

Dokter akan melakukan pemeriksaan x-ray secara teratur untuk memonitor proses skoliosis dan menggunakan kawat penahan untuk mencegah bengkok menjadi semakin parah. namun hal ini tidak dapat menyembuhkan bagian yang terlanjur bengkok. Kawat penahan dapat membuat 70% anak tidak memerlukan terapi pembedahan.

Saat tulang belakang melengkung atau menyebabkan nyeri hebat, dibutuhkan operasi untuk menyambungkan kembali tulang belakang. Sebelum dilakukan operasi, dokter harus memastikan bahwa nyeri punggung bukan disebabkan penyakit lain. Olahraga dan stimulasi otot elektrik tidak membantu dalam terapi skoliosis.

Jika tulang belakang melengkung ringan, Anda tidak akan menyadari adanya kelainan dengan jelas, namun orang lain dapat melihatnya. Jadi, apabila Anda melihat tulang belakang teman atau keluarga Anda tidak lurus saat mereka berdiri, sarankan untuk pergi ke dokter.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda. (EDA)

Sumber :


Apa saja soal Kesehatan #TanyaPakdok Lewat Aplikasi, Install Pakdok sekarang click Andoid Google Play atau IOS App Store